Chioma Opara
Rivers State University of Science and Technology, Port Harcourt

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ON THE AFRICAN CONCEPT OF TRANSCENDENCE: CONFLATING NATURE, NURTURE AND CREATIVITY Opara, Chioma
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 21 No. 2 (2005)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (106.716 KB) | DOI: 10.26593/mel.v21i2.1022.189-200

Abstract

Makalah ini hendak mendekonstruksi polaritas antara natur yang dianggap pasip, liar dan feminin dan kultur yang yang dianggap dinamis, maskulin. Sambil menolak tesis Beauvoir, tubuh perempuan dikembalikan sebagai mekanisme generatif dan konstruktif yang bersifat transenden. Bumi yang perempuan dan perempuan yang membumi adalah proyeksi abstrak tubuh bangsa Afrika sendiri. Ketercabikan perempuan parallel dengan nasib bangsa Afrika yang dimutilasi oleh perang, kemiskinan, penyakit, kolonialisme dan postkolonialitas. Dalam kerangka pandang Afrika, natur dan kultur adalah matriks dari keperempuanan yang berkodrat nurture yang mengandung kemampuan prokreasi dan kreativitas.
ON THE AFRICAN CONCEPT OF TRANSCENDENCE: CONFLATING NATURE, NURTURE AND CREATIVITY Opara, Chioma
MELINTAS An International Journal of Philosophy and Religion (MIJPR) Vol. 21 No. 2 (2005)
Publisher : Faculty of Philosophy, Parahyangan Catholic University, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26593/mel.v21i2.1022.189-200

Abstract

Makalah ini hendak mendekonstruksi polaritas antara natur yang dianggap pasip, liar dan feminin dan kultur yang yang dianggap dinamis, maskulin. Sambil menolak tesis Beauvoir, tubuh perempuan dikembalikan sebagai mekanisme generatif dan konstruktif yang bersifat transenden. Bumi yang perempuan dan perempuan yang membumi adalah proyeksi abstrak tubuh bangsa Afrika sendiri. Ketercabikan perempuan parallel dengan nasib bangsa Afrika yang dimutilasi oleh perang, kemiskinan, penyakit, kolonialisme dan postkolonialitas. Dalam kerangka pandang Afrika, natur dan kultur adalah matriks dari keperempuanan yang berkodrat nurture yang mengandung kemampuan prokreasi dan kreativitas.