Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN SISTEM INTEGRATED MULTI-TROPHIC AQUACULTURE (IMTA) UNTUK PENINGKATAN PERFORMA KOMODITAS BUDIDAYA LAUT DAN KUALITAS LINGKUNGAN PERAIRAN DI KEPULAUAN BANDA NAIRA, MALUKU Abdullah Saimima; Aditya Putra Basir
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 6 No 1 (2020): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (347.368 KB)

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis performa komoditas budidaya laut yang diterapkan melalui sistem budidaya laut terintegrasi serta untuk menganalisis kondisi lingkungan (Pra dan Pasca) kegiatan budidaya laut terintegrasi. Model IMTA yang akan digunakan pada penelitian ini merupakan kombinasi antara ikan baronang dan rumput laut. Ikan baronang dibudidayakan pada keramba jaring apung (KJA) yang merupakan pusat dari sitem IMTA. Sedangkan rumput laut dibudidayakan menggunakan rakit apung berukuran 7x7m, yang diletakkan di areal sekitar KJA. Jenis ikan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ikan Baronang (Siganus sp.) Ikan baronang dipilih sebagai komoditas utama dalam penelitian ini karena ikan baronang merupakan salah satu ikan ekonomis yang banyak ditemukan di perairan pesisir laut banda dan belum digunakan sebagai objek budidaya. Selain itu, bibit ikan baronang banyak tersedia di alam dan mudah diperoleh untuk kegiatan budidaya. Ikan baronang akan dipelihara pada enam KJA dengan ukran 1m x 1m x 1m untuk masing-masing KJA. Setiap lubang KJA diisi 50 ekor ikan baronang dengan ukuran rata-rata 7-8 cm/ekor. Kegiatan budidaya rumput laut menggunakan sistem rakit apung dengan ukuran 4 m x 4 m dengan jumlah 5 rakit apung. 3 rakit diletakkan dengan jarak 50 m di sekitar KJA. Sedangkan 2 rakit lainnya sebagai kontrol dan diletakkan pada jarak 2-3 Km dari KJA.Pemeliharaan ikan baronang dan rumput laut dilaksanakan selama kurang lebih 45 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa performa budidaya dengan sistem IMTA jauh lebih baik dibandingkan dengan sistem budidaya konvensional tanpa merusak lingkungan perairan dan habitat terumbu karang yang mendominasi substrat dasar perairan laut Banda, sehingga sistem IMTA dapat menjadi contoh pengembangan kegiatan budidaya perikanan dan sektor pariwisata, khususnya wisata bahari di Kepulauan Banda juga dapat terus berkembang.
ANALISIS LAHAN POTENSIAL UNTUK KEGIATAN BUDIDAYA RUMPUT LAUT DI PANTAI KAMPUNG BARU DESA PULAU HATTA, KECAMATAN BANDA, MALUKU TENGAH Aditya Putra Basir; Abdullah Saimima
MUNGGAI : Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir Vol 6 No 1 (2020): MUNGGAI: Jurnal Ilmu Perikanan dan Masyarakat Pesisir
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) STP Hatta-Sjahrir

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.403 KB)

Abstract

Kesesuaian lahan merupakan salah satu indikator keberhasilan suatu kegiatan budidaya. Berbagai parameter seperti paramaeter ekologi (Fisik, kimia dan biologi) perairan sebagai parameter utama serta berbagai parameter pendukung seperti kriteria sosial- infrastruktur (jarak ke pemukiman, jarak ke pasar dan jarak ke pelabuhan) harus menjadi acuan dalam penentuan suatu kawasan yang akan dijadikan sebagai lokasi budidaya rumput laut (Kappaphycus alvarezii). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis daya dukung perairan, mengidentifikasi tingkat kesesuaian lahan serta mengukur luasan perairan Pantai Kampung Baru Pulau Hatta yang dapat digunakan untuk kegiatan Budidaya Rumput Laut (K.alvarezii). Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif melalui pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dan pengujian laboratorium. Tahapan dalam penelitian meliputi penentuan titik sampling, pengukuran kriteria ekologi (salinitas, suhu, DO, pH, kecerahan, arus, kedalaman air dan keterlindungan), pengukuran kriteria sosial-infrastruktur (jarak ke pemukiman, jarak ke pasar dan jarak ke pelabuhan) dan faktor pembatas. Data hasil pengukuran akan dilakukan analisis spasial dengan pendekatan sistem informasi geografis. selanjutnya dilakukan analisis overlay untuk menggabungkan peta tematik dari semua parameter. Hasil akhir dari penelitian ini adalah peta kawasan potensial untuk budidaya rumput laut di perairan pantai Kampung Baru Pulau Hatta. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh wilayah perairan Pantai Kampung Baru Pulau Hatta masuk dalam kategori sesuai dan sangat sesuai dalam kriteria lahan potensial untuk kegiatan budidaya rumput laut.