Pengantar: Sebanyak 250 juta anak gagal mencapai potensi perkembangan mereka di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. 1000 hari pertama kehidupan (kehamilan dan dua tahun pertama) merupakan masa kritis bagi perkembangan otak dan anak. Keluaran dari strategi yang menargetkan perkembangan anak mencakup stimulasi praktik di rumah (kesempatan belajar sejak dini seperti menyanyi/bercerita) dan pengetahuan pengasuh tentang perkembangan anak. Perkembangan anak mengintegrasikan beberapa domain yang saling bergantung, namun hanya sedikit pengabmas yang mencoba mengidentifikasi faktor-faktor umum yang berkontribusi terhadap berbagai domain perkembangan pada sekolah. Tujuan dari pengabmas ini adalah untuk mengidentifikasi pencapaian perkembangan pada anak usia sekolah Metode: Kami menggunakan data dari Children’s Student, sebuah studi di sekolah satu sekolah bukittinggi. Menalukan pengisian kuesioner KPSP menurut usia anak dalam rangka melihat perkembangan anak. Skala perkembangan anak digunakan untuk mengevaluasi hasil perkembangan anak. Hasil: Sebanyak XX anak dilibatkan dalam analisis ini. Setelah disesuaikan dengan variabel lingkungan menunjukkan bahwa stimulasi kognitif ibu yang lebih besar dikaitkan dengan perkembangan motorik halus, motorik kasar, bahasa reseptif, bahasa ekspresif, hubungan sosial,. Hasilnya juga menunjukkan bahwa pola asuh suportif sejak dini membantu mendorong perkembangan dalam manipulasi, bahasa reseptif, dan hubungan sosial. Kesimpulan: Pola asuh yang suportif dan stimulasi kognitif ibu merupakan kontributor paling penting bagi sebagian besar domain perkembangan anak.