Otte J Rachman
Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular FK?I, dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Ko ? en ? ar 73 Jurnal Kardiologi Indonesia J Kardiol Indones. 2012;33:73-4 ISSN 0126/3773 Jurnal Kardiologi Indonesia • Vol. 33, No. 2 • April - Juni 2012 Lemak dan Penyakit Kardiovaskular: Adakah lemak yang “baik”? Otte J Rachman
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. 33, No. 2 April - Juni 2012
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.v33i2.47

Abstract

Obesitas merupakan salah satu faktor risiko terjadinya aterosklerosis. Obesitas abdominalis atau obesitas sentral secara lebih spesifik merupakan faktor risiko yang bila disertai resistensi insulin merupakan gambaranutama dari sindroma metabolik. Pada keadaan ini perubahan yang terjadi adalah akibat dis-fungsi adiposit yang menyebabkan kondisi inflamasi menahun. Disfungsi adiposit memberikan gambaran adanya disfungsi adipokin yaitu suatu sitokin yang diproduksi oleh adiposit.Pada keadaan disfungsi, adiposit mensekresi adipokin berlebihan yang bersifat aterogenik, proinflamasi dan prodiabetik. Di lain pihak terjadi penurunan sekresi adiponektin yang merupakan sitokin anti inflamasi.Lukito dalam thesisnya memperlihatkan adanya korelasi positif antara disfungsi adiposit dengan kal-sifikasi arteri koroner pada penderita obesitas sentral non diabetik. Kalsifikasi arteri koronermemberikan petunjuk terjadinya deposit kalsium pada dinding arteri koroner dan dianggap sebagai suatu proses aktif dari aterosklerosis yang mempunyai nilai prognostik. Akan tetapi dalam kenyataannya terdapat juga penderita obesitas sentral yang tidak mempunyai hubungan nyata dengan kalsifikasi arteri koroner.