Edi Sumanto
IAIN Bengkulu

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RELEVANSI PEMIKIRAN DEMOKRASI ABU’ALA AL-MAUDUDI DENGAN MUHAMMAD NATSIR Edi Sumanto
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 5, No 1 (2016): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.3 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v5i1.1124

Abstract

Metode demokrasi adalah suatu perencanaan institusional untuk mencapai keputusan polittik dimana individu-individu memperoleh kekuasaan untuk memutuskan dengan cara perjuangan kompetitif atas suara rakyat. Sedangkan Al-Maududi menekankan pentingnya pemerintahan Islam sedapat mungkin mengingatkan diri dengan khalifah Ar-Rasyidin. Bentuk pemerintahan tidak dapat disamakan dengan pemerintahan moderen apapun, kategori ini di istiahkan oleh Al-Maududi dengan Teo Demokrasi, utuk menyebut pemerintahan demokrasi Ketuhanan, karena pemerintahan seperti inilah kaum muslimin diberi kedudukan terbatas dibwah kekuasaan Ketuhanan. Muhammad Natsir menghendaki demokrasi sebagai pemikiran utama karena ingin memasukkan unsur agama kedalam pemerintahan. Sedangkan istilah demokrasi yang digunakan Muhammad Natsir disebut Theistic Demokrasy artinya demokrasi berdasarkan nilai-nilai Ketuhanan. Istilah Theistic Demokrasy Muhammad Natsir inilah yang ada relevansinya dengan demokrasi yang disampaikan oleh Al-Maududi dengan Teo Demokrasi.
TUHAN DALAM PANDANGAN FILOSUF (Studi Komparatif Arestoteles dengan Al-Kindi) Edi Sumanto
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 7, No 1 (2018): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.246 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v7i1.1590

Abstract

Mencoba bebagai ide terhadap eksistensi Tuhan sebenarnya suatu usaha  yang paling krusial dan rumit pada kehidupan beragama maupun keyakinan atau percayaan bagi manusia. Berbagai macam cara dan pendekatan  sudah dilakukan untuk mencapainya oleh para teolog, pemikir, dan ilmuwan, termasuk para filosuf dengan berbagai cara dan pendekatan demonstratif Filosofisnya. Alasan-alasan selaku argumen yang disponsori oleh Aristoteles adalah salah satu  yang sangat terkenal  dan sudah diambil juga disebarluaskan oleh para  filosuf sesudahnya, tak terkecuali alasan-alasan tentang Tuhan yang disampaikan oleh lain sesudahnya, ikut mempengaruhi pemikiran mereka tentang Tuhan, akan tetapi filosuf muslim Al-Kindi mempunyai pendapat yang berbeda yang disesuaikan agama yang dianutnya.
HUBUNGAN FILSAFAT DENGAN BAHASA Edi Sumanto
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 1 (2017): Juni
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (331.006 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v1i6.1236

Abstract

Filsafat dianggap sebagai sebuah ilmu yang membingungkan. Dangkalnya pemahaman terhadap filsafat menyebabkan munculnya permasalahan yang berkelanjutan. Padahal filsafat merupakan hail perenungan dari filosuf yang disampaikan kepada orang lain, dengan hasil pemahaman yang diusahakannya,  untuk dapat  dimengerti orang lain, supaya mengetahui maksud yang terkandung didalamnya,  hal tersebut dapat tercapai jika menggunakan bahasa yang dapat dimengerti secara jelas dan tidak salah dalam menafsirkannya. Sebab bahasa adalah alat yang paling utama bagi seorang filosuf serta merupakan media untuk analisis dan refleksi. Oleh karena itu, bahasa sangat sensitif terhadap kekaburan serta kelemahan-kelemahan lainnya, sehingga banyak filosuf menarik perhatian untuk menyempurnakannya.
PEMIKIRAN FILSAFAT POLITIK (Studi Komperatif Al-Farabi dengan Thomas Aquinas) Edi Sumanto
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 6, No 2 (2017): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (428.396 KB) | DOI: 10.29300/jpkth.v2i6.1237

Abstract

Dalam pemikiran filsafat politik  Al-Farabi  membahas tentang: pemerintahan,  negara, masyarakat dan politik kenegaraan.  Yang terkenal pendapatnya tentang negara utama dibaginya kepada negara yang sempurna dan yang tidak sempurna.  Al-Farabi juga mengemukakan bahwa individu yang berbeda dari sebuah bangsa memiliki watak yang berbeda pula. Sebagaian mereka ada yang memerintah dan sebagaian yang lainnya lebih suka di perintah.  Sedangkan Thomas Aquinas gagasan dan pemikiran-pemikiran politiknya mampu memberikan kontribusi dalam memajuka dan mengembangkan ilmu politik. Ajaran yang dikembangkan tentang hukum alam, negara dan kekuasaan. Selain itu juga Thoma Aquinas dianggap sebagai yang mampu mengembangkan doktrin atau ajaran kristiani dengan sangat baik. Dalam pandangan masalah hukum, negara, dan kekuasaan tidak dapat lepas dari hukum kodrat (Natural Law), yang dalam pemikiranya diartikan sebagai partisipsi rasional dalam hukum abadi (eternal law). Eternal law itu sendiri sebagai kebijakan dan akal budi abadi Tuhan.  
Esensi, Hakikat, dan Eksistensi Manusia (Sebuah Kajian Filsafat Islam) Edi Sumanto
El-Afkar: Jurnal Pemikiran Keislaman dan Tafsir Hadis Vol 8, No 2 (2019): Desember
Publisher : IAIN Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/jpkth.v8i2.2582

Abstract

This paper aims to explore the concept of human philosophy which is an integral part of the philosophical system, which specifically or specifically highlights the nature or essence of human. The method used is analytical descriptive by looking at the opinions of a number of philosophers about human concepts. The results obtained indicate that human essence is material / physical occupy space and time, has breadth and is objective so that it can be measured, calculated, and observed. In terms of its natural position, human beings occupy this position as God's creatures, but they are also beings that can stand on their own, so in fact it can be said that humans have a social nature that can be called "zoon politicon" (the desire to live together). In terms of the nature of human has an individual nature, but this individual also definitely needs help from others.