Abstract Children represent next router of a state and nation generation, therefore children needs construction and special attention. Nowadays government has try to gave protection to Indonesian children by publishing various regulation wich formulating protectionto children who deal with law, but unorfunately, detention to children who deal with special case like"children as member of motorcycle genk" case were so interliers and absolutely against the spirit of child protection. This research is aim to find solution thatcomes from pros and cons of "children as member of gank" detention in Pekanbaru area.This research also try to find out whether detention for children which did by Pekanbaru Police Department reflected spirit of child protection and how they deal with this case.Methods used in this research is Law Research which focused on field research, with interview technique and data collective method.Based on research there are two reason why Pekanbaru Police Department considering detention for children who involved in motorcycle member ganks. The first reason called das sollen (act of guidance) which mentionedin The Children Justice Constitution and Criminal Procedural Law Book. The second reason called das sein (fact in reality) which used by Pekanbaru Police Department to prevent untrust motion from society. Das sein also used to eradicate "motorcycle member gank" euphoria and to perform instruction from Pekanbaru Police Department who refused to give suspension for children which proved embroiled in criminal.Children under Pekanbaru Police Department detention investigated by Buser team and placed in one cell together with adult prisoner, and their custody period were adapted with applicable constitution. Key words: detention, children, motorcycle genk, crime, protection of right Abstrak Anak merupakan generasi penerus masa depan bangsa dan negara Indonesia, karena itu anak memerlukan pembinaan dan bimbingan. Pemerintah berupaya memberikan perlindungan hukum terhadap anak Indonesia dengan menerbitkan peraturan perundangan yang merumuskan perlindungan terhadap anak yang berhadapan dengan hokum. Penahanan yang dilakukan terhadap anak anggota genk motor yang melakukan tindak pidana bertentangan dengan semangat perlindungan anak. Artikel ini bersumber dari penelitian yang bertujuan untuk menemukan solusi dari pro kontra penahanan terhadap anak anggota genk motor pelaku tindak pidana yang terjadi diwilayah Pekanbaru. Penelitian ini juga bertujuan untuk mengetahui penahanan yang dilakukan Polresta Pekanbaru terhadap anak anggota genk motor mencerminkan perlindungan terhadap hak anak dan tindakan yang dilakukan Polresta Pekanbaru kepada anak anggota genk motor. Jenis Penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah penelitian hukum yang memfokuskan pada penelitian lapangan (field research). Berdasarkan hasil penelitian didapatkan fakta bahwa terdapat Das sollen dan Das sein dalam pertimbangan polresta pekanbaru dalam melakukan penahanan terhadap anak anggota genk motor. Das sollen pertimbangan Polresta Pekanbaru dalam melakukan penahanan terhadap anak anggota genk motor terdapat pada undang-undang sistem peradilan anak dan kitab undang-undang hukum acara. Das sein pertimbangan yang digunakan Polresta Pekanbaru dalam melakukan penahanan terhadap anak anggota genk didasarkan pada pendapat Polresta Pekanbaru mencegah mosi tidak percaya kepada Polresta Pekanbaru, memberantas genk motor, perintah Kapolresta Pekanbaru untuk menolak penangguhan penahanan terhadap anak anggota genk. Tindakan Polresta Pekanbaru terhadap anak anggota genk motor adalah melakukan penyidikan oleh buser, penempatan tahanan anak anggota genk motor bersama tahanan dewasa serta masa penahanan anak anggota genk motor disesuaikan dengan undang-undang.  Kata kunci: penahanan, anak, genk motor, tindak pidana, perlindungan, hak