Sonny Hilal Wicaksono
FKUI dan RS Puri Indah

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Coronary CT Angiography untuk deteksi plak rapuh, sebagai bagian dari usaha pencegahan Sindrom Koroner Akut Sonny Hilal Wicaksono
Jurnal Kardiologi Indonesia Vol. 35, No. 1 Januari - Maret 2014
Publisher : The Indonesian Heart Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30701/ijc.v35i1.376

Abstract

Tindakan Primary Percutaneous Coronary Intervention (PPCI) untuk pasien sindrom koroner akut (SKA) dengan ST elevasi (STEMI=ST elevation myocardial infarction) telah berjasa banyak dalam menurunkan mortalitas. Namun kerusakan jaringan miokard pasca PPCI tetap terjadi, akibat iskemia yang telah berlangsung sebelum reperfusi berhasil, atau kerusakan jaringan miokard akibat cedera reperfusi. Hal tersebut menimbulkan konsekuensi morbiditas akibat SKA berupa gagal jantung. Sehingga dikhawatirkan bila SKA tidak dicegah, di masa yang akan datang akan timbul epidemi gagal jantung. Oleh sebab itu strategi pencegahan terjadinya SKA perlu menjadi pengetahuan dasar bagi seluruh dokter spesialis jantung dan pembuluh darah (SpJP) agar epidemi gagal jantung dapat dicegah.Strategi pencegahan SKA tetap memegang 5 prinsip:1. Health Promotion2. Primary Prevention3. Early Detection and Prompt Treatment4. Secondary Prevention5. RehabilitationPoin pertama dan kedua dilakukan langsung ke tengah masyarakat di luar klinik atau rumah sakit, mulai dari poin ke-tiga, yaitu deteksi dini, dilakukan dalam praktek klinik.