Rushendi Rushendi
Kementerian Pertanian

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KETERLIBATAN PERPUSTAKAAN KEMENTERIAN PERTANIAN DALAM PENGELOLAAN INFORMASI PUBLIK Rushendi Rushendi; Ceria Isra Ningtiyas
VISI PUSTAKA: Buletin Jaringan Informasi Antar Perpustakaan Vol 20, No 2: Agustus 2018
Publisher : Perpustakaan Nasional RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37014/visipustaka.v20i2.33

Abstract

The act No.14 of 2008 on Publict Information Openness is the government’s effort to organize and manage publict information more efficiently so that it is easy for the public to access information. Proffesional publict information management is an effort to develop information services for the publict. The library as a publict agency unit has duties to manage and to serve information request from the publict, as well as to cooperate with publict information services, PIO ( Publict Information Officer). The aim of the study was to find out the involvement of Ministry of Agriculture library in the management of publict information. This study was conducted from February to May 2018 using quantitative descriptive method data of 48 librarians / library staff as respondents. The variables observed include Respondent’s Involvement Level and Respondent’s Competency Level. The variables data were collected by survey method using Google from questionnare https://docs.google.com/forms distributed to each respondent throught Rank Sperman’s correlation test. The result show that half of the respondents were female with age 30-50 years old. Most of them were pustakawan ahli pertama (first expers librarian) who had 10 years of services and were mostly from Research Centre, Research Institute and AIAT (Assesment Institute for Agriculture Technology). Almost all libraries are involved in PIO activities. The involvment of the librarian / librari staffs to PIO at the level of knowledge, understanding and expertise was relatively high; but tended to be standard in behaviour. Based on spearmen’s correlation test, there is a significant correlation between the competence of librarian/library staff and the involvement in PIO. The role of PIO should be more developed through socialization, workshop and training of PIO in Ministryof Agriculture.
Persepsi Pustakawan Kementerian Pertanian terhadap Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya Rushendi Rushendi
Media Pustakawan Vol 25, No 1 (2018): Maret
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.788 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v25i1.192

Abstract

Abstrak Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya merupakan sarana mempermudah dan memperlancar pelaksanaan pengajuan daftar usul penetapan angka kredit (DUPAK) bagi pustakawan, yang berisi penjelasan rinci tentang kegiatan pustakawan, pembinaan karier pustakawan, angka kredit pustakawan, dan tim penilai pustakawan. Permasalahan dihadapi Pustakawan Kementerian Pertanian dalam pengajukan DUPAK belum adanya kesamaan persepsi, kesulitan memahami prosedur, tidak adanya motivasi, dan belum memahami benar setiap unsur kegiatan. Tujuan dari pengkajian untuk menyamakan persepsi di tingkat Pustakawan Kementerian melalui sikap, motivasi, dan harapan pribadi serta mengidentifikasi butir-butir kegiatan yang perlu ditambah terhadap Perka Perpusnas No. 11 Tahun 2015 mengenai petunjuk teknis Jabatan Fungsional Pustakawan dan Angka Kreditnya lingkup Kementerian Pertanian. Pengkajian dilaksanakan bulan Juli-Agustus 2017 dengan metode survei bersifat deskriptif kuantitatif dengan pendekatan kualitatif. Populasi adalah Pustakawan Kementerian Pertanian berjumlah 137 orang, penentuan sampel menggunakan rumus Slovin dengan taraf kelonggaran 10% dengan jumlah sampel sebanyak 58 pustakawan. Hasil kajian menunjukkan sikap pustakawan pada unsur pengelolaan perpustakaan, pelayanan perpustakaan, pengembangan sistem kepustakawan, pengembangan profesi dan kegiatan penunjang kepustakawanan kategori baik dan sesuai dengan pekerjaan di Perpustakaan, namun unsur pengembangan sistem kepustakawanan, pengembangan profesi dan penunjang kepustakawanan cukup keberpihakan pada perpustakaan Kementerian Pertanian. Motivasi pustakawan dalam mengajukan DUPAK pada unsur kegiatan pengembangan profesi kategori sangat tinggi, tetapi unsur kegiatan penunjang kepustakawan motivasinya berkategori sedang. Harapan pustakawan terkait dengan angka kreditnya sesuai yang diharapkan namun perlu ditambah pada unsur-unsur kegiatannya dan jumlah angka kreditnya serta dapat disesuaikan dengan kegiatan yang ada di Perpustakaan Kementerian Pertanian.
Peran Perpustakaan Pertanian dalam Kegiatan Repositori Kementerian Pertanian untuk Menghadapi Revolusi 4.0 Rushendi Rushendi
Media Pustakawan Vol 26, No 2 (2019): Juni
Publisher : Perpustakaan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (397.526 KB) | DOI: 10.37014/medpus.v26i2.183

