Sukfitrianty Syahrir
Prodi Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan ilmu Kesehatan, Universitas Islam Negeri Alauddin MAkassar

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Is there a relationship between intrapersonal, personal hygiene, and physical environment with incidence of scabies? Iin Indah sari; Emmi Bujawati; Sukfitrianty Syahrir; Nildawati Amir; Munawir Amansyah
CORE JOURNAL Volume 1, Issue 1, Desember 2020
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/corejournal.v1i1.18362

Abstract

Scabies is one of the most common dermatological problems and affects about 200 million people each year around the world (WHO, 2019). This study aims to see the relationship between intrapersonal, personal hygiene and the physical environment on the incidence of scabies at the Sultan Hasanuddin Islamic Boarding School. This is a quantitative research with an observational analytic approach with a case control design. The sampling technique used was exhaustive sampling (80 students). Chi-Square test results for the interpersonal contact variable was that there was a relationship between changing prayer equipment (p value = 0.000) and the incidence of scabies, th¬ere was no relationship between changing toiletries (p value = 0.115), sleeping huddled (p value = 0.769) to the scabies¬¬¬¬¬¬. For the personal hygiene variables, there was no relationship between bathing habits and the incidence of scabies and there was a relationship between nail cutting habits (p value = 0.004) and changing underwear (p value = 0.000). For the physical environment variables, there was a relationship between lighting (p value = 0.005) humidity (p value = 0.002) on the incidence of scabies and there was no relationship between the physical quality of water and the scabies. It is hoped that there will be efforts to improve the personal hygiene, intrapersonal and sanitation behavior of each student. The results suggest that there is a need for policies in the form of sanctions or rewards for students who can practice intrapersonal, personal hygiene and good environment
Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche pada Remaja Putri Syamsul Alam; Sukfitrianty Syahrir; Yudi Adnan; Aslina Asis
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Maju (STIKIM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i03.953

Abstract

Menarche pada remaja wanita adalah salah satu tanda kematangan fisik dan seksual. Berbagai studi melaporkan bahwa faktor gizi memiliki peran penting terjadinya menarche pada remaja putri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan usia menarche pada remaja putri SMP Negeri 10 Bulukumba, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumal 74 orang (total sampling) yaitu seluruh siswi yang telah mengalami menarche. Hasil Penelitian menunjukkan responden dengan status gizi baik dengan usia menarche normal sebanyak 43,75% dan responden dengan usia menarche tidak normal sebanyak 56,25%. Sedangkan responden dengan status gizi kurang dengan usia menarche tidak normal sebanyak 84,62% dan responden dengan usia menarche normal hanya 15,38%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan status gizi dengan usia Menarche pada Remaja Puteri SMPN 10 Bulukumba Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba (Pv=0,020; OR=4,28). Status gizi merupakan faktor yang signifikan terkait dengan usia menarche. Remaja putri dengan status gizi yang baik akan mengalami waktu pubertas secara normal, sehingga terjadi menstruasi secara normal dan tanpa gangguan.
Hubungan Status Gizi dengan Usia Menarche pada Remaja Putri Syamsul Alam; Sukfitrianty Syahrir; Yudi Adnan; Aslina Asis
Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat Vol 10 No 03 (2021): Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat
Publisher : UIMA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33221/jikm.v10i03.953

Abstract

Menarche pada remaja wanita adalah salah satu tanda kematangan fisik dan seksual. Berbagai studi melaporkan bahwa faktor gizi memiliki peran penting terjadinya menarche pada remaja putri. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan status gizi dengan usia menarche pada remaja putri SMP Negeri 10 Bulukumba, Kecamatan Ujungloe, Kabupaten Bulukumba. Desain penelitian ini menggunakan survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumal 74 orang (total sampling) yaitu seluruh siswi yang telah mengalami menarche. Hasil Penelitian menunjukkan responden dengan status gizi baik dengan usia menarche normal sebanyak 43,75% dan responden dengan usia menarche tidak normal sebanyak 56,25%. Sedangkan responden dengan status gizi kurang dengan usia menarche tidak normal sebanyak 84,62% dan responden dengan usia menarche normal hanya 15,38%. Hasil uji statistik menunjukkan terdapat hubungan status gizi dengan usia Menarche pada Remaja Puteri SMPN 10 Bulukumba Kecamatan Ujung Loe Kabupaten Bulukumba (Pv=0,020; OR=4,28). Status gizi merupakan faktor yang signifikan terkait dengan usia menarche. Remaja putri dengan status gizi yang baik akan mengalami waktu pubertas secara normal, sehingga terjadi menstruasi secara normal dan tanpa gangguan.