Teripang (Holothuroidea) merupakan salah satu spesies echinodermata yang mempunyai nilai ekonomis tinggi, yang terdapat di Kepulauan Banda. Pamanfaatan teripang saat ini di Kepulauan tersebut sudah mulai dilirik oleh masyarakat, sedangkan data dan informasi tentang keberadaannya di Kepulauan Banda masih sangat kurang. Secara umum, penelitian ini bertujuan untukmengetahui potensi teripang dalam kaitannya dengan karakteristik habitat pada perairan pantai Desa lonthoir dan Desa Pulau Rhun. Manfaatnya diharapkan selain dapat memberikan gambaran tentang potensi dan distribusi teripang pada lokasi penelitian, juga diharapkan dapat menjadi acuan dalam upaya pengelolaan teripang di Kepulauan Banda. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2013, bertempat di perairan pantai Desa Lonthoir dan Desa Pulau Rhun, Kecamatan Banda Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode transek kuadrat dengan ukuran kuadran 10x10 m2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 15 jenis teripang pada kedua lokasi penelitian. Pada perairan pantai Desa Lonthoir, ditemukan 14 jenis teripang dengan total 268 individu dan pada perairan pantai Desa Pulau Rhun, ditemukan 8 jenis teripang dengan total 335 individu. Jenis teripang Holothuria leucospilota merupakan jenis yang mendominasi pada kedua lokasi penelitian. Kelimpahan tertinggi pada kedua lokasi penelitian diwakili oleh Bohadschia tenuissima sebesar 0.0236 ind/m2 pada perairan pantai Desa Lonthoir dan 0.0275 ind/m2 pada perairan pantai Desa Pulau Rhun. Secara umum, potensi ekologis teripang pada kedua lokasi penelitian berbeda disebabkan oleh distribusi spasial dari karakteristik habitat terutama jenis substrat dan penyebaran lamun. Dari 15 jenis teripang yang hadir pada kedua lokasi, hanya jenis Bohadschia tenuissima yang ditemukan menyebar hanya pada zona tengah dimana terdapat jumlah jenis dan penutupan lamun yang tinggi. Jenis teripang yang mendominasi yaitu Holothuria leucospilota yang menyebar pada zona bawah, sedangkan jenis Bohadschia tenuissima yang hanya menyebar pada zona tengah dengan jumlah jenis dan penutupan lamun yang tinggi di kedua lokasi penelitian.