Abstract

Abstrak Perkembangan perpustakaan di Indonesia cepat berkembang, Perpustakaan Pertanian harus berkontribusi dalam penelitian pertanian berbasis digital untuk menciptakan repositori Kementerian Pertanian. Tujuan penelitian untuk mengetahui peran perpustakaan pertanian dalam kegiatan repositori Kementerian Pertanian. Penelitian didesain secara deskriptif korelasional metode survei. Populasi Pustakawan/Pengelola Perpustakaan berjumlah 116 melalui teknik pengambilan sampel rumus Slovin dengan sampel 34 responden. Teknik pengumpulan data melalui kuesioner online Google Form bit.ly/2OOTNoP. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dan inferensial dengan pengolahan data menggunakan SPSS22 yang dilaksanakan pada Agustus–Desember 2018. Hasil penelitian menunjukkan pustakawan/ pengelola perpustakaan berperan ikut andil dalam proses repositori; koleksi digitalnya dapat mendorong pengembangan repositori; koleksi perpustakaan disimpan dalam bentuk digital dan perpustakaan dilibatkan dalam updating kegiatan repositori; perpustakaan terlibat dalam proses distribusi repositori; dan struktur transfer koleksi digital sebagai pengetahuan. Tampilan repositori sesuai dengan jenis website lembaga induknya; formatnya sesuai dengan standar website pada umumnya, tetapi dalam menyediakan informasi dapat dipercaya; dan kualitas interaksi repositori aman dalam menyampaikan dan melengkapi data koleksinya. Efektivitas informasi repositori yaitu mudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan pemustaka; dapat meningkatkan kinerja layanan perpustakaan; teknologi informasi repositori mempermudah dalam pengolahan dan penyimpanan koleksi; dan sebagai sarana resource sharing koleksi, sebagai sumber pengetahuan berbasis eletronik; dan perlu mendapatkan bimbingan teknis yang berhubungan dengan repositori. Pustakawan; Perpustakaan eselon 2; Komoditas Perkebunan, Hortikultura, Peternakan, Tanaman Pangan; dan Database berperan dalam kegiatan pengembangan respositori Kementerian Pertanian. Pustakawan/pengelola perpustakaan terlibat kegiatan digitalisasi dan dapat mendorong pengembangan Repositori Kementerian Pertanian; tampilan repositori pertanian sesuai jenis website dan informasinya menambah pengetahuan; dan format informasi sesuai dengan lembaga induknya. Abstract The development of libraries in Indonesia is rapidly developing, the Agricultural Library must contribute to digital-based agricultural research to create a repository of the Ministry of Agriculture. The research objective was to determine the role of agricultural libraries in the repository activities of the Ministry of Agriculture. The study was designed in a descriptive correlational survey method. The population of Library Librarians / Managers amounted to 116 throughsampling techniques of Slovin formula with a sample of 34 respondents. Techniques for collecting data through the Google Form online questionnaire bit.ly/2OOTNoP. Data were analyzed quantitatively and inferentially by processing data using SPSS22 conducted in August-December 2018. The results showed that librarians / library managers had a role in contributing to the repository process; its digital collection can encourage the development of repositories; library collections are stored in digital form and libraries are involved in updating repository activities; libraries involved in the repository distribution process; and the structure of digital collection transfers as knowledge. Display repository according to the type of website of the parent institution; the format is in accordance with website standards in general, but in providing reliable information; and the quality of repository interactions is safe in delivering and completing data collection. The effectiveness of the repository information is that it is easy to get the information needed by the user; can improve the performance of library services; repository information technology makes it easy to process and store collections; and as a means of collection resource sharing, as an electronic source of knowledge; and need to get technical guidance related to the repository. Librarian; Echelon 2 Library; Plantation, Horticulture, Animal Husbandry, Food Crops Commodities; and Databases play a role in the development activities of the Ministry of Agriculture respository. Library librarians managers are involved in digitalization activities and can encourage the development of the Ministry of Agriculture Repository; display of agricultural repositories according to the type of website and information add to knowledge; and format of information in accordance with the parent institution