Deltiana Deltiana
SDN 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Bara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Melaksanakan Program BDR (Belajar Dari Rumah) Di SDN 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021 Deltiana Deltiana
Jurnal Merdeka Mengajar (JMM) Vol 2 No 3 (2021): Volume 2 No.3 Tahun 2021
Publisher : Assosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS) PGRI Kota Madiun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami guru di SD Negeri 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat terhadap pelaksanaan program BDR (Belajar Dari Rumah) yang dicetuskan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di sekolah. Oleh sebab itu, peneliti melaksanakan kegiatan supervisi akademik guna meningkatkan keterampilan mengajar guru dalam melaksanakan program BDR. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan dilaksanakan di SD Negeri 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 10 guru. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi kegiatan pembelajaran dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang telah valid dan reliabel. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif terhadap hasil observasi kegiatan guru selama proses belajar mengajar. Observasi dikembangkan dari instrumen BDR oleh Kemendikbud. Penerapan supervisi akademik yang telah dilakukan oleh peneliti mampu meningkatkan keterampilan guru dalam melaksanakan program BDR di SD Negeri 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Peningkatan kemampuan guru dalam penyusunan program BDR (belajar dari rumah) secara individu meningkat pada setiap siklusnya. Pada kondisi awal tidak ada satupun guru yang dinyatakan mampu menyusun program BDR (belajar dari rumah) dengan baik, pada siklus pertama meningkat menjadi 6 orang guru atau 60%, dan 100% atau semua guru dinyatakan mampu program BDR (belajar dari rumah) dengan baik pada siklus kedua.