Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Ekstraksi Dan Analisis Sifat Fisiko Kimia Oleoresin Jahe Zingiber officinale Rosc Sandra A. Korua
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 2 No. 2 (2019): Oktober 2019
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (825.412 KB) | DOI: 10.55724/jbiofartrop.v2i2.127

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendemen dan sifat fisiko kimia oleoresin jahe atas perbedaan jenisjahe dan pelarut serta menentukan kombinasi jenis jahe dan pelarut yang tepat untuk menghasilkan rendementertinggi dan sifat fisiko kimia oleoresin jahe sesuai standar mutu. Hasil Analisis Fisiko Kimia menunjukkan:(i) Rendemen oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 6,93 %- 18,51 %. Jenis jahe (A) dan jenis pelarut(B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB) berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen oleoresinjahe, (ii) Kadar minyak oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 34,96% - 67,60%. Kadar minyakoleoresin dipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB).(iii) Kadar minyak atsiri oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 17,94 % - 43,21 %. Kadar minyakatsiri oleoresin dipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut(AB), (iv) Kadar abu oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 0,19 % - 0,96 %. Kadar abu oleoresindipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB), (v) Indeksrefraksi oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 1,48 - 1,5. Indeks refraksi oleoresin dipengaruhi olehjenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB), (vi) Warna yang terbaikdiperoleh dari jenis jahe merah dan pelarut etanol yaitu coklat tua kemerahan dan (vii) Jenis jahe merah danpelarut etanol merupakan kombinasi perlakuan yang paling tepat untuk menghasilkan oleoresin dari jahedengan rendemen 18,51% , kadar minyak 67,60 % , kadar minyak atsiri 30,38 %, kadar abu 0,96% danindeks refraksi 1,480 serta warna coklat tua kemerahan.
Kadar Air Dan Lama Ekstraksi Oleoresin Jahe Zingiber Officinale Rosc. Sandra A. Korua
Biofarmasetikal Tropis (The Tropical Journal of Biopharmaceutical) Vol. 3 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : FMIPA UKIT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (279.261 KB) | DOI: 10.55724/j.biofar.trop.v3i1.275

Abstract

Kebutuhan akan oleoresin dalam industri pangan, farmasi dan kosmetik menuntut pencaharian sumber – sumber oleoresin alami dari berbagai tanaman rempah – rempah. Jahe Zingiber officinale Rosc. termasuk tanaman rempah rempah yang dapat diolah menjadi oleoresin karena mengandung minyak atsiri, minyak non volatil, zat warna , vitamin dan mineral. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar air dan lama ektraksi oleoresin jahe atas perbedaan jenis jahe. Hasil penelitian pendahuluan, dari 4 taraf waktu ekstraksi yaitu 1 jam, 2 jam, 3 jam dan 4 jam, waktu ekstraksi 3 jam dianjurkan digunakan dalam penelitian karena menghasilkan oleoresin dengan rendemen yang tinggi. Sedangkan dari 2 taraf lama pengeringan jahe yaitu 36 jam dan 40 jam dengan suhu pengeringan 50 0C , lama pengeringan 36 jam pada suhu pengeringan 50 0C yang dianjurkan untuk digunakan dalam penelitian.