Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : JURNAL DIVERSITA

Efektifitas Konseling Online Pada Mahasiswa Selama Pandemi Covid-19 Nursan Junita; Liza Adyani
Jurnal Diversita Vol 7, No 2 (2021): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v7i2.4554

Abstract

Konseling menjadi salah satu solusi menghadapi stres selama pandemi Covid -19. Konseling merupakan proses yang dapat membantu individu mengatasi berbagai hambatan perkembangan diri. Konseling online merupakan layanan kesehatan mental yang dapat membantu mengurangi kecemasan dan kebingungan semasa pandemik covid-19, dimana aturan sosial dan physical distancing diberlakukan. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana efektifitas konseling online selama pandemi covid-19 pada mahasiswa, dengan metode kualitiatif dan pendekatan eksploratif. Responden penelitian terdiri dari 9 mahasiswa yang mengalami kecemasan selama pandemic Covid-19. Hasil penelitian menunjukan bahwa konseling online sangat efektif karena membantu menurunkan kecemasan dan kekhawatiran yang muncul. Semua klien merasakan perubahan yang lebih baik secara kognitif, perilaku dan emosi walaupun tidak melakukan konseling secara tatap muka. Setelah sesi konseling semua klien merasa lebih lega, lebih tenang, kecemasan dan kekhawatiran berkurang dan mendapatkan insight yang lebih baik dalam melihat suatu persoalan, sehingga membuat fikiran lebih positif, perasaan lebih bersemangat dan termotivasi.  Hal ini sangat membantu klien dalam menghadapi berbagai masalah dengan lebih positif. Semua klien mempunyai keinginan untuk merekomendasikan layanan konseling online kepada kerabat, rekan kerja dan sahabat mereka. Lima (5) klien tetap ingin melanjutkan sesi konsultasi melalui online dan empat (4 klien) lebih tertarik untuk melakukan sesi konseling secara tatap muka. Keefektifan konseling online dapat dilihat dari perolehan nilai score yang tinggi pada post-test layanan konseling yang diberikan kepada semua klien. Hal ini menunjukkan bahwa hasil konseling online sangat efektif.
Expressive Writting Therapy Dalam Menurunkan Kecemasan Pada Korban Bullying Nursan Junita; Riza Musni; Ika Amalia; Syahnaz Panggabean Mardhatillah; Cut Azizah; Husnawesnate Husnawesnate
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL DIVERSITA JUNI
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i1.8333

Abstract

Bullying adalah bentuk kekerasan pada anak yang menimbulkan kesengsaraan dan penderitaan baik secara fisik maupun psikologis. Kejadian bullying pada remaja yang cukup tinggi menyebabkan gangguan kecemasan yang berdampak buruk bagi kehidupan individu dimasa selanjutnya. Olehkarena itu penting bagi korban bullying memiliki cara untuk membantu mengurangi kecemasan. Expressive writing therapy dapat menjadi salah satu tehnik untuk membantu mengurangi kecemasan yang mudah dilakukan oleh siswa. Penelitian ini bertujuan melihat efektifitas expressive writing dalam membantu mengurangi kecemasan yang dialami oleh korban bullying dengan menggunakan metode kualitatif ekploratif dengan pendekatan ekperiment dan wawancara. Subjek terdiri dari 15 Siswa SMP kelas 2 yang menjadi korban bullying. Skala ukur yang digunakan untuk melihat kecemasan adalah Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) dan Subjective Unit Disturbance (SUD). Hasil penelitian menunjukan bahwa expressive writing therapy dapat membantu mengurangi kecemasan pada siswa yang mengalami bullying. Hasil pre-tes dan post-tes HARS menunjukan terdapat hubungan yang significant. Hasil intervensi menunjukan terjadi peningkatan kemampuan mengexpresikan emosi lewat tulisan tangan. Siswa mampu mengukapkan berbagai perasaan emosi yang mereka alami dan simpan selama ini. Berdasarkan SUD (Subjektive unit of disturbance) menunjukan perasaan yang lebih nyaman, merasa lebih lega dan mendapat wawasan dan muncul insight yang baru terkait bullying dan cara mengatasi kecemasan yang mereka alami.
Perbedaan Orientasi Masa Depan Mahasiswa Tingkat Akhir Penerima KIP-K dan Non KIP-K di Program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh Ika Amalia; Ella Suzanna; Nursan Junita; Muhammad Yoga Pratama; Izzatush Shafa Aina
Jurnal Diversita Vol. 9 No. 2 (2023): JURNAL DIVERSITA DESEMBER
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/diversita.v9i2.8208

Abstract

Pendidikan merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sosial dalam rangka meningkatkan kreativitas dan kemampuan sehingga dapat mencapai tujuannya melalui keterampilannya. Berdasarkan tahapan perkembangannya, mahasiswa yang menempuh pendidikan tingkat akhir digolongkan pada usia dewasa awal yang memiliki tugas perkembangan yang berkaitan dengan masa depan yaitu dalam hal karir, pendidikan, dan pernikahan/ pembentukan keluarga. Tahap perkembangan ini berkaitan dengan orientasi masa depan. Orientasi masa depan seseorang berbeda-beda baik pada mahasiswa tingkat akhir penerima KIP-K maupun non KIP-K. ada yang berfokus pada segi pekerjaan, pendidikan atau pada kehidupan pribadinya. Hal ini membawa kekhasan tersendiri baik pada mahasiswa tingkat akhir penerima KIP-K maupun Non KIP-K di Program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh. Penelitian ini bertujuan untuk melihat perbedaan orientasi masa depan mahasiswa tingkat akhir penerima KIP-K maupun Non KIP-K di program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode komparasi. Adapun metode analisis yang digunakan yaitu uji T- test yang melibatkan 63 mahasiswa. Hasil Analisis penelitian menunjukkan tidak terdapat perbedaan Orientasi Masa Depan mahasiswa Tingkat Akhir penerima KIP-K maupun Non KIP-K di program Studi Psikologi Universitas Malikussaleh.