This Author published in this journals
All Journal Maarif
Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
Al Azhar Cairo Mesir

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Dinamika Politisasi Agama di Timur Tengah Pra dan Pasca Arab Spring; Studi Kasus Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 13 No 2 (2018): Politisasi Agama di Ruang Publik: Ideologis atau Politis ?
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v13i2.22

Abstract

Al Ikhwan Al Muslimun menjelang dan sesudah Arab Spring mendapatkan sorotan sebagai salah satu elemen Umat Islam yang ideologi dan pemikirannya tersebar di berbagai Negara, tidak hanya di Negara Arab dan Negara Islam non Arab, akan tetapi juga di Negara Barat. Saat rezim Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir tumbang, wajah lama Al Ikhwan Al Muslimun yang telah terpengaruh pemikiran Sayid Quthb kembali memunculkan aksi-aksi teror. Tulisan singkat ini berupaya menjelaskan pergolakan dan kegalatan pemikiran yang terjadi di dalam tubuh Al Ikhwan Al Muslimun, dari berdiri pada tahun 1928 sampai tumbang dari tampuk kekuasaan pada tahun 2013.
Kritik Narasi Populisme Islamis di Mesir pasca-Arab Spring Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 14 No 1 (2019): Populisme Islam dan Tantangan Demokrasi Islam di Indonesia Pasca-Pilpres
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v14i1.52

Abstract

Al Ikhwan Al Muslimun sebagai organisasi Islamis paling lama yang bertujuan untuk mendirikan kembali Khilafah Islamiyyah, ternyata tidak mampu mengelola kekuasaan. Akhirnya tidak sedikit dari kader-kadernya beralih kepada ISIS karena dianggap lebih mampu mendirikan Khilafah Islamiyyah serta mampu melawan para penguasa karena memiliki kemampuan militer yang dianggap lebih baik, walaupun sebenarnya tidak. Walaupun, kegalatan pemikiran yang telah merusak nalar pikir Kaum Islamis, baik Al Ikhwan Al Muslimun ataupun Salafi, kita harus tetap membuka pintu dialog, karena bagaimanapun, mereka adalah bagian dari kita, Umat Islam.
Dinamika Politisasi Agama di Timur Tengah Pra dan Pasca Arab Spring; Studi Kasus Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 13 No 2 (2018): Politisasi Agama di Ruang Publik: Ideologis atau Politis ?
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v13i2.22

Abstract

Al Ikhwan Al Muslimun menjelang dan sesudah Arab Spring mendapatkan sorotan sebagai salah satu elemen Umat Islam yang ideologi dan pemikirannya tersebar di berbagai Negara, tidak hanya di Negara Arab dan Negara Islam non Arab, akan tetapi juga di Negara Barat. Saat rezim Al Ikhwan Al Muslimun di Mesir tumbang, wajah lama Al Ikhwan Al Muslimun yang telah terpengaruh pemikiran Sayid Quthb kembali memunculkan aksi-aksi teror. Tulisan singkat ini berupaya menjelaskan pergolakan dan kegalatan pemikiran yang terjadi di dalam tubuh Al Ikhwan Al Muslimun, dari berdiri pada tahun 1928 sampai tumbang dari tampuk kekuasaan pada tahun 2013.
Kritik Narasi Populisme Islamis di Mesir pasca-Arab Spring Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 14 No 1 (2019): Populisme Islam dan Tantangan Demokrasi Islam di Indonesia Pasca-Pilpres
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v14i1.52

Abstract

Al Ikhwan Al Muslimun sebagai organisasi Islamis paling lama yang bertujuan untuk mendirikan kembali Khilafah Islamiyyah, ternyata tidak mampu mengelola kekuasaan. Akhirnya tidak sedikit dari kader-kadernya beralih kepada ISIS karena dianggap lebih mampu mendirikan Khilafah Islamiyyah serta mampu melawan para penguasa karena memiliki kemampuan militer yang dianggap lebih baik, walaupun sebenarnya tidak. Walaupun, kegalatan pemikiran yang telah merusak nalar pikir Kaum Islamis, baik Al Ikhwan Al Muslimun ataupun Salafi, kita harus tetap membuka pintu dialog, karena bagaimanapun, mereka adalah bagian dari kita, Umat Islam.