This Author published in this journals
All Journal Maarif
Pramono U. Tanthowi
Komisioner KPU RI (2017-2019)

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Muhammadiyah dan Politik: Landasan Ideologi Bagi Artikulasi Konstruktif Pramono U. Tanthowi
MAARIF Vol 14 No 2 (2019): Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah: Konsepsi, Interpretasi, Strategi da
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v14i2.65

Abstract

Selama era reformasi, muncul beberapa kecenderungan perilaku politik baru yang menuntut Muhammadiyah untuk melakukan reorientasi pada sisi pemikiran politik. Ini menunjukkan bahwa sejak awal Muhammadiyah telah menegaskan sikapnya sebagai gerakan sosial keagamaan yang memilih strategi non-politik. Namun di sisi lain reformasi telah membuka peluang bagi setiap kekuatan politik untuk berkontestasi dan memperjuangkan kepentingannya melalui proses demokratis. Perbedaan pandangan tentang bagaimana Muhammadiyah terlibat dalam politik kekuasaan bukanlah sesuatu yang baru. Tulisan ini ingin menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu komponen bangsa yang memiliki posisi dan peran yang sangat strategis. Muhammadiyah dapat memainkan peran politik sebagai kekuatan politik yang ikut memengaruhi proses politik nasional secara signifikan, tanpa harus mengubah jati dirinya menjadi organisasi partai politik.
Muhammadiyah dan Politik: Landasan Ideologi Bagi Artikulasi Konstruktif Pramono U. Tanthowi
MAARIF Vol 14 No 2 (2019): Memperkuat Kembali Moderatisme Muhammadiyah: Konsepsi, Interpretasi, Strategi da
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v14i2.65

Abstract

Selama era reformasi, muncul beberapa kecenderungan perilaku politik baru yang menuntut Muhammadiyah untuk melakukan reorientasi pada sisi pemikiran politik. Ini menunjukkan bahwa sejak awal Muhammadiyah telah menegaskan sikapnya sebagai gerakan sosial keagamaan yang memilih strategi non-politik. Namun di sisi lain reformasi telah membuka peluang bagi setiap kekuatan politik untuk berkontestasi dan memperjuangkan kepentingannya melalui proses demokratis. Perbedaan pandangan tentang bagaimana Muhammadiyah terlibat dalam politik kekuasaan bukanlah sesuatu yang baru. Tulisan ini ingin menjelaskan bahwa Muhammadiyah merupakan salah satu komponen bangsa yang memiliki posisi dan peran yang sangat strategis. Muhammadiyah dapat memainkan peran politik sebagai kekuatan politik yang ikut memengaruhi proses politik nasional secara signifikan, tanpa harus mengubah jati dirinya menjadi organisasi partai politik.