Djoko Sukono
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teologi “Manusia Baru” Relevankah Di Era Milenial Djoko Sukono
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 2 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46494/psc.v15i2.59

Abstract

Pemahaman tentang manusia baru yang memiliki anugerah keselamatan dan pengampunan dosa sering disalah artikan sehingga muncul pandangan-pandangan yang keliru. Maraknya pegajaran Radikal Grace atau Hyper Grace juga mempengaruhi pemahaman yang benar tentang manusia baru yang memiliki anugerah. Sehingga muncul konfrontasi diberbagai kalangan. Bagaimanakah manusia baru itu menurut Alkitab masih relevankah diera Mileniaal. Metode penelitian dengan kajian kualitatif. Konsep manusia baru dalam Perjanjian baru yaitu manusia yang telah percaya akan Karya penebusan Kristus atau disebut dengan lahir baru. Lahir baru bukan sekedar saya cinta Yesus, kekristenan bukan sekedar identitas diri, Kekristenan bukan sekedar kita percaya Tuhan, tetapi bagaimana menjalani hidup sebagai orang Kristen. Manusia dalam Perjanjian Baru merupakan manusia yang telah ditebus, ketika percaya kepada Yesus maka Roh Allah ada dalam orang percaya dan Roh itu yang akan menolong agar manusia baik tubuh, jiwa dan rohani semakin diperbaharui. Sehinga kapan dan dimanapun manusia baru itu sangat penting.
Alkitab: Penyataan Allah Yang Diilhamkan Djoko sukono
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 15 No 1 (2019): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46494/psc.v15i1.66

Abstract

Para teolog juga mempunyai pandangan yang berbeda mengenai Alkitab. Pandangan Liberal atau Neo-Liberal, tokohnya seperti Rudolf Bultmann. Pandangan ini berpegang pada konsep bahwa untuk mengerti secara tepat kebenaran Alkitab, sesorang harus melakukan demitologisasi Perjanjian Baru mengenai Kristus. Kristus dapat dilihat sebagi tokoh mitos daripada sebagai tokoh Historis dalam Alkitab. Bagi Bultmann, yang penting adalah berita tentang Kristus, tetapi bukan kesejarahan-Nya. Allah memipin para penulis sehingga mereka menuliskan pesan-Nya dalam Alkitab.