Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN METODE ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN EMULGATOR COCAMIDE DEA DITINJAU DARI KONSENTRASI HCL DAN WAKTU EKSTRAKSI Dhani Ardhyanto; Djoko Sarwono; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37568

Abstract

Asbuton merupakan aspal alam yang terdapat di pulau buton dapat menjadi altenatif untuk memenuhi kebutuhan aspal di Indonesia. Saat ini pemanfaatan asbuton belum optimal dikarenakan teknologi untuk mengolah asbuton kurang efisien dan sulit pelaksanaannya. Diperlukan penelitian tentang pemanfaatan asbuton sebagai pengganti aspal minyak, salah satunya untuk pembuatan asbuton emulsi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen di labolatorium. Phasa padat asbuton emulsi merupakan asbuton butir dan kerosin yang dicampur selama 15 menit. Phasa cair asbuton emulsi terdiri dari emulgator, H2O, dan HCl. Variabel konsentrasi HCl yang digunakan 0.5%, 0.75%, 1%, 1.25%, dan 1.5%. Phasa padat dan phasa cair asbuton emulsi dicampur dan diekstraksi, variable waktu ekstraksi yang digunakan 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Hasil ekstraksi asbuton emulsi dilakukan pengujian kandungan mineral asbuton emulsi, berat jenis dan kadar H2O. Hasil analisis data pengujian kandungan mineral asbuton emulsi diperoleh kadar HCl sebesar 1,25% menghasilkan kadar bitumen tertinggi sebesar 57,19 % dengan komposisi asbuton butir sebesar 41.67%, kerosin 8.33%, HCl 1.25%, Cocamide DEA 1%, dan H2O 47.75% terhadap berat total asbuton emulsi. Pada kadar HCl 1,25% diketahui semakin lama waktu ekstraksi, kadar bitumen dan kadar H2O asbuton emulsi semakin meningkat, dan semakin lama waktu ekstraksi, berat jenis asbuton emulsi semakin menurun.
EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN METODE ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN EMULGATOR COCAMIDE DEA DITINJAU DARI KONSENTRASI H2O DAN WAKTU EKSTRAKSI Indra Wijayanto; Djoko Sarwono; Agus Sumarsono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37584

Abstract

Asbuton merupakan singkatan dari aspal Buton yang berasal dari Pulau Buton Provinsi Sulawesi Tenggara. Penggunaan asbuton tidak sesederhana atau semudah penggunaan aspal minyak karena asbuton merupakan suatu mineral mentah, sehingga untuk pemanfaatannya harus diolah terlebih dahulu. Oleh karena itu, dalam penelitian ini penulis berusaha meningkatkan prosentase bitumen asbuton dengan ekstraksi atau pemisahan asbuton menggunakan metode asbuton emulsi campuran dingin. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen di laboratorium. Bahan yang digunakan adalah asbuton butir tipe 5/20, cocamide DEA (Diethanolamine), HCl, kerosin, dan air RO. Campuran Phasa padat adalah asbuton butir dan kerosin yang dicampur menggunakan alat mixer selama 5 menit. Phasa cair terdiri dari cocamide DEA, air RO, dan HCl. Variabel air RO yang digunakan 48,75%, 49,38%, 50,00%, 50,60%, dan 51,19% dari berat total. Phasa padat dan Phasa cair dicampur kemudian diekstraksi, variable waktu ekstraksi yang digunakan 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Kemudian dilakukan pengujian kadar larutan bitumen, berat jenis dan kadar air RO. Hasil analisis, komposisi yang menghasilkan kadar larutan bitumen tertinggi adalah asbuton butir tipe 5/20 41,15%, kerosin 8,23%, air RO 49,38%, Cocamide DEA 0,62%, HCl 0,62%, terhadap berat total. Waktu ekstraksi maksimum 15 menit. Dari hubungan kadar larutan bitumen terhadap variasi kadar air RO dengan waktu ekstraksi 15 menit, didapatkan kadar air RO sebesar 49,55% menghasilkan kadar larutan bitumen 35,5%. Metode ekstraksi pada asbuton butir Tipe 5/20 dengan kadar bitumen 20% menghasilkan kadar larutan bitumen 35,5%.
EKSTRAKSI ASBUTON DENGAN METODE ASBUTON EMULSI MENGGUNAKAN EMULGATOR COCAMIDE DEA DITINJAU DARI KONSENTRASI KEROSIN DAN LAMA PENGADUKAN Arif Nurrohman; Djoko Sarwono; Djumari Djumari
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37576

