Umi Salamah
STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENJAMINAN MUTU PENILAIAN PENDIDIKAN Umi Salamah
Evaluasi: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 2, No 1 (2018): EVALUASI-edisi MARET
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/evaluasi.v2i1.79

Abstract

Standar Penilaian Pendidikan adalah kriteria mengenai mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaian hasil belajar peserta didik. Standar penilaian oleh pendidik menurut BSNP mencakup standar umum, standar perencanaan, standar pelaksanaan, standar pengolahan dan pelaporan hasil penilaian serta standar pemanfaatan hasil penilaian. Masing-masing standar ini memiliki prinsip-prinsip dan kriteria yang ditetapkan oleh BSNP. Sementara itu, penilaian hasil belajar yang dilakukan oleh satuan pendidikan memiliki dua standar pokok yang harus diperhatikan, yaitu: standar penentuan kenaikan kelas dan standar penentian kelulusan.
PENGAJARAN MENGGUNAKAN METODE KAISA DALAM MENGHAFAL AL QURAN PADA ANAK Umi Salamah
Ta`Limuna: Jurnal Pendidikan Islam Vol 7, No 2 (2018): edisi SEPTEMBER
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.728 KB) | DOI: 10.32478/talimuna.v7i2.186

Abstract

Metode kaisa adalah cara menghafal al-Quran yang berorientasi pada hafalan dan pemahaman ayat al-Quran beserta artinya melalui gerakan atau kinestetik yang disesuaikan dengan arti setiap ayat sehingga memberikan kemudahan santri untuk memahami dan mengingat setiap ayat al-Quran yang diberikan. Tahapan metode kaisa : Guru memberi salam, menyiapkan atau memberi aba-aba kepada santri persiapan proses belajar mengajar, presensi kehadiran santri, membaca basmalah dan doa sebelum belajar, Murojaah atau mengulang hafalan, tambahan hafalan dengan membaca ayat perkata dengan gerakan/kinestetik, menjelaskan hukum tajwid serta maknanya/tafsirnya, santri melafalkan ayat secara berulang-ulang sampai ayat tersebut dihafal, satu per satu santri melafalkan ayat sesuai hukum tajwidnya dan menerjemahkan per kata, guru menyimak hafalan ayat yang dihafalkan oleh masing-masing santri, guru membenarkan jika ada kesalahan dengan hukum tajwid serta artinya, setelah ayat pertama dihafal, guru membimbing santri untuk lanjut ke ayat berikutnya dengan perlakuan yang sama, merefleksi pembelajaran dengan memberi game sambung ayat (yaitu hafalan surat-surat secara berkesin- ambungan), penutup pembelajaran dengan doa senandung al-Quran dan doa kafaratul majelis secara berjamaah.
MANAJEMEN BUDAYA SEKOLAH UNTUK MEMBANGUN PENDIDIKAN KARAKTER DI SEKOLAH DASAR: WAWASAN DAN TANTANGAN Umi Salamah
Evaluasi : Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 9 No. 1 (2025): Evaluasi-Edisi Maret
Publisher : STAI Ma'had Aly Al-Hikam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32478/5zf6ec65

Abstract

Pendidikan karakter memainkan peran penting dalam membentuk perkembangan moral dan etika siswa sekolah dasar. Studi ini mengeksplorasi bagaimana budaya sekolah dapat dikelola untuk mempromosikan pendidikan karakter di sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, studi ini menggunakan wawancara dengan para pemimpin sekolah, observasi terhadap kegiatan sekolah, dan analisis dokumen. Temuan penelitian mengungkapkan bahwa budaya sekolah, termasuk ritual harian, praktik budaya, dan panutan guru, secara signifikan memengaruhi pengembangan karakter. Namun, tantangan seperti keterbatasan sumber daya, keterlibatan orang tua yang tidak konsisten, dan kurangnya sistem evaluasi formal telah diidentifikasi. Faktor-faktor ini menghambat realisasi penuh program pendidikan karakter. Studi ini berkontribusi pada literatur yang ada dengan menyoroti sentralitas budaya sekolah dalam menumbuhkan sifat-sifat karakter positif dan menekankan perlunya peningkatan keterlibatan orang tua dan mekanisme evaluasi formal. Penelitian ini menunjukkan bahwa studi masa depan harus fokus pada eksplorasi strategi yang efektif untuk melibatkan orang tua dan mengembangkan alat penilaian sistematis untuk mengukur dampak pendidikan karakter.
Internalisasi Nilai Agama dalam Edukasi Cuci Tangan pada Anak Umi Salamah; Sa’dun Akbar
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Tipis Wiring Vol 5 No 1 (2026): Tepis Wiring: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unversitas Islam Raden Rahmat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33379/tepiswiring.v5i1.9613

Abstract

This study examines the internalization of religious values ​​in handwashing education for children, with a focus on its implications for faith-based health education. The primary objective of this study was to improve the knowledge and skills of children at the Ngenep TPQ regarding proper handwashing, by integrating Islamic teachings on hygiene as part of worship. The method is ABCD used involved training and counseling that combined practical demonstrations, the use of visual materials, and the teaching of religious values. Key findings include a significant increase in children's handwashing knowledge and skills, as well as a deeper understanding of hygiene as part of faith. Comparative analysis with existing literature indicates that a faith-based approach to handwashing education increases children's motivation and compliance, distinguishing this study from previous studies that focused solely on medical aspects. A unique contribution of this study is the incorporation of religious values ​​into health education, which demonstrated a positive impact on fostering healthy habits. The practical implications of this study are significant, suggesting the implementation of faith-based education in health programs at religious educational institutions and opening up opportunities for further research on the integration of religious teachings with health education in other communities. Overall, this research advances the understanding of faith-based health education, providing new insights and potential applications in the field of children's health and hygiene education.