This Author published in this journals
All Journal ADDIN
Muhamad Nuruddin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Islam dan Sosialisme Nuruddin, Muhamad
ADDIN Vol 2, No 2 (2010): Jurnal Addin
Publisher : ADDIN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan ekonomi yang sedang lesu kini masih belum nampak ada kebangkitan di muka bumi. Bahkan berbagai persoalan seperti dampak global warming (pemanasan global) dari waktu ke waktu seolah-olah tiada berakhir. Akibatnya, masyarakat dunia dalam suanana pesakitan. Hal ini disebabkan oleh karena dua mazhab besar di bidang ekonomi; kapitalisme dan sosialisme belum mampu menyuguhkan menu yang jitu untuk bangkit. Bahkan, keberadaannya semakin dipertanyakan orang. Faham kapitalisme yagberkembang di Barat misalnya, dengan prinsip peningkatan modal demi mendapatkan kemajuan ekonomi dianggap semakin mempertajam jurang perbedaan masyarakat antara yang kaya dan miskin. Sementara itu aliran sosialisme yang kelahirannya dianggap sebagai pemberontak dan pendobrak kapitalis ternyata justru berat meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ada sejumlah penyelewengan dari gagasan yang dikembangkan tidak menghargai kepemilikan, penguasaan distribusi pada negara, serta munculnya faham atheis. Sebenarnya dalam banyak hal sosialisme sering diterima masyarakat muslim, bahkan banyak yang menganggap faham itu identik dengan sistem ekonomi dalam Islam. Oleh karenanya sejarah perkembangannya banyak dierima oleh kalangan muslimdi berbagai negara. Hal ini patut disayangkan karena perkembangannya banyak menimbulkan masalah di kalangan masyarakat muslim. Sehingga mereka semakin berat menerima faham itu. Seperti halnya adanya pemusatan ekonomi pada negara, penyelewengan di jalur birokrasi, dan munculnya faham atheisme. Oleh karenanya keberadaan sistem baru yang ditunggu-tunggu, yaitu sistem yang memberi penghargaan tinggi terhadap kemajuan individu serta mendorong tercapainya kesejahteraan sosial. Sebagai ajaran yang komprehensip, Islam memuat berbagai persoalan baik menyangkut masalah akidah, ibadah, akhlak, dan muamalah. Di bidang ekonomi (muamalah) misalnya, tidak disebutkan rincian sistemnya tetapi disana hanya menebutkan prinsip jual beli, hutang piutang, perjanjian. Oleh karenanya penjabaran dari prinsip tersebut amat bergantung pada masyarakat muslim. Keynote : Islam, Sosalisme, sitem ekonomi