Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis rendemen dan sifat fisiko kimia oleoresin jahe atas perbedaan jenisjahe dan pelarut serta menentukan kombinasi jenis jahe dan pelarut yang tepat untuk menghasilkan rendementertinggi dan sifat fisiko kimia oleoresin jahe sesuai standar mutu. Hasil Analisis Fisiko Kimia menunjukkan:(i) Rendemen oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 6,93 %- 18,51 %. Jenis jahe (A) dan jenis pelarut(B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB) berpengaruh sangat nyata terhadap rendemen oleoresinjahe, (ii) Kadar minyak oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 34,96% - 67,60%. Kadar minyakoleoresin dipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB).(iii) Kadar minyak atsiri oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 17,94 % - 43,21 %. Kadar minyakatsiri oleoresin dipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut(AB), (iv) Kadar abu oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 0,19 % - 0,96 %. Kadar abu oleoresindipengaruhi oleh jenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB), (v) Indeksrefraksi oleoresin jahe yang diperoleh berkisar antara 1,48 - 1,5. Indeks refraksi oleoresin dipengaruhi olehjenis jahe (A) dan jenis pelarut (B) dan interaksi antara jenis jahe dan pelarut (AB), (vi) Warna yang terbaikdiperoleh dari jenis jahe merah dan pelarut etanol yaitu coklat tua kemerahan dan (vii) Jenis jahe merah danpelarut etanol merupakan kombinasi perlakuan yang paling tepat untuk menghasilkan oleoresin dari jahedengan rendemen 18,51% , kadar minyak 67,60 % , kadar minyak atsiri 30,38 %, kadar abu 0,96% danindeks refraksi 1,480 serta warna coklat tua kemerahan.