Kopi merupakan salah satu komoditas unggulan dalam sub sector perkebunan di Indonesia karena memiliki peluang pasar yang baik di dalam negeri maupun luar negeri. Kopi merupakan minuman yang sangat diminati oleh sebagian orang di berbagai Negara. Di Indonesia mayoritas penduduknya adalah penikmat kopi. Salah satu varietas kopi yang terkenal adalah kopi luwak. Kopi luwak adalah salah satu varietas kopi Arabika dan Robusta yang telah dimakan oleh luwak kemudian dikumpulkan dan diolah. Rasa dan aroma kopi ini khas dan menjadi kopi termahal di dunia. Karena banyaknya penikmat kopi luwak maka permintaan pasar pun meningkat, banyak para petani kopi yang ingin mendapatkan penghasilan lebih sehingga membuat para petani berprofesi ganda menjadi petani kopi dan peternak luwak, namun kurangnya pengetahuan tentang cara pemilihan bibit musang yang benar untuk produksi kopi luwak menyebabkan banyaknya kegagalan pada proses fermentasi biji kopi yang berujung dengan kerugian. Dalam penelitian ini peneliti ingin membuat sistem pendukung keputusan untuk menentukan bibit musang yang baik untuk produksi kopi luwak bagi masyarakat yang ingin mencoba atau belajar memproduksi kopi luwak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Simple Additive Weighting (SAW). Setelah dilakukan perhitungan menggunakan metode SAW, maka didapat musang yang berkualitas yang dapat digunakan petani dalam membantu proses fermentasi biji kopi.