Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGUKURAN KEMATANGAN (MATURITY LEVEL) PENGGUNAAN IT DI PROGRAM STUDI XYZ Rani Susanto
Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika Vol 5 No 2 (2016): Komputa : Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika
Publisher : Program Studi Teknik Informatika - Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.124 KB) | DOI: 10.34010/komputa.v5i2.2460

Abstract

Program Studi XYZ adalah salah satu program studi yang sudah menggunakan IT. Penggunaan IT sangat membantu dalam mengelola kegiatan bisnis yakni dalam kegiatan belajar mengajar. Penggunaan IT disini tidak lepas dari resiko-resiko dan kerugian yang mungkin terjadi dan dapat dihindari. Kerugian yang dimaksud disini adalah kemungkinan resiko penggunaan dan penyalahgunaan IT untuk kegiatan akademik dan ketidakamanan aset yang tidak terjaga sehingga integritasnya tidak dapat dipertahankan. Jika resiko ini terjadi maka dapat mempengaruhiefektifitas dan efesiensi dalam pencapaian tujuan dan strategi IT Permasalahan tersebut menjadi alasan perlunya dilakukan audit terhadap sistem yang sedang berjalan agar bisa melihat masalah yang ada dan memberikan rekomendasi untuk perbaikan sistem kedepannya. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan sebuah mekanisme kontrol terhadap pengelolaan IT berbentuk pengukuran penggunaan IT menggunakan landasan framework COBIT 4.1. Proses analisisnya meliputi mengidentifikasi resiko yang mungkin terjadi pada penggunaan IT, menilai resiko yang sering terjadi dan mengetahui dampaknya, menetapkan langkah-langkah yang tepat untuk merespon resiko yang akan terjadi danmemantau resiko. Hasil analisis menyatakan bahwa Program studi XYZ sudah mengetahui kesesuaian IT dengan penggunaan sistemnya sesuai dengan tujuan yang diinginkan. Maturity level yang dimiliki menempati level 2 yaitu Define Process. Proses pengidentifikasian dan penilaian resiko sudah ada tetapi penerapan dan pendokumentasiannya belum berjalan.
ANALISIS GRAVITY LOCATION MODEL DALAM PENENTUAN LOKASI GUDANG PADA SUPPLY CHAIN MANAGEMENT Rani Susanto
Majalah Ilmiah UNIKOM Vol 20 No 2 (2022): Majalah Ilmiah Unikom
Publisher : Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/miu.v20i2.9491

Abstract

Kegiatan distribusi barang merupakan salah satu kegiatan dalam perancangan jaringan supply chain management. Kegiatan ini bertujuan agar produk yang dikirimkan tepat waktu dengan ongkos yang minimal. Dalam kegiatan pendistribusian, penempatan sumber pasokan dengan lokasi fasilitas memiliki peranan penting untuk memastikan barang bisa terkirim dengan baik kepada pelanggan. Jarak antara sumber pasokan dengan lokasi fasilitas yang relatif jauh menyebabkan ongkos transportasi menjadi semakin membengkak. PT. X merupakan perusahaan yang menerapkan jaringan supply chain pada perusahaannya dalam pemenuhan kebutuhan barang setiap kantor cabangnya. Lokasi cabang yang saling berjauhan dan kebutuhan barang yang berbeda-beda menyebabkan total ongkos (cost) semakin membengkak. Maka dari itu perusahaan membutuhkan rekomendasi lokasi fasilitas gudang penyimpanan barang untuk kebutuhan distribusi dengan lokasi yang paling optimal dan total ongkos yang minimal. Metode Gravity Location Model digunakan untuk menentukan lokasi yang akan menjadi penghubung antara sumber pasokan dengan lokasi fasilitas terkait. Model ini mempertimbangkan asumsi jika ongkos akan naik sesuai dengan volume yang dipindahkan dan penentuan koordinat x,y sebagai penentu lokasi. Hasil penelitian ini menyatakan bahwa titik koordinat yang paling optimal yang akan menjadi lokasi fasilitas gudang baru total ongkos (cost) sebesar Rp888.611. Dengan hasil tersebut, perusahaan mendapatkan rekomendasi lokasi fasilitas gudang yang paling optimal untuk memenuhi kebutuhan barang disetiap kantor cabangnya. Kata Kunci: supply chain management, distribusi, Gravity Location Model perusahaan ini yaitu pada titik (0,5;1,9) dengan