Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EVALUASI KAPASITAS KALI BORO SURAKARTA Ribur Aritonang; Sobriyah Sobriyah; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37588

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Kali Boro termasuk bagian daerah pengaliran Bengawan Solo, yang mempunyai luas 143,83 Ha dan panjang Kali Boro adalah 1.475,50 m. Curah hujan harian maksimum yang memiliki kecenderungan naik pada 15 (lima belas) Tahun terakhir di DAS Bengawan Solo Hulu, banyaknya pemukiman warga yang masuk ke badan sungai dan pengaruh tata guna lahan menyebabkan limpasan air permukaan tinggi dan genangan air di DAS Kali Boro.Penelitian yang dilakukan menggunakan metode Deskriptif Evaluatif, dimana objek penelitian ini adalah DAS Kali Boro.Penelitian ini untuk mengetahui Kapasitas Kali Boro dengan bantuan software HEC-RASversi 4.1.0 ketika Pintu Air Pucang Sawit dibuka. Selanjutnya, dilakukan evaluasi volume tampung Kali Boro terhadap volume air rencana yang terjadi selama durasi hujan jika pintu air Pucang Sawit di hilir Kali Boro ditutup. Hasil analisis program HEC-RAS versi 4.1.0menunjukkan bahwa kapasitas maksimum Kali Boro jika Pintu Air Pucang Sawit dibuka berada pada debit Q = 10,175 m3/dt. Volume tampung Kali Boro pada saat pintu air Pucang Sawit ditutup dan Pompa Air Pucang Sawit tidak dapat dioperasikan sebesar 12.720,60m3.
ANALISIS TARIF SEWA RUSUNAWA JURUG BERDASARKAN ABILITY TO PAY (ATP) DAN WILLINGNESS TO PAY (WTP) Fata Hanifa; Adi Yusuf Muttaqien
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37594

Abstract

Permasalahan sosial yang dihadapi oleh kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi yaitu munculnya pemukiman kumuh kawasan perkotaan yang harus segera diatasi. Salah satu solusi yang ditempuh yaitu dengan membangun rumah susun sederhana sewa (Rusunawa). Rusunawa tersebut ditujukan untuk masyarakat yang tinggal di pemukiman kumuh dan mayarakat berpenghasilan rendah, namun tidak semua masyarakat bebas untuk menempati Rusunawa tersebut melainkan masyarakat yang memenuhi persyaratan yang telah ditetapkan diantaranya adalah masyarakat dengan penghasilan kurang dari Rp 2.500.000,- per bulan, dan masyarakat yang tinggal di kawasan pemukiman kumuh yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Untuk itu diperlukan analisis guna mengetahui apakah pemanfaaatan Rusunawa Jurug sudah tepat sasaran ditinjau dari analisis ability to pay dan analisis willingness to pay terhadap tarif yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan cara mengamati kemampuan dan kemauan penghuni Rusunawa Jurug dalam membayar tarif sewa. Data diperoleh melalui penyebaran kuisioner kepada seluruh penghuni Rusunawa Jurug. Kemudian dilakukan analisis untuk mengetahui nilai ATP dan WTP. Hasil analisis tarif sewa Rusunawa Jurug berdasarkan ATP menunjukkan bahwa tingkat kemampuan membayar tarif sewa para penghuni Rusunawa masih jauh dibawah tarif yang berlaku. Sedangkan, analisis WTP menunjukkan bahwa penghuni Rusunawa mempunyai kemauan membayar tarif sewa mendekati tarif yang berlaku. Berdasarkan kriteria syarat penghasilan, terdapat 20 responden yang berpenghasilan lebih dari Rp 2.500.000/bulan. Sedangkan kriteria syarat daerah asal, terdapat 7 responden yang berasal dari luar Surakarta, serta terdapat 59 ruang yang tidak dihuni sebagaimana mestinya. Jadi, perlu dilakukan evaluasi terhadap pemanfaatan Rusunawa agar lebih tepat sasaran.