Penggunaan metode mengajar yang sebagian besar dilakukan guru dengan mengedepankan peran guru. Hal ini menyebabkan anak kurang berperan sehingga akhirnya nilai yang diraih pun kurang dari yang diharapkan. Banyak metode mengajar yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah satu diantaranya Metode STAD. Dengan pendekatan Metode STAD diharapkan anak dapat menggali dan menemukan pokok materi secara bersama-sama dalam kelompok atau secara individu. Sehingga akhirnya merasa senang dan materi yang dipelajari melekat dalam benaknya karena didapatkan melalui pengalamannya sendiri. Secara khusus penelitian ini diharapkan berhasil meningkatkan prestasi pembelajaran dilihat dari dimensi guru dan siswa dengan cara penerapan/ penggunaan pendekatan pembelajaran Penjaskes yang relatif baru yaitu pendekatan Metode STAD Indikator “Senam Lantai” pada siswa Kelas VI Semester I SDN Setonorejo 2 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Berdasarkan data dan analisisnya maka ada peningkatan yang bermakna dalam prestasi belajar mata pelajaran Penjaskes jika mendapat Metode STAD Hal ini disebabkan karena siswa dituntut untuk belajar lebih keras, dan dapat mengetahui kelemahan pemahamannya serta mendapatkan perbaikan dari temannya. Hal inipun dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai belajar siswa dari siklus I ke Siklus II berikut ini : Siklus I Nilai rata-rata 74,54. Nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80. Siswa tuntas 18 (81,82%). Siswa tidak tuntas 4 (18,18%). Nilai rata-rata 87,27. Nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 90. Siswa tuntas 22 (100%). Siswa tidak tuntas 0 (0%).Dalam penelitian ini ada beberapa saran antara lain : (1) Penelitian ini sebaiknya dilakukan secara terus menerus minimal selama 1 (satu) semester sehingga dapat diketahui apakah Metode STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran lebih menyeluruh. (2) Sebaiknya penelitian perlakuan Metode STAD dilakukan pada kelas eksperimen lainnya, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih menyeluruh.