Khairul Hapizin
IAI Hamzanwadi NW Pancor Lombok Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

THE INFLUENCE OF TEACHER CREATIVITY IN THE LEARNING PROCESS OF STUDENT LEARNING OUTCOMES IN THE EDUCATION OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION CLASS VIII SMP PGRI 01 BUMI AGUNG Wahyu Stiawan; Mr Supean Chemo; Miftahur Rohman; Khairul Hapizin; Hirlan Hirlan
RETEL Journal (Journal on Publication of The Research on Teaching and Language) Vol. 5 No. 1 (2019): Journal on Publication of The Research on Teaching and Language
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (126.304 KB)

Abstract

Educational institutions should ideally prioritize all aspects of learning both cognitive, affective and psychomotor. However, educational institutions at this time the learning process undertaken by educators tends to be the achievement of curriculum material targets. Teacher creativity is needed to achieve maximum learning outcomes. The purpose of this study was to determine the effect of teacher creativity in the learning process on student learning outcomes in subjects of Islamic religious education class VIII SMP PGRI 01 Bumi Agung Academic Year 2013/2014 ". Research by the author is a quantitative study in the processing of data using samples from the population. The sample used in this study amounted to 30 students drawn from a population of 30 students of class VIII, consisting of 1 class. The method used in this study is the method of observation, questionnaires and documentation. The results of the analysis of the author's data using the Product Moment formula, the results obtained are rxy of 0.468 greater than the table, both for a significant level of 5% or 1%, namely 0.361 0.468> 0.463. So this shows that there is an influence of teacher creativity in the learning process with student learning outcomes in Islamic religious education subjects Class VIII SMP PGRI 01 Bumi Agung Academic Year 2013/2014. Thus, it needs to be improved in the creativity of teachers in the learning process to obtain the specified learning outcomes.
Nilai pendidikan karakter dalam wasiat renungan masa TGKH. M. Zainuddin Abd. Madjid Khairul Hapizin
Jurnal Al-Muta`aliyah : Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 3 No. 1 (2018): Pendidikan Dasar
Publisher : LP2M STAI Darul Kamal NW Lombok Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (606.762 KB)

Abstract

Indonesia mengalami ketidakstabilan dalam berbagai aspek kehidupan, kesenjangan sosial terjadi di mana-mana di bidang pemerintahan terjadi korupsi, kolusi, nepotisme. Kriminalisasi sosial, seperti pembegalan, pembunuhan, penyalahgunaan barang terlarang. Kemudian yang terjadi kesenjangan di kalangan muda, yaitu pergaulan bebas, westernisasi, perkelahian antar kelompok, aborsi, trek-trekkan, pesta narkoba. Melihat kejadian ketidaksesuaian kehidupan sosial masyarakat diperlukan pembenahan moral dan kekuatan keagamaan religiusitas, dalam hal ini dibutuhkan pendidikan karakter sebagai obat kegaduhan kehidupan masyarakat. Adapun fokus penelitian ini adalah: 1. Apa saja nilai pendidikan karakter dalam wasiat? 2. Bagaimana relevansi nilai pendidikan karakter dalam Wasiat Renungan Masa dengan al-Qur’ān? Penelitian ini merupakan deskriptif kualitatif dengan kajian pustaka (library research). Sumber data primer bersumber dari buku Wasiat Renungan Masa Pengalaman Baru karya Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid, dan sumber sekunder berasal dari publikasi ilmiah berupa buku-buku, jurnal, artikel, dan hasil penelitian lain yang berkaitan dengan pemikiran Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tahap-tahap dokumentasi dan mengidentifikasi karya-karya Tuan Guru Kyai Haji Muhammad Zainuddin Abdul Madjid dan mengklarifikasi nilai-nilai karakter yang terdapat dalam buku Wasiat Renungan Masa. Untuk teknik analisis data menggunakan historis kebahasaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai pendidikan karakter dalam Wasiat Renungan Masa. Hal ini dapat dilihat dari jumlah nilai karakter sebagai berikut: nilai religius, nilai nasionalis, nilai ikhlas, nilai sabar, nilai pemberani, nilai persatuan, nilai kebaikan, nilai ketaatan, nilai istiqamah, nilai amanah, nilai kejujuran, nilai keadilan, nilai rasa ingin tahu, nilai berbakti, nilai toleransi, nilai tawakkal, nilai saling menasihati, nilai hormat, nilai sosial, nilai disiplin, nilai teladan, dan nilai kerja keras. Peneliti berharap, penelitian ini dapat dijadikan wawasan pemikiran, acuan, dan rujukan tentang nilai pendidikan karakter dan dapat menjadi kontribusi bagi diri sendiri, orang tua, pendidikan dan lembaga pendidikan