M Hudori
Program Studi Manajemen Logistik, Politeknik Kelapa Sawit Citra Widya Edukasi, Bekasi, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Perbandingan Antara Kondisi Persediaan Aktual Bahan Bakar Minyak Solar dan Menggunakan Konsep Safety Stock dan Reorder Point M Hudori
Industrial Engineering Journal Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Faculty of Engineering, Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53912/iejm.v8i1.374

Abstract

Pada umumnya, sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit kurang cermat dalam melakukan pengendalian persediaan bahan bakar minyak ini, sehingga sering terjadi kondisi kekurangan persediaan atau kelebihan persediaan secara ekstrim. Hal ini akan menyebabkan terjadinya inefisiensi biaya persediaan. Dampaknya adalah biaya overhead menjadi lebih tinggi dan inventory turn over menjadi lebih rendah. Keterbatasan jumlah pemasok dan jarak lokasi perusahaan dari pemasok menjadi alasan dari kondisi tersebut. Padahal, jika perusahaan mau menerapkan sistem atau metode pengendalian persediaan yang tepat, seperti konsep safety stock dan reorder point, maka kondisi tersebut dapat teratasi. Konsep ini dapat digunakan untuk berbagai kondisi permintaan atau kebutuhan dan berbagai kondisi waktu kedatangan pesanan (lead time). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan antara kondisi aktual persediaan bahan bakar minyak solar dan menggunakan konsep safety stock dan reorder point. Penelitian ini merupakan penelitian analisis kuantitatif, yaitu merupakan telaah ilmiah untuk melihat perbandingan antara kondisi persediaan bahan bakar minyak solar di sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit yang dikelola secara apa adanya dengan kondisi apabila pengelolaannya dilakukan dengan konsep safety stock dan reorder point. Hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan konsep safety stock dan reorder point tersebut akan dapat menurunkan tingkat persediaan, meningkatkan inventory turn over dan menurunkan waktu penyimpanan secara signifikan. Penerapan konsep tersebut juga akan menghemat anggaran belanja bahan bakar minyak solar dan menurunkan resiko kehilangan dan kerusakan bahan bakar tersebut.