Zubaedi Zubaedi
IAIN Bengkulu

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI PERANAN IBU DALAM MENDIDIK KARAKTER ANAK USIA DINI PADA ZAMAN NOW Zubaedi Zubaedi
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 3, No 1 (2019)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (895.54 KB) | DOI: 10.29300/alfitrah.v3i1.2506

Abstract

Artikel ini disusun untuk menjawab dua persoalan penting. Pertama, pengaruh faktor peranan ibu terhadap keberhailan pendidikan karakter anak usia dini. Kedua, dimensi-dimensi  peranan ibu yang perlu dilaksanakan melalui kepengasuhan anak menu. Persoalan ini mengemuka didasarkan  atas asumsi bahwa Saat ini kita sedang menghadapi masalah pelik dalam mendidik karakter anak. Pesatnya kemajuan teknologi informasi yang diikuti dengan merasuknya aneka layanan gadget dalam relung kehidupan keluarga telah menempatkan anak menjelma sebagai subyek didik yang berbeda dengan zaman kita dahulu. Semuanya menuntut perhatian ekstra dari kita khususnya kaum ibu yang sedari awal telah mendampingi mereka. Di sinilah, semakin dibutuhkan kesadaran baru akan parenting (pengasuhan) dengan teknik-teknik yang baru untuk merespon tantangan baru di era merebaknya teknologi informasi dan perubahan zaman. Tulisan ini menggaris-bawahi bahwa sejatinya peran ibu lebih utama dan dominan daripada peran ayah. Hal ini perlu dipahami karena ibu orang yang lebih banyak menyertai anak-anaknya sejak seorang anak itu lahir, ibulah di sampingnya bahkan dikatakan bahwa pengaruh ibu terhadap anaknya dimulai sejak dalam kandungan. Dalam sebuah keluarga ibu sebagai figur sentral yang dicontoh dan diteladani. AbstrackThis article is structured to answer two important issues. First, the influence of maternal role factors on the success of early childhood character education. Second, the dimensions of the role of the mother that need to be implemented through the child care menu. This issue is raised based on the assumption that we are currently facing a difficult problem in educating children's character. The rapid advancement of information technology followed by the infiltration of various gadget services in the niches of family life has placed children as subjects different from ours. All of them demand extra attention from us, especially mothers who have accompanied them from the beginning. This is where, more and more new awareness is needed of parenting with new techniques to respond to new challenges in the era of information technology and changing times. This article underlines that the true role of the mother is more dominant and dominant than the role of the father. This needs to be understood because the mother of the person who accompanies her children more since a child is born, the mother beside her is even said that the influence of the mother on her child begins in the womb. In a family the mother is a central figure who is emulated and imitated.Keywords: parenting education, qudwah, school of love, dan family historian.
PARENTING ISLAMI DAN KARAKTER DISIPLIN ANAK USIA DINI Adelia Fitri; Zubaedi Zubaedi; Fatrica Syafri
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 4, No 1 (2020)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/alfitrah.v4i1.3795

Abstract

Islami parenting adalah suatu metode pengasuhan orang tua kepada anak sebagai solusi metode pendidikan dengan pendekatan karakter budi pekerti dan relegiusitas agama Islam. Prinsip pengasuhan orang tua yang berkaitan dengan pengembangan karakter, prinsip dimaksud meliputi keteladanan diri, kebersamaan dengan anak dalam merealisasikan nilai moral, sikap demokratis, sikap terbuka, jujur dalam diri anak, serta kesatuan kata dan tindakan yang melahirkan kepercayaan dan kewibawaan. Kepercayaan dan kewibawaan yang tinggi akan memunculkan apresiasi anak pada orang tua, memiliki dampak munculnya nilai disiplin diri yang bersumber dari kata hati anak. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui untuk mengetahui pengaruh parenting Islami  terhadap karakter disiplin anak usia dini yang bersekolah di PAUD Pembina Desa Kembang Seri Kabupaten Kepahiang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi Penelitian ini adalah siswa yang diwakili orang orang tua dalam menilai karakter diri anak usia 5-6 tahun yang bersekolah di PAUD Pembina di Desa Kembang Seri Kabupaten Kepahiang. Teknik sampling yang digunakan dalam Penelitian ini adalah teknik purposive sampling. Jumlah sampel dalam Penelitian ini sebanyak 40 orang. Data Penelitian diperoleh dengan menggunakan dua variabel, yakni variabel parenting Islami dan variabel karakter disiplin anak usia dini. Variabel parenting Islami  terdiri dari 12 item, sedangkan variabel karakter disiplin anak usia dini terdiri dari 13 item. Metode analisis menggunakan regresi linear sederhana dengan hasil koefisien determinasi (R square) = 0,099 berbarti memiliki pengaruh kearah positif 9,9% dan sisanya 90,1% dipengaruhi variabel diluar penelitian.   Nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa parenting Islami  memiliki pengaruh yang positif dengan karakter kedisiplinan anak usia dini. Artinya semakin tinggi tingkat parenting Islami yang dipahami dan diamalkan orang tua, maka semakin tinggi karakter kedisiplinan anak usia dini, begitu pula sebaliknya. Berdasarkan hal tersebut maka, hipotesis yang dinyatakan Ha diterima dan Ho ditolak. Kata Kunci   :     Parenting Islami, Karakter Disiplin Anak Usia Dini AbstracsIslamic parenting is a method of parenting parents to children as a solution to an educational method with an approach to the character of ethics and religiosity of Islam. Principles of parenting related to character development, these principles include self-exemplary, togetherness with children in realizing moral values, democratic attitudes, openness, honesty in children, and unity of words and actions that give birth to trust and authority. High trust and authority will bring out children's appreciation to parents, have an impact on the emergence of self-discipline values that come from the child's heart. This research was conducted to determine the effect of Islamic parenting on the discipline character of early childhood who attend PAUD Pembina Desa Kembang Seri, Kepahiang Regency. This study uses a quantitative approach. The population of this study were students represented by parents in assessing the character of children aged 5-6 years who attend PAUD Pembina in Kembang Seri Village, Kepahiang Regency. The sampling technique used in this research is purposive sampling technique. The number of samples in this study were 40 people. The research data were obtained using two variables, namely Islamic parenting variables and early childhood discipline character variables. The Islamic parenting variable consists of 12 items, while the variable of early childhood discipline character consists of 13 items. The method of analysis uses simple linear regression with the coefficient of determination (R square) = 0.099 which means that it has a positive effect of 9.9% and the remaining 90.1% is influenced by variables outside the study. The significance value is 0.000 (p <0.05). The results showed that Islamic parenting had a positive influence on the discipline character of early childhood. This means that the higher the level of Islamic parenting that parents understand and practice, the higher the character of early childhood discipline, and vice versa. Based on this, the hypothesis stated that Ha is accepted and Ho is rejected. Keywords: Islamic Parenting, Early Childhood Discipline Character
PENGEMBANGAN KECERDASAN EMOSIONAL(EMOTIONAL QUOTIENT)DANIEL GOLEMAN PADA ANAK USIA DINI DALAM TINJAUAN PENDIDIKAN ISLAM Ovi Arieska; Fatrica Syafri; Zubaedi Zubaedi
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 1, No 2 (2018)
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (854.543 KB) | DOI: 10.29300/alfitrah.v1i2.1337

