Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PADAT PENEBARAN PADA PERTUMBUHAN IKAN BERONANG (Siganus canaliculatus) SISTEM KERAMBA JARING APUNG DI PERAIRAN BANDA MALUKU TENGAH Sani Lapuasa
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 2 No 3 (2016): MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.312 KB)

Abstract

Ikan beronang merupakan satu jenis ikan yang mempunyai potensi untuk dibudidayakan. Karena selain memiliki kandungan gizi yang tinggi, ikan ini juga memiliki toleransi yang besar terhadap perubahan lingkungan yang ekstrim, sehingga dapat dibudidayakan di keramba jaring apung maupun di tambak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh padatpenebaran pada pertumbuhan ikan beronang (Siganus canaliculatus). Hasil yang ditargetkan adalah agar nelayan budidaya dapat mengetahui padat penebaran yang baik dalam budidaya ikan beronang sistem keramba jaring apung. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan mulai awal bulan Juli sampai dengan awal bulan September 2014 di Perairan Pantai Desa Nusantara Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen dengan perlakuan padat penebaran yang terdiri dari tiga perlakuan dan tiga ulangan. Ukuran keramba yang digunakan adalah 1x1x1 meter sebanyak 9 buah kurungan dengan ukuran mata jaring 0,5 inci sebagai wadah pemeliharaan. Berat awal ikan yang diamati pada saat penebaran disesuaikan yaitu kurang lebih 15 gram. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertumbuhan yang paling menonjol dari ketiga perlakuan adalah perlakuan A dengan padat penebaran 5 ekor dengan berat rata-rata awal 15.25 gr meningkat menjadi 35.83 gr, kemudian diikuti perlakuan B dengan padat penebaran 10 ekor dengan berat rata-rata awal 15.30 gr meningkat menjadi 30.11 gr, dan yang terakhir perlakuan C dengan padat penebaran 15 ekor dengan berat rata-rata awal 15. 42 gr meningkat menjadi 28.75 gr.