Dengan banyaknya perguruan tinggi yang ada, maka pertimbangan pengambilan keputusan untuk kuliah semakin banyak. Proses pengambilan keputusan dalam memilih perguruan tinggi termasuk dalam pengambilan keputusan yang luas karena terjadi untuk kepentingan khusus bagi konsumen atau untuk pengambilan keputusan yang membutuhkan tingkat keterlibatan yang tinggi misalnya pembelian produk–produk mahal, mengandung nilai prestis, dan dipergukanakan untuk waktu yang lama.Jenis pengambilan keputusan oleh para konsumen tersebut menjadi celah atau sebuah sumber persaingan bisnis. Persaingan bisnis tersebut menuntut perguruan tinggi harus mampu bersikap dan bertindak cepat & tepat dalam menghadapi persaingan di lingkungan bisnis yang bergerak sangat dinamis dan penuh dengan ketidakpastian.Perguruan tinggi dituntut bersaing secara kompetitif dalam hal menciptakan dan mempertahankan konsumen atau pun menumbuhkan minat beli atau minat mahasiswa untuk kuliah di perguruan tingginya.Minat pembelian ini menciptakan suatu motivasi yang terus terekam dalam benak calon mahasiswa dan menjadi suatu keinginan yang sangat kuat sehingga pada akhirnya ketika orang tersebut harus memenuhi kebutuhannya akan mewujudkan apa yang ada didalam benaknya itu.Sikap (attitudes) dan perilaku (behavior) yang merupakan tahap proses informasi. Keyakinan menunjukkan pengetahuan kognitif yang dimiliki konsumen dengan mengaitkan atribut, manfaat dan obyek (dengan mengevaluasi informasi), sementara itu sikap mengacu kepada perasaan atau respon efektifnya.Strategi pemasaran bisa disebut dengan serangkaian upaya yang ditempuh dalam rangka mencapai tujuan tertentu.Strategi pemasaran yang digunakan merupakan hal yang berhubungan dengan paradigma konsumen. Untuk mencapai hal itu, para pemasar harus menerapkan konsep pemasaran modern karena merupakan hal itu ujung tombak keberhasilan pemasaranKeyword : Strategi Pemasaran, Citra Institusi, Keputusan dan Mahasiswa