Abstract

Asbuton merupakan aspal alam yang berasal dari pulau buton. Asbuton di Indonesia belum terlalu populer karena sulitnya pengolahan dan pemanfaatan dari asbuton itu sendiri. Berlimpahnya asbuton yang belum dimanfaatkan sehingga dibuatlah asbuton butir yang mempunyai tekstur yang lebih lembut. Asbuton butir saat ini belum banyak digunakan / kurang workable, dengan kadar aspal sekitar 10% sampai 25%. Pemanfaatan lain dari asbuton yaitu pembuatan asbuton emulsi yang terdiri dari bahan-bahan asbuton butir tipe 5/20, Cocamide DEA, Asam Klorida (HCl), Kerosin,dan H2O. Phasa padat asbuton emulsi merupakan campuran asbuton butir dan kerosin yang dicampur dengan perbandingan tertentu menggunakan alat mixer, sedangkan phasa cair asbuton emulsi terdiri dari bahan pengemulsi, H2O, dan HCl. Variabel konsentrasi kerosin pada phase padat yang digunakan sebesar 7.17%, 7.76%, 8.33%, 8.90%, dan 9.46% dari berat campuran total asbuton emulsi. Phasa padat dan phasa cair asbuton emulsi dicampur dan kemudian diekstraksi, variable waktu mixing yang digunakan selama 5, 10, 15, 20, dan 25 menit. Peningkatan kadar aspal dalam asbuton emulsi diperoleh presentase bitumen yang semakin meningkat seiring dengan bertambahnya waktu mixing dan diketahui konsentrasi kerosin sebesar 9,46% dengan waktu mixing 25 menit, menghasilkan kadar bitumen tertinggi sebesar 50,33%.
ANALISIS TERHADAP DESAIN DAN KONSTRUKSI JALAN CEMORO SEWU DENGAN MENGGUNAKAN GREENROADS RATING SYSTEM V.1.5 Haris Hidayat; Ary Setyawan; Djoko Sarwono
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37571

Abstract

Pengembangan jalan yang berwawasan lingkungan saat ini perlu untuk dipertimbangkan, mengingat material yang digunakan untuk konstruksi sebuah jalan sebagian besar berasal dari sumber daya alam yang tidak dapat terbaharui. Praktek-praktek berkelanjutan dapat digunakan sebagai dasar penilaian terhadap desain dan konstruksi jalan yang berwawasan lingkungan. Oleh karena itu, perlu diadakan penelitian yang membahas aspek-aspek keberlanjutan dari suatu jalan seperti pada Jalan Cemoro Sewu. Penelitian ini dilakukan dengan mengadakan studi lapangan dalam bentuk survey, penyebaran kuisioner dan pengumpulan data teknis jalan. Seluruh data yang berkaitan dengan proyek jalan tersebut, dibagi menjadi beberapa kriteria penilaian berdasarkan kategori-kategori yang terdapat pada Greenroads Rating System. Hasil akhir dari penilaian ini berupa sertifikasi dari Jalan Cemoro Sewu yang dapat dijadikan sebagai masukan kepada pemerintah setempat untuk merencanakan suatu jalan yang berkelanjutan. Berdasarkan hasil analisa penilaian dari masing-masing kriteria, diperoleh total kredit untuk Jalan Cemoro Sewu yakni sebesar 36 poin dengan delapan dari sebelas kriteria pada kategori Project Requirements yang sudah memenuhi persyaratan. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terpenuhinya semua persyaratan proyek yang ada pada kategori Project Requirements, menjadikan Proyek Jalan Cemoro Sewu belum dapat disertifikasi berdasarkan ketentuan Greenroads. Jika seluruh persyaratan proyek sudah terpenuhi, maka Jalan Cemoro Sewu dapat memperoleh sertifikasi yakni "Certified".