Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

RAGAM BAHASA DALAM PERSPEKTIF ALKITAB [LANGUAGE VARIETY FROM A BIBLICAL PERSPECTIVE] Jonter Pandapotan Sitorus
Polyglot Vol 14, No 2 (2018): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v14i2.809

Abstract

Language variety is considered an integral part of human beings as the rightful owners of the language. However, due to scientfic developments, it seems that our understanding of language variety is only focused on the ability to create language varieties. Man forgets his nature as a creature and that there is a Creator who created all things on earth, including languages and their varieties. Therefore, the scientific view of language variety must be corrected using the Biblical perspective so that we as believers, created in God's image (imago dei), do not misunderstand that language variety occurs not because of man's creativity but because of God's grace and prophecy set forth in the writings and genres of the Bible long before language variety was a term used by science.  BAHASA INDONESIA ABSTRAK: Ragam bahasa menjadi salah satu bagian yang tidak terpisahkan dengan manusia sebagai pemilik sah dari bahasa tersebut. Namun, akibat perkembangan ilmu pengetahuan, tampaknya pemahaman ragam bahasa sering sekali dititikberatkan pada kemampuan manusia itu menciptakan ragam bahasa. Manusia melupakan kodratnya sebagai ciptaan bahwa masih ada pencipta yang mengakibatkan segala sesuatu yang ada di dunia ini termasuk juga dengan bahasa dan ragam bahasa dapat terjadi. Oleh karena itu, pandangan ilmu pengetahuan akan ragam bahasa harus diluruskan melalui pandangan ragam bahasa dalam perspektif Alkitab agar kita sebagai orang yang percaya dan sebagai gambar dan rupa Allah (imago dei) tidak salah memahami bahwa ragam bahasa dapat terjadi bukan karena hasil kreativitas manusia, melainkan karena anugerah Tuhan dan nubutan Tuhan yang telah termaktub di dalam Alkitab jauh sebelum kita mengenal istilah ragam bahasa menurut ilmu pengetahuan dengan segudang penulisan  ragam bahasa dan genre yang ada di dalam Alkitab.
Dampak Natur Manusia Berdosa melalui Munculnya Keterbuaian pada Aspek Penggunaan Bahasa [The Impact of Man's Sinful Nature in The Use of Language] Jonter Pandapotan Sitorus
Diligentia: Journal of Theology and Christian Education Vol 2, No 1 (2020): January
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/dil.v2i1.2085

Abstract

The objective of this study is to understand the impact of man’s sinful nature as an inborn trait in humanity. The sinful nature of man becomes more complex in every aspect of his life. The method used in this research is literature study which seeks to analyze relevant bibliographies on several forms of human infatuation as the result of man’s sinful nature. From this study, it can be concluded that there are several forms of sinful human infatuation i.e. infatuation in the aspect of religion and God, in the aspect of technology and culture, and in the aspect of language and its application. But the emphasis here is on the infatuation in the aspect of language usage in the Indonesian context. One reason for this is that most people in our society tends to have greater love and pride in foreign languages. Such attitude in linguistics is known as xenoglosofilia. The impact of this infatuation on foreign languages is a lack of respect for one’s own native language, viewing it as less prestigious compared to other languages.
MITIGASI TINDAKAN PLAGIAT DALAM PENULISAN KARYA ILMIAH DI SMK KATOLIK ST. MIKAEL SURAKARTA Jonter Pandapotan Sitorus; Christina Purwanti; Hanna Suteja; C.Kiky Puspita; Kusman Sudarja
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 5 (2022): PERAN PERGURUAN TINGGI DAN DUNIA USAHA DALAM AKSELERASI PEMULIHAN DAMPAK PANDEMI
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v5i0.1479

Abstract

Plagiat merupakan salah satu tindakan malakademik yang berdampak buruk pada kualitas karya tulis yang dihasilkan. Di kalangan siswa plagiat seakan menjadi sebuah budaya atau kebiasaan yang sangat sulit dihilangkan karena berbagai macam alasan. Fenomena plagiat terjadi di kalangan siswa SMK Katolik St.Mikael Surakarta. Oleh karena itu, diperlukan mitigasi dini dan tindakan konkret agar plagiat dapat diminimalisasi. Oleh karena itu, tujuan PkM ini adalah memberikan wawasan kepada siswa SMK Katolik St. Mikael Surakarta dengan memberikan webinar tentang pengenalan dan pembelajaran tentang hal-hal yang mendasari suatu tindakan plagiat sehingga para siswa menyadari praktik akademik yang baik dan cara yang tepat untuk menghindari plagiat. Adapun hasil yang diperoleh dari kegiatan pengabdian ini antara lain (1) siswa mendapatkan pemahaman yang lebih jelas tentang plagiat yang terbukti dari perbedaan hasil pretes dan postes yang diberikan, (2) siswa semakin mengenal jenis kutipan yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung serta mengetahui prinsip dan model-model sitasi yang tepat, (3) siswa mendapatkan pemahaman yang utuh tentang prinsip dan teknis melakukan parafrasa, dan (4) siswa mendapatkan cara lain untuk meminimalisasi tindakan plagiat dengan cara OCIE (Observation, Citation, Interpretation, Evaluation) Kata Kunci: Karya Tulis Ilmiah, Plagiat, SMK Katolik St. Mikael Surakarta
THE USE OF VERBAL REPERTOIRE IN THE HUMAN STATUS AS THE IMAGO DEI AND GOD’S KINGDOM COMMUNITY Jonter Pandapotan Sitorus
Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara Vol. 7 No. 1 (2019): January
Publisher : Jurnal Theologia Forum STFT Surya Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (219.475 KB)

