Aloysius Ranggabumi Nuswantoro
Unknown Affiliation

Published : 6 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Konservasi Media: Memori Kultural pada Media-Media Lama Nuswantoro, Aloysius Ranggabumi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : Jurnal Ilmu Komunikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.808 KB)

Abstract

Abstract: Technology boosts the emergence of new communication tools and also creates the dichotomy of old media and new media. At first, it seems like there is nothing wrong with the dichotomy. However, in the context of communication value and meaning, there may be something missing when old media are being abandoned. Not merely the physical manifestation of old media, but rather the work it that contains useful information for the current generation. As a result, today’s people are now losing the root of their thoughts in the past. Thus, conservation is frankly needed to preserve the cultural memory in societyAbstrak: Teknologi mendorong munculnya alat-alat komunikasi baru dan membuat dikotomi media lama dan media baru. Sekilas tidak ada yang salah dengan dikotomi tersebut dan konsekuensi yang menyertainya. Namun dalam konteks nilai dan makna komunikasi, ada sesuatu yang hilang ketika media lama ditinggalkan. Bukan semata-mata pada perwujudan fisik media lama, tetapi lebih kepada karya media lama yang memuat informasi berguna bagi generasi saat itu. Akibatnya orang zaman kini kehilangan jejak atau akar pikiran mereka di masa lalu. Maka konservasi media perlu dilakukan untuk mempertahankan memori kultural tersebut.
Politik Internet Indonesia: Ide Bebas Terhadap Perkembangan Politik, Ekonomi, dan Demokrasi Nuswantoro, Aloysius Ranggabumi
Jurnal Ilmu Komunikasi Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi, FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.707 KB)

Abstract

Internet mengubah kehidupan manusia, termasuk dalam berdemokrasi. Namun, di Indonesia yang mayoritas penduduknya miskin, internet masih dianggap barang mahal meskipun jika ditinjau dari teori layanan publik internet seharusnya disediakan oleh negara secara gratis. Akibatnya, akses warga dibatasi oleh modal, sarana, dan kewenangan pengelolaan frekuensi. Tulisan ini mendiskusikan politik internet di Indonesia, khususnya bagaimana teori dan konsep demokrasi dalam hubungannya dengan praktek berinternet. Pembahasan menitikberatkan pada dua bidang yakni politik (melalui studi kasus Rebelnet) dan ekonomi (melalui studi kasus internet dan kemunculan kelas menengah Indonesia).
Konservasi Media: Memori Kultural pada Media-Media Lama Nuswantoro, Aloysius Ranggabumi
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 11, No 2 (2014)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.808 KB) | DOI: 10.24002/jik.v11i2.412

Abstract

Abstract: Technology boosts the emergence of new communication tools and also creates the dichotomy of old media and new media. At first, it seems like there is nothing wrong with the dichotomy. However, in the context of communication value and meaning, there may be something missing when old media are being abandoned. Not merely the physical manifestation of old media, but rather the work it that contains useful information for the current generation. As a result, today’s people are now losing the root of their thoughts in the past. Thus, conservation is frankly needed to preserve the cultural memory in societyAbstrak: Teknologi mendorong munculnya alat-alat komunikasi baru dan membuat dikotomi media lama dan media baru. Sekilas tidak ada yang salah dengan dikotomi tersebut dan konsekuensi yang menyertainya. Namun dalam konteks nilai dan makna komunikasi, ada sesuatu yang hilang ketika media lama ditinggalkan. Bukan semata-mata pada perwujudan fisik media lama, tetapi lebih kepada karya media lama yang memuat informasi berguna bagi generasi saat itu. Akibatnya orang zaman kini kehilangan jejak atau akar pikiran mereka di masa lalu. Maka konservasi media perlu dilakukan untuk mempertahankan memori kultural tersebut.
Politik Internet Indonesia: Ide Bebas Terhadap Perkembangan Politik, Ekonomi, dan Demokrasi Nuswantoro, Aloysius Ranggabumi
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol 12, No 1 (2015)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.707 KB) | DOI: 10.24002/jik.v12i1.443

Abstract

Internet mengubah kehidupan manusia, termasuk dalam berdemokrasi. Namun, di Indonesia yang mayoritas penduduknya miskin, internet masih dianggap barang mahal meskipun jika ditinjau dari teori layanan publik internet seharusnya disediakan oleh negara secara gratis. Akibatnya, akses warga dibatasi oleh modal, sarana, dan kewenangan pengelolaan frekuensi. Tulisan ini mendiskusikan politik internet di Indonesia, khususnya bagaimana teori dan konsep demokrasi dalam hubungannya dengan praktek berinternet. Pembahasan menitikberatkan pada dua bidang yakni politik (melalui studi kasus Rebelnet) dan ekonomi (melalui studi kasus internet dan kemunculan kelas menengah Indonesia).
Konservasi Media: Memori Kultural pada Media-Media Lama Aloysius Ranggabumi Nuswantoro
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 11 No. 2 (2014)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (75.808 KB) | DOI: 10.24002/jik.v11i2.412

Abstract

Abstract: Technology boosts the emergence of new communication tools and also creates the dichotomy of old media and new media. At first, it seems like there is nothing wrong with the dichotomy. However, in the context of communication value and meaning, there may be something missing when old media are being abandoned. Not merely the physical manifestation of old media, but rather the work it that contains useful information for the current generation. As a result, today’s people are now losing the root of their thoughts in the past. Thus, conservation is frankly needed to preserve the cultural memory in societyAbstrak: Teknologi mendorong munculnya alat-alat komunikasi baru dan membuat dikotomi media lama dan media baru. Sekilas tidak ada yang salah dengan dikotomi tersebut dan konsekuensi yang menyertainya. Namun dalam konteks nilai dan makna komunikasi, ada sesuatu yang hilang ketika media lama ditinggalkan. Bukan semata-mata pada perwujudan fisik media lama, tetapi lebih kepada karya media lama yang memuat informasi berguna bagi generasi saat itu. Akibatnya orang zaman kini kehilangan jejak atau akar pikiran mereka di masa lalu. Maka konservasi media perlu dilakukan untuk mempertahankan memori kultural tersebut.
Politik Internet Indonesia: Ide Bebas Terhadap Perkembangan Politik, Ekonomi, dan Demokrasi Aloysius Ranggabumi Nuswantoro
Jurnal ILMU KOMUNIKASI Vol. 12 No. 1 (2015)
Publisher : FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (88.707 KB) | DOI: 10.24002/jik.v12i1.443

Abstract

Internet mengubah kehidupan manusia, termasuk dalam berdemokrasi. Namun, di Indonesia yang mayoritas penduduknya miskin, internet masih dianggap barang mahal meskipun jika ditinjau dari teori layanan publik internet seharusnya disediakan oleh negara secara gratis. Akibatnya, akses warga dibatasi oleh modal, sarana, dan kewenangan pengelolaan frekuensi. Tulisan ini mendiskusikan politik internet di Indonesia, khususnya bagaimana teori dan konsep demokrasi dalam hubungannya dengan praktek berinternet. Pembahasan menitikberatkan pada dua bidang yakni politik (melalui studi kasus Rebelnet) dan ekonomi (melalui studi kasus internet dan kemunculan kelas menengah Indonesia).