Muhammad Riyadh
Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN METODE PEMBELAJARAN ROLE PLAY DALAM PEMBELAJARAN MATERI LOKAKARYA MINI PUSKESMAS PADA PELATIHAN MANAJEMEN PUSKESMAS DI BALAI PELATIHAN KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muhammad Riyadh
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 4, No 2 (2021): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v4i2.4783

Abstract

Abstrak: Pelaksanaan lokakarya mini puskesmas merupakan salah satu kegiatan wajib dan rutin dilaksanakan oleh puskesmas dalam rangka mengumpulkan data permasalah kesehatan diwilayah kerjanya, membantu mencarikan solusi kegiatan dalam rangka pemecahan masalah terebut dan menyepakati kegiatan-kegiatan tersebut. Untuk itulah perlu adanya materi pelatihan tentang lokakarya mini puskesmas sehingga seluruh staf puskesmas memiliki wawasan pengetahuan dan keterampilan yang sama dalam melaksanakan lokakarya mini puskesmas di lapangan. Agar wawasan pengetahuan dan keterampilan tersebut tercapai sesuai tujuan pembelejaran maka diperlukan metode pembelajaran yang tepat salah satunya adalah penggunaan metode pembelajaran Role Play. Metode pembelajaran role play adalah suatu metode pembelajaran, di mana subjek diminta untuk berpura-pura menjadi seseorang dengan profesi tertentu yang digeluti orang tersebut. Selain itu, subjek juga diminta untuk berpikir seperti orang tersebut agar dia dapat mempelajari tentang bagaimana menjadi seseorang dengan profesi tersebut. Penelitian ini menggunakan studi deskriptif. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner dan lembar observasi. Populasi dalam penelitian yaitu peserta pelatihan Manajemen Puskesmas di Bapelkes Provinsi Kalimantan Selatan yang diambil secara sampling jenuh. Hasil Penelitian didapatkan Penerapan metode pembelajaran role play pada materi lokakarya mini puskesmas diterapkan dengan baik oleh para widyaiswara. Terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan para peserta pelatihan tentang materi lokakarya mini puskesmas.Abstract:  The implementation of a puskesmas mini workshop is one of the mandatory and routine activities carried out by a puskesmas in order to collect data on health problems in its working area, help find solutions for activities in order to solve these problems and agree on these activities. For this reason, it is necessary to have training materials on puskesmas mini workshops so that all puskesmas staff have the same knowledge and skills in carrying out puskesmas mini workshops in the field. In order for this knowledge and skill insight to be achieved according to the learning objectives, appropriate learning methods are needed, one of which is the use of the Role Play learning method. The role play learning method is a learning method, in which the subject is asked to pretend to be someone with a certain profession that that person is involved in. In addition, the subject is also asked to think like that person so that he can learn about how to become someone with that profession. This study uses a descriptive study. The instruments used are questionnaires and observation sheets. The population in the study were participants in the Health Center Management training at Bapelkes, South Kalimantan Province, which were taken by saturated sampling. The results of the study obtained that the application of the role play learning method in the mini health center workshop material was well implemented by the widyaiswara. There was an increase in the knowledge and skills of the training participants regarding the material for the mini puskesmas workshop.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN POWER POINT TERHADAP PENINGKATAN MINAT PESERTA PELATIHAN TEKNIS (ADULT LEARNING) DI BALAI PELATIHAN KESEHATAN PROVINSI KALIMANTAN SELATAN Muhammad Riyadh
Pendekar: Jurnal Pendidikan Berkarakter Vol 3, No 2 (2020): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/pendekar.v3i2.2830

Abstract

Abstrak: Minat belajar penting untuk mendorong peserta mengikuti proses pelatihan dan mendapatkan keterampilan teknis yang diperlukan. Salah satu upaya yang dilakukan para widyaiswara untuk meningkatkan minat belajar adalah dengan menggunakan media pembelajaran yang menarik seperti penggunaan Power Point. Penelitian ini menggunakan  penelitian Pra Eksperimen. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Populasi adalah peserta pelatihan teknis yang mengikuti pelatihan di Bapelkes Provinsi Kalimantan Selatan yang diambil secara accidental sampling. Uji wilcoxon mendapatkan bahwa nilai p value sebesar 0,000 lebih kecil dari 0,05 artinya ada pengaruh penggunaan media pembelajaran power point terhadap peningkatan minat peserta pelatihan teknis di Balai Pelatihan Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan.Abstract:  Interest in learning is important to encourage participants to follow the training process and acquire the necessary technical skills. One of the efforts made by the widyaiswara to increase interest in learning is by using attractive learning media such as the use of Power Points. This research uses pre-experimental research. The instrument used was a questionnaire. The population was technical training participants who attended training at Bapelkes which were taken by accidental sampling. The Wilcoxon test found that the p value of 0,000 was smaller than 0.05, meaning that there was an effect of using power point learning media on increasing the interest of technical training participants at the South Kalimantan Provincial Health Training Center.