Abstract

Originally, Christians are created according to God’s image - imago dei – which indicates that God’s attributes also live and exist in the life of His people. Furthermore, while living here on earth, Christians have two status. The First is the status as a citizen in this world. The Second is the status as the citizen of the Kingdom of God. As this world’s citizen, human beings have rights and responsibilities toward the government in which they live. Their citizenship has been arranged according to the rule of the specific country. As the citizen of the Kingdom of Godthrough the grace of God that has chosen His people, human beings have to pay attention to their communication ability especially the ability to use the language and its variations, known as verbal repertoire. The usage of verbal repertoire is expected to glorify God in the communication individually and collectively as a community. Moreover, human beings, as imago dei and the people of God’s Kingdom, have to use verbal repertoire to be a blessing for other people and draw to God those who live far from Him through their verbal testimonies. Key words: Imago Dei, verbal repertoire, people of the Kingdom of God.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA MELALUI LOMBA CIPTA – BACA PIDATO DAN BERITA PADA SISWA SMP NEGERI 2 PLUPUH SRAGEN JAWA TENGAH Sitorus, Jonter Pandapotan; Purwanti, Christina; Sudarja, Kusman; Puspita A, Kiky; Suteja, Hanna
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 6 (2023): INOVASI PERGURUAN TINGGI & PERAN DUNIA INDUSTRI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL & EK
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v6i0.1862

Abstract

Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia. Bangsa Indonesia yang majemuk dan beragam dari etnis, bahasa, dan ras disatukan dengan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional. Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara yang wajib digunakan dalam kegiatan pemerintahan, program pemerintah, undang-undang, termasuk menjadi bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Bahasa Indonesia diajarkan dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran tidak hanya diajarkan kontennya, tetapi juga perlu diuji kompetensinya sehingga keterampilannya dapat diaplikasikan baik pada ragam ilmiah maupun juga dalam ragam sastra. Keterampilan menggunakan bahasa Indonesia pada ragam ilmiah dan ragam sastra wajib ditingkatkan melalui pelatihan dan perlombaan. Hal ini yang memotivasi dosen mata kuliah Bahasa Indonesia melakukan PkM bekerja sama dengan SMP N 2 Plupuh Sragen, Jawa Tengah untuk melatih dan melombakan keterampilan berbahasa Indonesia khususnya dalam keterampilan berbahasa menulis dan berbicara. Berdasarkan PkM yang terlaksana (1) siswa mendapat pemahaman tentang penulisan teks berita dan penulisan pidato, (2) siswa dapat mempraktikkan menulis teks berita dan teks pidato secara tepat, (3) siswa dapat berpidato dan membacakan teks berita secara tepat.
PENINGKATAN KETERAMPILAN BERBAHASA SISWA DAN PEMANFAATAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA GURU KRISTEN DOREA Sitorus, Jonter Pandapotan; Sudarja, Kusman; Purwanti, Christina; Hananto, Hananto
Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR) Vol 7 (2024): PKMCSR2024: Kolaborasi Hexahelix dalam Optimalisasi Potensi Pariwisata di Indonesia: A
Publisher : Asosiasi Sinergi Pengabdi dan Pemberdaya Indonesia (ASPPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37695/pkmcsr.v7i0.2282

