Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PERILAKU MODEL TEREDUKSI STRUKTUR REL KERETA API DENGAN PERKUATAN GEOSINTETIK DAN CERUCUK KAYU DI BAWAH BALLAST DENGAN ANALISIS PLAXIS 3D FOUNDATION Anjar Wido Wicaksono; Andi Rochmadi; Bambang Setiawan; Ary Setyawan
Matriks Teknik Sipil Vol 1, No 1 (2013): Maret 2013
Publisher : Program Studi Teknik Sipil FT UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/mateksi.v1i1.37579

Abstract

Struktur rel kereta api merupakan prasarana utama dalam industri perkeretaapian. Oleh karena itu, perlu dijaga keamanan dan kenyamanannya untuk mengurangi kecelakaan. Hal tersebut mungkin terjadi apabila struktur rel berada di atas tanah lunak yang mempunyai daya dukung rendah. Pemanfaatan geosintetik dan cerucuk adalah salah satu solusi untuk menanggulangi hal tersebut. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis perilaku struktur rel kereta api di atas tanah lunak dengan memanfaatkan geosintetik dan cerucuk berdasarkan penurunan yang terjadi. Penelitian ini merupakan uji model laboratorium struktur rel kereta api dengan pembebanan statis repetitif (perulangan tiap titik pemberhentian). Hasilnya kemudian dibandingkan dengan simulasi program PLAXIS 3D FOUNDATION. Berdasarkan hasil penelitian, pada semua posisi pembebanan, tanah lunak dengan perkuatan geosintetik dan cerucuk mampu mengurangi penurunan 51,42-70,989% dibandingkan tanah lunak. Bila dibanding dengan pasir, mampu mengurangi penurunan 20,746%-21,46% di posisi ujung. Sedang di posisi tengah, mempunyai selisih penurunan 19,745%-24,32%. Dari hasil program pembanding, tanah lunak dengan perkuatan geosintetik dan cerucuk mampu mengurangi penurunan 56,563%-62,81% dibandingkan tanah lunak, dan lebih kecil 27,834%-36,582% dari tanah pasir. Sementara hasil validasi dengan program tersebut menunjukkan nilai penurunan mempunyai selisih mencapai 38,43% pada tanah pasir, 58,41% pada tanah lunak dan 47,54% pada tanah lunak dengan perkuatan geosintetik dan cerucuk.
Pemberdayaan Masyarakat dengan Perencanaan Embung Desa Randugede, Magetan-Jawa Tengah Bambang Setiawan; Niken Silmi Surjandari; Siti Nurlita Fitri; Yusep Muslih Purwana; Galuh Chrismaningwang; Harya Dananjaya I B
Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 4, No 4 (2022)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/btjpm.v4i4.6485

Abstract

Kabupaten Magetan terletak pada posisi 7°38'30" Lintang Selatan dan 111°20'30" Bujur Timur dengan luas mencapai 688,85 km². Dengan mayoritas penduduk adalah petani. Hal tersebut sesuai dengan ketersediaan lahan pertanian yang masih luas yaitu 28.269 ha tanah sawah dan 40.616 ha tanah kering.  Meskipun pertanian menjadi lahan utama di Magetan, tetapi masih banyak desa di Magetan yang termasuk kelas kekeringan lahan tinggi. Berdasarkan kondisi tersebut, maka untuk meningkatkan produksi pertanian, diusulkan pembuatan embung.  Tujuan kegiatan pengabdian pada masyarakat adalah untuk melakukan analisa potensi embung sebagai alternatif solusi kekeringan.  Metode yang dilaksanakan adalah dengan melakukan survei untuk mendapatkan data fisik dan non fisik yang diperlukan untuk mendukung analisa yang dilaksanakan mulai bulan mei hingga juli 2022. Data menggunakan data primer dan sekunder dari beberapa sumber. Hasil survey ditindaklanjuti dengan rapat koordinasi tim pengabdian masyarakat, dimana hasilnya menjadi bahan Focus Group Discussion (FGD). Pihak-pihak yang diundang dalam kegiatan FGD adalah perangkat desa Randugede Kecamatan Plaosan Kabupaten Magetan dan Kepala Bidang SDA DPUPR beserta stafnya. Hasil akhir kegiatan pengabdian masyarakat yaitu lebih menyarankan untuk pengembangan embung di lokasi Desa Randugede sisi bawah karena kontur lebih memungkinkan untuk pembuatan embung dibandingkan dengan sisi atas.Magetan Regency is located at 7°38'30" south latitude and 111°20'30" east longitude with an area of 688.85 km². The majority of the population is farmers. Consequently, this location is to the availability of agricultural land, which is still extensive such as 28,269 ha of harvest fields and 40,616 ha of drought land. Although agriculture is the principal land in Magetan, many villages in Magetan still belong to high land drought susceptibility. It should build a reservoir based on these conditions to increase agricultural production. This paper aims to analyze the potential of reservoirs as an alternative solution to drought. The method implemented is to survey to obtain physical and non-physical data needed to support the analysis. The data uses primary and secondary data from several sources. The survey results were followed up with a team coordination meeting, where the results were used as a Focus Group Discussion (FGD). The parties invited to the FGD activities were the Randugede, Plaosan District, Magetan Regency, and the Head of the DPUPR. The final result of community service activities is more advisable to develop a reservoir at the Randugede Village location on the bottom side because the contours are more likely to build a pond than the top side.