Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Elucidation of Layer Ducks Business Prospects In KWT (Farming Women Group) Purbolinggo Districts Lampung Timur Eny Ivan's Eny; Novita; Wintari Mandala
INTASTAWIT Journal (Indonesian Tasamuh, Tawassuth, I'tidal, dan Tawazun) Vol. 2 No. 2 (2021): INTASTAWIT JOURNAL
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (635.375 KB)

Abstract

In increase household economy, participation of housewife was very signifficant to be empowered through institution media that is Group of Farming Woman (Kelompok Wanita Tani (KWT)). Government have been support the existence of KWT with cattle donation like layer duck cultivation that managed in groups. But, layer duck cultivation in KWT Tambah Luhur Village, Purbolinggo didn`t optimal. Through community dedication activity, community should be motivated and people thought that housewive played an important role in family welafare, moreover in increase national food security. Based on above, this activity aim to motivate and train KWT in optimalize role of KWT especially in develop layer duck cultivation result of governernment donation. Method used in community dedication activity pengabdian such as eludication with materials that supported development of layer duck cultivation about layer duck business prospect, technique of layer duck cultivation (home system), and variation of processing of layer duck flesh. Result and impact of this community dedication activity was motivated of KWT to develop layer duck business in groups.
Pengaruh Alokasi Waktu Kerja Suami dan Istri Terhadap Pendapatan Rumah Tangga Buruh Pengasin Ikan di Pulau Pasaran Kecamatan Teluk Betung Timur: Effect of Husband and Wife Work Time Allocation on Household Income of Fish Salting Workers at Pasaran Island of Teluk Betung Timur Dian Oktavianti; Novita
Open Science and Technology Vol. 2 No. 1 (2022): Open Science and Technology
Publisher : Research and Social Study Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33292/ost.vol2no1.2022.51

Abstract

Pulau Pasaran merupakan salah satu sentra pengolahan ikan terbesar di Kota Bandar Lampung. Dalam kegiatan pengolahan ikan melibatkan masyarakat baik perempuan ataupun laki-laki, sehingga dampak yang diberikan cukup besar terhadap perekonomian masyarakat di Pulau Pasaran dan sekitarnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh alokasi waktu kerja terhadap pendapatan rumah tangga buruh pengasin ikan di Pulau Pasaran. Penelitian menggunakan metode survey. Jumlah responden yaitu 100 orang yang diambil menggunkan metode simple random sampling. Dari hassil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan rumah tangga buruh pengasin ikan yaitu dari segi umur dan tingkat pendidikan. Rata-rata jumlah tanggungan keluarga memiliki 4 orang anak. Berdasarkan hasil analisis alokasi kerja suami istri untuk kegiatan produktif menunjukkan bahwa alokasi kerja isteri yaitu 7, 09 jam (29,5%) pada usaha pengasin ikan lebih besar dibandingkan suami yaitu 1,12 jam (4,67%). Kegiatan produktif non perikanan atau diluar pengasin ikan menunjukkan alokasi kerja suami sebesar 6,71 jam (28%) persen lebih besar dibandingkan isteri yaitu 1,74 (7,25%). Hal ini menunjukan adanya pengaruh antara variabel alokasi waktu kerja dan jumlah tanggungan responden suami terhadap pendapatan rumah tangga buruh pengasin ikan di Pulau Pasaran. Adanya pengaruh antara variabel alokasi waktu kerja, jumlah tanggungan, pendidikan responden isteri terhadap pendapatan rumah tangga buruh pengasin ikan. Pulau Pasaran, there are activities in the field of fisheries that involve women and men. The fish processing activity is a great opportunity to increase income. The purpose of this study was to analyze the allocation of working time, the level of income and the factors that influence it, as well as to analyze the gender of household fish salting workers in Pasaran Island. The research used a survey method. The number of respondents was 100 people who were taken by simple random sampling method. The results showed that the factors affecting household income of fish salting workers were age, dominated by productive age, education level of elementary, junior high and high school. The average number of dependents has 4 children. Based on the analysis of husband and wife work allocation for productive activities, it shows that the wife's work allocation is 7.09 hours (29.5%) in the fish salting business is greater than the husband's, namely 1.12 hours (4.67%). Non fishery productive activities or outside fish salting, it shows that the husband's work allocation is 6.71 hours (28%), greater than the wife's, 1.74 (7.25%). In this case it shows the influence between the work time allocation variable and the number of dependents of the husband's respondent on The household income of fish salting workers on the island of Pasaran and the influence of the variables of working time allocation, number of dependents, and education of the wife's respondents on the household income of fish salting workers.
ANALYSIS OF DETERMINATION OF SUPERIOR FOOD CROP COMMODITIES AND THEIR DEVELOPMENT STRATEGIES IN PURBOLINGGO DISTRICT, EAST LAMPUNG Novita; Wintari Mandala
Jurnal AGRIBIS Vol. 19 No. 2 (2026): Jurnal Agribis
Publisher : Program Studi Agribisnis Faperta Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/agribis.v19i2.10608

Abstract

Kabupaten Lampung Timur merupakan salah satu daerah penyangga pangan utama di Provinsi Lampung. Kontribusi sektor pertanian terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kabupaten ini sangat signifikan. Namun, tantangan seperti alih fungsi lahan dan fluktuasi harga komoditas menuntut adanya pemetaan ulang mengenai komoditas apa yang paling potensial untuk diprioritaskan pengembangannya agar kesejahteraan petani meningkat. Strategi pengembangan komoditas unggulan memerlukan pendekatan yang komprehensif untuk memastikan keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Adapun tujuan dari penelitian ini yaitu 1) Mengidentifikasi dan menetapkan jenis komoditas tanaman pangan yang menjadi komoditas unggulan (basis) di Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur. 2) Menganalisis tingkat daya saing dan pertumbuhan komoditas tanaman pangan di Kecamatan Purbolinggo dalam periode waktu tertentu . 3) Merumuskan dan menyusun strategi pengembangan yang tepat untuk mengoptimalkan potensi komoditas tanaman pangan unggulan guna meningkatkan perekonomian lokal di Kecamatan Purbolinggo. Hasil analisis menunjukkan bahwa Kecamatan Purbolinggo memiliki tiga komoditas basis utama: ubi jalar (LQ = 1,80), kacang tanah (LQ = 1,58), dan padi sawah (LQ = 1,50). Jagung (LQ = 0,96) dan ubi kayu (LQ = 0,69) berstatus non-basis. Ubi jalar dan kacang tanah dianggap sebagai komoditas unggulan progresif (SS > 0), padi sawah dianggap sebagai fase unggulan jenuh (SS < 0) karena keterbatasan lahan dan krisis regenerasi petani, jagung dianggap sebagai komoditas berkembang yang potensial (SS > 0), dan ubi kayu dianggap tertinggal (SS < 0) karena kurangnya persaingan lahan dengan jagung dan rendahnya harga di tingkat hilir. Strategi pengembangan dirancang dari hulu ke hilir untuk memaksimalkan potensi dan meningkatkan perekonomian lokal. Strategi ini mencakup integrasi mekanisasi modern dengan platform Kartu Petani Berjaya (KPB), BUMDesma untuk meningkatkan skala ekonomi palawija, program Smart Farming untuk pemuda, pembangunan embung untuk mengurangi kekeringan, zonasi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B), dan kerja sama jangka panjang dengan perusahaan pertanian.