Abstract

Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan bangsa Indonesia. Selain itu, Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara yang wajib digunakan dalam kegiatan pemerintahan, program pemerintah, undang-undang, termasuk menjadi bahasa pengantar dalam dunia pendidikan. Bahasa Indonesia diajarkan dari tingkat sekolah dasar sampai perguruan tinggi. Bahasa Indonesia sebagai mata pelajaran tidak hanya diajarkan kontennya, melaikan juga perlu diuji kompetensinya sehingga keterampilannya dapat diaplikasikan baik pada ragam ilmiah maupun juga dalam ragam sastra. Keterampilan penggunakan bahasa Indonesia pada ragam ilmiah dan ragam sastra wajib ditingkatkan melalui pelatihan dan perlombaan. Hal ini yang memotivasi dosen mata kuliah bahasa Indonesia melakukan pengabdian kepada masyarakat bekerja sama dengan Sekolah Kristen Dorea, Gunung Sindur untuk melatih dan melombakan keterampilan berbahasa Indonesia yang baik dan benar dalam ragam ilmiah dan ragam sastra. Siswa dimotivasi untuk mengikuti lomba menulis karya tulis ilmiah, berpidato, menulis cerpen, menulis dan membaca puisi. Selain untuk siswa, Program PkM juga meningkatkan kemampuan guru dalam penguasaan TIK. Hal ini penting karena salah satu faktor yang menentukan efektivitas pembelajaran keterampilan guru dalam pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam proses pembelajaran di era digital. Pelibatan teknologi dalam proses belajar mengajar tentu akan menambah ketertarikan dan keefektifan siswa dalam belajar. Hal itu guna mendorong keterampilan guru dalam penguasaan TIK.
ANALISIS PENGGUNAAN CAMPUR KODE MAHASISWA MELALUI PESAN WHATSAPP DAN SUREL SEBAGAI IMPLIKASI DARI XENOGLOSOFILIA [ANALYSIS ON STUDENTS' CODE-MIXING USAGE THROUGH WHATSAPP MESSAGE AND EMAIL AS AN IMPLICATION OF XENOGLOSSOPHILIA] Sitorus, Jonter Pandapotan
Polyglot Vol 21 No 2 (2025): July
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/pji.v21i2.10004

Abstract

Language contact is one of the reasons for one's language variety or variation. The use of variation will also depend on the language attitude, whether it is included in a positive or negative language attitude toward a language. One of the languages in question is Indonesian, which is often mixed with words from foreign languages, especially English, thus violating the language codes of the variety used. This is known as code mixing. This study uses a survey method to find out the language attitudes of students at one of the private universities in Tangerang towards Indonesian and an observation method through the Simak Libat Cakap (SLC) technique to analyze the forms of student code-mixing. Based on the study's results, students still maintain a positive attitude towards the language, as evidenced by their pride in the Indonesian language. The findings of code mix used, such as the words text, quiz, error, submit, online class, upload, join, and others. Thus, from the results of the analysis of the forms of student code mix, it is evident that the phenomenon of xenoglossophilia occurs. Abstrak Bahasa Indonesia Kontak bahasa menjadi salah satu alasan terjadinya ragam atau variasi bahasa seseorang. Penggunaan variasi itu pun akan bergantung pada sikap berbahasanya apakah termasuk dalam sikap bahasa positif atau negatif pada suatu bahasa. Salah satu bahasa yang dimaksud adalah bahasa Indonesia yang kerap kali dicampuradukkan dengan kata-kata dari bahasa asing sehingga menyalahi kode-kode bahasa dari ragam yang digunakan. Hal inilah yang dikenal dengan istilah campur kode. Penelitian ini menggunakan metode survei untuk mengetahui sikap bahasa mahasiswa UPH terhadap bahasa Indonesia dan metode observasi melalui teknik Simak Libat Cakap (SLC) untuk menganalisis bentuk-bentuk campur kode mahasiswa UPH. Berdasarkan hasil penelitian, mahasiswa UPH tergolong memiliki sikap bahasa positif berupa sikap bangga terhadap bahasa Indonesia. Akan tetapi, dari hasil analisis bentuk-bentuk campur kode mahasiswa UPH, mengimplikasikan bahwa fenomena xenoglosofilia benar-benar terjadi.
EDUKASI LITERASI BACA-TULIS MELALUI PELATIHAN DAN PERLOMBAAN PENULISAN—PEMBACAAN CERPEN PADA SISWA SDN 5 TIGARAKSA Sitorus , Jonter Pandapotan; Sibarani, Debora Pratiwi; Purwanti , Christina; Sudarja, Kusman; Sutedja, Hanna
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): OCTOBER
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.9812

