Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PETA DIGITAL BERBASIS DATA SPASIAL DI DESA REJOSO JOGONALAN KLATEN MENGGUNAKAN APLIKASI QGIS 3.8.3 Ririn Setiyowati; sutanto sutanto; Dewi Retno Sari Saputro; Purnami Widyaningsih
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2021): BUDIMAS : VOL. 03 NO. 02, 2021
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v3i2.3423

Abstract

Pemerintah Desa Rejoso merupakan bagian terkecil dari tatanan pemerintah yang berada di kecamatan Jogonalan kabupaten Klaten. Berbagai permasalahan yang terkait dengan data pada sistem informasi desa data di pemerintah Desa Rejoso adalah adanya kebutuhan untuk memanggil atau menemukan data secara cepat, banyaknya permintaan dari masyarakat maupun dari pemerintah di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang meminta data ke desa tetapi tidak bisa terpenuhi dalam waktu yang cepat, serta banyaknya dokumen-dokumen desa yang masih dalam bentuk hardfile sangat rentan hilang. Oleh karena itu, solusi dari permasalahan ini adalah perlu adanya inventarisasi data spasial sebagai bentuk sistem informasi desa. Data dan informasi desa dapat disajikan secara visual dalam bentuk peta digital dan dikemas dalam sistem informasi desa berbasis geospasial dengan memanfaatkan sistem informasi geografis dengan menggunakan software QGIS 3.8.3.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN PETA DIGITAL BERBASIS DATA SPASIAL DI DESA REJOSO JOGONALAN KLATEN MENGGUNAKAN APLIKASI QGIS 3.8.3 Ririn Setiyowati; Sutanto Sutanto; Dewi Retno Sari Saputro; Purnami Widyaningsih
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 3, No 2 (2021): BUDIMAS : VOL. 03 NO. 02, 2021
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v3i2.3423

Abstract

Pemerintah Desa Rejoso merupakan bagian terkecil dari tatanan pemerintah yang berada di Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten. Berbagai permasalahan yang terkait dengan data pada sistem informasi desa data di pemerintah Desa Rejoso adalah adanya kebutuhan untuk memanggil atau menemukan data secara cepat, banyaknya permintaan dari masyarakat maupun dari pemerintah di tingkat kecamatan maupun kabupaten yang meminta data ke desa tetapi tidak bisa terpenuhi dalam waktu yang cepat, serta banyaknya dokumen-dokumen desa yang masih dalam bentuk hardfile sangat rentan hilang. Oleh karena itu, solusi dari permasalahan ini adalah perlu adanya inventarisasi data spasial sebagai bentuk sistem informasi desa. Data dan informasi desa dapat disajikan secara visual dalam bentuk peta digital dan dikemas dalam sistem informasi desa berbasis geospasial dengan memanfaatkan sistem informasi geografis dengan menggunakan software QGIS 3.8.3.
Spatial Planning of Mosque-Based Ablution Water Reuse Networks in Lombok Barat Using K-Means Clustering and Minimum Spanning Tree Sutanto Sutanto; Retno Tri Vulandari; Tyas Titah Nareswari
Euler : Jurnal Ilmiah Matematika, Sains dan Teknologi Volume 14 Issue 1 April 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/euler.v14i1.37246

Abstract

Lombok Barat Regency, located on Lombok Island, frequently experiences water scarcity due to its semi-arid climate and prolonged dry seasons. Agricultural and plantation activities in this region rely heavily on limited freshwater resources, particularly in dryland areas. Meanwhile, mosques continuously generate relatively clean greywater from daily ablution (wudu) activities. Despite its regular availability and relatively low contamination level, this resource remains largely underutilized. This study examines the spatial planning of mosque-based wudu water collection networks in West Lombok as a potential supplementary water source for plantation and dryland irrigation. A spatial analytical framework combining K-Means clustering and the Minimum Spanning Tree (MST) algorithm was applied and implemented through an interactive RShiny application. Spatial data from 940 mosques were preprocessed and analyzed. K-Means clustering at Level 1 grouped mosques into 25 local service clusters, while Level 2 clustering aggregated these clusters into five main reservoir zones. A cost-weighted MST based on Haversine distance was then used to estimate the minimum pipeline length required to connect mosques within the proposed network configuration. The results show that the modeled network connects all 940 mosques with a minimum total pipeline length of 411,757.28 meters and could potentially collect approximately 282,000 liters of reusable wudu water per day. However, the model represents a preliminary spatial planning framework and does not include hydraulic simulations, water quality validation, treatment system design, or operational feasibility assessment.