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan kecerdasan emosional (EQ) Daniel Goleman pada anak usia dini dalam tinjauan pendidikan islam, perkembangan kecerdasan emosional anak dari masa pranatal hingga masa remaja awal, kecerdasan emosional sangat berperan dalam kehidupan anak, yang juga berperan besar dalam menentukan keberhasilan anak di masa yang akan datang. Kecerdasan emosional merupakan bentuk pengendalian diri dan cara berinteraksi dengan orang lain yang harus dimiliki oleh anak sejak dini. Daniel Goleman merupakan pakar kecerdasan emosional yang telah banyak melakukan penelitian, dengan hasil anak yang memiliki kecerdasan emosional lebih sukses dibandingkan anak yang tidak memiliki kecerdasan emosional, kontrol diri dalam kecerdasan emosional sangat diperlukan, kontrol diri merupakan suatu bentuk kesabaran, sikap sabar, peduli terhadap sesama (empati), dan tidak mudah menyerah (motivasi ) sangatlah penting dalam  pendidikan islam, oleh karena itu agar penelitian ini mendapatkan hasil yang maksimal diperlukan adanya landasan agama dalam mendidik anak. Sehingga anak mempunyai pondasi yang kokoh untuk mengahadapi kehidupan yang akan dihadapinya. Kata kunci : kecerdasan emosional, daniel goleman, anak usia dini, pendidikan islam
ANALISIS PROBLEMATIKA MANAJEMEN PELAKSANAAN HAJI INDONESIA (Restrukturisasi Model Pengelolaan Haji Menuju Manajemen Haji yang Modern) Zubaedi Zubaedi
Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 5, No 3 (2016): Manhaj: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.111 KB) | DOI: 10.1161/mhj.v4i3.182

Abstract

Berdasarkan realitas yang terjadi, setiap tahun pelaksanaaan ibadah haji selalu muncul masalah dengan besaran dan spektrum yang silih berganti. Masalah utama yang selalu dihadapi jamaah Indonesia misalnya adalah jauhnya pemondokan jamaah dari Masjid al Haram, daya tampung dan fasilitas pemondokan yang tidak memadai, transportasi antar jemput jamaah yang kacau, dan lain sebagainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai masalah tersebut dimana kenyataan yang demikian mengindikasikan berbagai permasalahan yang belum terselesaikan dan tertangani dengan baik. Oleh karena itu aspek manajemen haji menjadi penting untuk diperhatikan bersama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pelaksanaan haji dikatakan sukses, jika memenuhi kesuksesan dari segi keamanan, pelayanan petugas, maupun kesehatan jamaah, tidak ada tumpang tindih tentang pembagian tugas antara regulator, operator dan evaluator. Perbaikan mutu manajemen haji perlu dilakukan dengan terlebih dahulu memperkuat regulasi tentang haji, dan Kanwil Agama dalam penyelenggaraan ibadah haji berberan lebih kepada melakukan kordinasi, singkronisasi, dan supervisi antara instansi baik secara vertikal maupun horisontal dalam penyelenggaraan ibadah haji.