Eny Suprihatin
Sekolah Tinggi Agama Kristen Terpadu PESAT

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Potret Perubahan Kelekatan Emosi Ibu dan Anak di Masa Belajar Online dari Rumah: Portraits of Changes in The Emotional Attachment of Mother and Child on Learning Online from Home Eny Suprihatin; Ruthias Yusuarsi
PASCA : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol 17 No 2 (2021): PASCA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46494/psc.v17i2.133

Abstract

Learning from home is a policy taken by the government to prevent the spread of COVID-19 and protect the public. This study uses a qualitative phenomenological method. To reveal the phenomena in connection with the implementation of learning from home to changes in the emotional attachment of mothers and children during the learning period from home during the COVID-19 pandemic. The respondents were six mothers and their children. The study results show that there is indeed an estrangement between mother and child in terms of emotional attachment, namely two mothers with each child. However, the mother is a strong effort as the primary attachment figure to repair the relationship and warmth so that the estrangement for two children can be attached.
Kontekstualisasi Roma 12:2 dalam Keniscayaan Dunia Digital Eny Suprihatin
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 4, No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v4i1.153

Abstract

Dunia berkembang sangat cepat. Berbagai media sosial hadir dan bersaing untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia, yaitu cinta dan harga diri (Abraham Maslow). Penelitian ini menggunakan studi kepustakaan dengan mengadakan survei terhadap data yang sudah ada dan menggali teori-teori yang telah berkembang sehubungan dengan kebutuhan dasar manusia dan media sosial, serta analisis teks terhadap Roma 12:2. Tujuan penelitian ini sebagai kontekstualisasi Roma 12:2 dalam memberikan rambu-rambu bagi orang Kristen yang mengaktualisasikan diri di media sosial. Dari hasil pembahasan ditarik kesimpulan bahwa kontekstualisasi Roma 12:2 dalam dunia digital: Pertama, menjadi pertimbangan moral dalam bermedia sosial yaitu tidak serupa dengan dunia. Kedua, sebagai pertimbangan mental. Orang Kristen memercayai dicipta segambar dan serupa dengan Allah. Sebagai orang yang telah mengalami pembaruan budi tidak perlu mencitrakan diri dengan cara salah dalam memenuhkan kebutuhan aktualisasi diri. Ketiga, mendorong perubahan motivasi dalam bermedia sosial. Orang percaya menjadikan apa yang baik, berkenan dan sempurna sebagai motivasi dalam bermedia sosial. Keempat, menjadi pertimbangan etika dalam mengaktualisasikan diri di dunia digital. Dalam konteks saat ini, dunia digital dan media sosial adalah suatu keharusan. Roma 12:2 memberikan teguran keras: "Jangan menjadi seperti dunia." Orang Kristen memang hidup di dunia, tetapi perilaku dunia tidak boleh memasuki kehidupannya. Orang Kristen yang matang tahu memilih dan berbuat baik, yang menyenangkan Allah dan sempurna.