This Author published in this journals
All Journal Nursing Arts
Yogik Setia Anggreni
Poltekkes Kemenkes Sorong

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kepatuhan Pasien Diabetes Melitus Dan Hipertensi Dalam Mengikuti Kegiatan Prolanis Suriani S.L Momot; Yogik Setia Anggreni
Nursing Arts Vol 13 No 1 (2019): NURSING ARTS
Publisher : Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Sorong

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (360.886 KB) | DOI: 10.36741/jna.v13i1.89

Abstract

Penyakit degeneratif saat ini menjadi perhatian yang sangat penting pada sektor kesehatan masyarakat, karena memiliki predikat sebagai penyebab tingginya angka kesakitan dan kematian. Oleh sebab itu, penatalaksanaan penyakit degeneratif seperti diabetes melitus dan hipertensi harus benar-benar dilaksanaakan. Kegiatan Prolanis yang dicanangkan pemerintah untuk membantu penatalaksanaan diabetes melitus dan hipertensi telah digalakan. Namun, masih terdapat berbagai masalah seperti kurang patuh dalam kunjungan. Tujuan Penelitian : Untuk mengetahui factor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan pasien diabetes mellitus dan hipertensi dalam mengikuti kegiatan prolanis di puskesmas malanu kota sorong. Metodologi penelitian : Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel adalah 25 responden yang diambil menggunakan teknik accidental sampling. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini berupa kuesioner. Hasil : Hasil uji statistik chi square hubungan akses ke pelayanan dengan kepatuhan didapatkan 0.072>0.05. Hubungan lama keanggotaan dengan kepatuhan didapatkan 0.024<0.05. Hubungan ketersediaan sarana dan fasilitas dengan kepatuhan didapatkan 0.58<0.05. Kesimpulan : Akses ke pelayanan prolanis tidak ada hubungan dengan kepatuhan responden dalam mengikuti kegiatan prolanis. Lama menjadi anggota Prolanis ada hubungan dengan kepatuhan responden dalam mengikuti kegiatan prolanis. Ketersediaan sarana dan fasilitas prolanis tidak ada hubungan dengan kepatuhan responden dalam mengikuti kegiatan prolanis.