Dede Kusmana
Divisi Prevensi dan Rehabilitasi, Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, FKUI, dan Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, Jakarta

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Long-Term Clinical Outcome Of Balloon Mitral Valvuloplasty. What Is The Predictor? Dede Kusmana
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. 31, No. 1 Januari - April 2010
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.v31i1.156

Abstract

Penyakit Katup Jantung khususnya Penyakit Mitral Stenosis masih merupakan masalah yang harus ditanggulangi di negara berkembang termasuk Indonesia. Katup Mitral yang mengalami stenosis dan umumnya disebabkan oleh Penyakit Rheuma akan mengalami perburukan klinis dan hemodina-mik sebanding dengan makin mngecilnya orificium Katup Mitral. Secara hemodinamik tekanan atrium kiri akan meningkat , demikian selanjutnya tekanan Vena Pulmonalis Kanan (RVP-Right Pulmonary Vein ) meningkat.RVP diketahui merupakan faktor yang berperan dalam perjalanan natural penyakit SM dan dapat memengaruhi prognosis pasca tindakan intervensi baik pembedahan maupun intervensi non bedah dan bila terus meningkat maka gagal jantung kanan akan timbul. Penurunan luas katup, menjadi < 2,5 cm2, akan menyebabkan terjadinya peningkatan gradien tekanan. Gejala SM baru muncul ketika MVA telah mencapai 1,5 cm2 atau kurang.Upaya yang dilakukan secara rational menu-runkan tekanan dengan melebarkan diameter orificium katup Mitral melalui Baloon Mitral Valvuloplasty (BMP) atau komisurotomi katup Mitral per Kutan (KTMP).
Reperfusi Miokard Setelah Angioplasti Koroner Perkutan Primer dan durasi QRS. Apakah mempunyai arti? Dede Kusmana
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. 30, No. 1 Januari - April 2009
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.v30i1.174

Abstract

Era kemajuan teknologi reperfusi miokard telah membawa harapan untuk menyelamatkan miokard yang mengalami infark akut sehingga fungsi ventrikel akan pulih dan kecacatan akan dihindari atau diminimalkan. Teknologi reperfusi dengan dilatasi balon yang ditindak lanjuti dengan pemasangan stent merupakan prosedur medis yang sudah diterima. Keberhasilan reperfusi dinilai dengan derajat aliran (flow) baru , atau TIMI flowderajat 3.Modalitas lain adalah memakai MBG (myocardial blush grade), modalitas baru lainnya adalah memakai MDCT (multidetector computed tomograpphy) yang merupakan hybrid imagingdari pencitraan perfusi miokard (myocardial perpusion imaging) dan evaluasi anatomi arteri koroner.Alat-alat teknologi tersebut tentu semakin canggih dengan ongkos yang semakin tinggi. Gambaran EKG sebagai modalitas awal yang murah serta menjadi salah satu sarat kemampuan kompetensi yang harus dimiliki telah dipakai dalam penelitian Andre.