Penguasaan konsep memelihara dokumen dan koleksi benda berharga bagi siswa Kelas II pada semester I diharapkan telah menguasai materi ajar dan diharapkan memiliki nilai yang tinggi. Sehingga jika timbul hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan harus segera dicarikan cara pemecahan. Permasalahan yang muncul di Kelas II SDN 1 Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo adalah siswa kurang menguasai konsep Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 50,00% siswa Kelas II SDN 1 Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo belum memahami konsep Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 58,75 dan 50,00% siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 75, serta adanya data hasil observasi bahwa siswa terlalu menganggap remeh terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan penerapan model Olah Pikir Sejoli (OPS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 72,50, siklus II 75,00, dan siklus III 83,75. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 50,00%, siklus II 75,00% dan siklus III 100%.