Sebagai salah satu tujuan yang mendasar dalam rangka mencapai hasil belajar seperti tersebut diatas, berbagai upaya telah dilakukan oleh guru dengan menggunakan media dan alat pembelajaran yang ada di sekolah. Cerita bergambar tiga dimensi merupakan bagian dari media yang dikembangkan selama proses pembelajaran. Melalui media cerita bergambar tiga dimensi ini diharapkan siswa mudah memahami dan menangkap materi yang disampaikan oleh guru selama proses pembelajaran. Media cerita bergambar tiga dimensi yang disampaikan guru di RA/BA AL-ISLAM Mijen setidaknya dapat mempengaruhi proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Proses pengembangan kemampuan berbahasa melalui cerita bergambar tiga dimensi terdiri dari proses-proses yaitu : 1) Belajar mendengarkan cerita, 2) Anak menceritakan kembali isi cerita yang di dengar, 3) Anak memahami/mengetahui isi cerita, 4) anak mampu menyebutkan tokoh â tokoh dalam cerita, 5) Anak mampu membaca buku cerita bergambar. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan Untuk Mengetahui peningkatan kemampuan berbahasa anak di RA/BA AL-ISLAM MIJEN melalui media cerita bergambar tiga dimensi. Sesuai dengan pokok permasalahan yang dibahas, penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas (PTK). Untuk mendapatkan data yang baik dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan metode penelitian yaitu menggunakan metode wawancara, observasi dan dokumentasi. Dan analisis datanya dilakukan secara deskriptif yaitu data yang terkumpul dideskripsikan secara rinci. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan identifikasi masalah dan pengumpulan data. Semua data dan informasi yang didapat merupakan hasil pengamatan sehari-hari. Peneliti mengumpulkan data dengan mengamati siswa yang menjadi pusat penelitian ini. Melalui teknik ini akan dapat dilihat secara jelas jumlah prosentase nilai rata-rata dan ketuntasan belajar siswa dalam kemampuan berbahasa anak melalui media cerita bergambar tiga dimensi di RA/BA AL-ISLAM Mijen. Dari hasil penelitian tindakan kelas (PTK) dapat disimpulkan bahwa pengembangan kemampuan berbahasa anak melalui media cerita bergambar tiga dimensi pada kelompok B di RA/BA AL-ISLAM Mijen dapat digolongkan kategori memberikan kemajuan yang berarti. Itu dibuktikan pada pembelajaran Siklus I yang terjadi peningkatan kemampuan berbahasa melalui media cerita bergambar tiga dimensi. Pada kondisi pra siklus sebelum dilaksanakan penelitian tindakan kelas terdapat 50 % siswa yang belum memperhatikan dalam proses pembelajaran, pada siklus I mengalami peningkatan dengan nilai rata-rata 2,96 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 65 %. Pada pembelajaran siklus II terjadi peningkatan kemampuan berbahasa dengan nilai rata-rata 3,24 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 80 %. Sedangkan dalam penilaian aktivitas siswa pada siklus I dengan nilai rata-rata 3,3 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 85 %. Pada siklus II penilaian aktivitas siswa dengan nilai rata-rata 3,35 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 90 %. Untuk penilaian observasi guru pada siklus I dengan nilai rata-rata 3,75 dan prosentase ketuntasan mencapai 75 %. Sedangkan pada siklus II dengan nilai rata-rata 4,25 dan prosentase ketuntasan belajar mencapai 85 %. Kata Kunci : Berbahasa,Bercerita tiga dimensi, Taman Kanak-kanak.Â