Abstract

Kecakapan literasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia karena kecakapan itu akan membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik. Tantangan yang terjadi adalah kecakapan literasi khususnya di Indonesia masih menjadi perhatian penting karena nyatanya hasil dari kecakapan literasi masih terhitung rendah. Kenyataan itu juga terjadi pada siswa SDN 5 Tigaraksa Tangerang. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kecakapan literasi baca-tulis khususnya kepada peserta didik. Bentuk literasi baca-tulis yang dimaksudkan dapat ditempuh melalui pembagian informasi dalam bentuk pelatihan dan perlombaan. PkM telah dilaksanakan menjadi sarana dan wadah penting bagaimana peserta didik langsung mendapatkan informasi penting dari literasi baca-tulis, memberikan ruang untuk melatih kemampuan melalui penulisan cerpen dengan gabungan teknik penulisan Pentigraf-Cilukba, dan memberikan ruang untuk menghasilkan karya cerpen dan membacakannya dengan teknik membaca cerpen nyaring dan kreatif. Berdasarkan pelaksanaan PkM di SDN 5 Tigaraksa Tangerang, disimpulkan adanya sikap antusias siswa dalam mengikuti pelatihan literasi baca-tulis melalui pembacaan dan penulisan cerpen tiga paragraf (pentigraf). Hasil lomba penulisan dan pembacaan pentigraf menunjukkan adanya potensi yang baik pada peserta didik karena mampu menuliskan pentigraf dan membacakan pentigraf sesuai dengan rubrik yang telah ditentukan.
EDUKASI LITERASI BACA-TULIS MELALUI PELATIHAN DAN PERLOMBAAN PENULISAN—PEMBACAAN CERPEN PADA SISWA SDN 5 TIGARAKSA Jonter Pandapotan Sitorus; Debora Pratiwi Sibarani; Christina Purwanti; Kusman Sudarja; Hanna Sutedja
Jurnal Sinergitas PKM & CSR Vol. 9 No. 2 (2025): February
Publisher : Universitas Pelita Harapan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19166/jspc.v9i2.9812

Abstract

Kecakapan literasi menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan manusia karena kecakapan itu akan membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik. Tantangan yang terjadi adalah kecakapan literasi khususnya di Indonesia masih menjadi perhatian penting karena nyatanya hasil dari kecakapan literasi masih terhitung rendah. Kenyataan itu juga terjadi pada siswa SDN 5 Tigaraksa Tangerang. Oleh karena itu, perlu dilakukan peningkatan kecakapan literasi baca-tulis khususnya kepada peserta didik. Bentuk literasi baca-tulis yang dimaksudkan dapat ditempuh melalui pembagian informasi dalam bentuk pelatihan dan perlombaan. PkM telah dilaksanakan menjadi sarana dan wadah penting bagaimana peserta didik langsung mendapatkan informasi penting dari literasi baca-tulis, memberikan ruang untuk melatih kemampuan melalui penulisan cerpen dengan gabungan teknik penulisan Pentigraf-Cilukba, dan memberikan ruang untuk menghasilkan karya cerpen dan membacakannya dengan teknik membaca cerpen nyaring dan kreatif. Berdasarkan pelaksanaan PkM di SDN 5 Tigaraksa Tangerang, disimpulkan adanya sikap antusias siswa dalam mengikuti pelatihan literasi baca-tulis melalui pembacaan dan penulisan cerpen tiga paragraf (pentigraf). Hasil lomba penulisan dan pembacaan pentigraf menunjukkan adanya potensi yang baik pada peserta didik karena mampu menuliskan pentigraf dan membacakan pentigraf sesuai dengan rubrik yang telah ditentukan.
Literasi Digital: Kontribusi dan Tantangan dalam Keterampilan Menulis Jonter Pandapotan Sitorus
ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya Vol. 2 No. 2 (2019): ALFABETA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
Publisher : Universitas Insan Budi Utomo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33503/alfabeta.v2i2.1248

Abstract

Kajian literasi semakin sering dibicarakan khususnya literasi digital yang sering juga dikaitkan dengan keterampilan menulis. hal itu karena sejatinya menulis adalah suatu usaha untuk menuangkan ide atau sebuah gagasan kepada orang lain. Penuangan ide itu tidak terlepas dari kemampuan seseorang dalam menulis yang harus mempertimbangkan integritas dalam tulisannya. Namun, di tengah-tengah perkembangan teknologi dan informasi saat ini, kegiatan menulis justru memberikan kontribusi dan sekaligus tantangan bagi para calon penulis. Kontribusi yang dimaksud utamanya menyediakan sumber-sumber yang dapat memperkaya ide dalam penulisan. Sebaliknya, tantangan yang dimaksud dapat berupa (1) iidak ada niat atau gairah menulis, (2) ada niat, tetapi selalu merasa tidak tepat waktunya untuk menulis, (3) merasa tidak tahu apa yang akan ditulis (tataran ide), (4) takut salah, merasa tidak bermutu (tataran teknis dan konten), (5) pengaruh perhatian terhadap hal-hal yang tidak produktif, (6) tidak dapat memanfaatkan teknologi secara tepat guna.Khususnya jika tulisan itu berkategori tulisan karya ilmiah. Oleh karena itu, calon penulis harus diperkenalkan bagaimana menggunakan konsep literasi digital dalam mengembangkan ide-ide dalam tulisan yang sekaligus mengajarkan mereka untuk mampu menghasilkan tulisan-tulisan yang bermanfaat bagi para pembacanya melalui penentuan sitasi yang tepat.