Djanggan Sargowo
Laboratorium/UPF. Penyakit Jantung, Fakultas Kedokteran Univertas Brawijaya, RSUD. Dr. Saiful Anwar, Malang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Enhanced External Counterpulsation (EECP) dan Arah Masa Depan Djanggan Sargowo
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. 29, No. 1 Januari - April 2008
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.v29i1.202

Abstract

Diperkirakan 6,4 juta pasien di USA menderita penyakit jantung koroner (PJK) simptomatik (Coronary Artery Disease/CAD), dan sekitar 400.000 kasus baru muncul tiap tahunnya. Meskipun telah diIakukan terapi medis optimal dan prosedur invasif seperti angioplasti dan bedah pintas koroner (coronary artery bypass graft/CABG), diperkirakan terdapat 300.000 – 900.000 pasien menderita angina pektoris refrakter (RAP). Sekitar 25.000 - 75.000 kasus baru RAP terdiagnosa tiap tahunnya.Saat ini ada beberapa terapi alternatif non farmakologis bagi pasien RAP dengan atau tanpa gagal jantung, yaitu : neurostimulasi (rangsangan listrik syaraf transkutaneus dan stimulasi medula spinalis), EECP (Enhanced External Counterpulsation), teknik revaskularisasi laser, terapi gen, dan prosedur intervensi terbaru seperti perkutaneus in situ koronari venous arterialisasi atau perkutaneus in situ coronary artery bypass. Dari modalitas-  modalitas terapi tersebut, EECP mewakili teknik yang benar-benar non-invasif. EECP dapat mengurangi gejala angina dan area iskemik miokard secara obyektif, serta memperbaiki fungsi sistolik maupun diastolik ventrikel kiri. Makalah ini akan meringkas bukti-bukti yang ada saat ini tentang penggunaan terapi EECP pada angina stabil dan gagal jantung. Juga dibicarakan arah pemakaian EECP di masa mendatang.