Rifma Ghulam Dzaljad
Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. HAMKA

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Transformasi Sosial dalam Proses Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 Rifma Ghulam Dzaljad
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan. Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan dampak secara klinis kepada masyarakat dunia, namun juga menimbulkan konsekuensi sosial dan ekonomi yang tidak sepenuhnya sanggup ditopang oleh negara. Selain itu transformasi sosial yang terjadi akibat pandemi menyebabkan ketimpangan peran dan kekerasan di tingkat mikro keluarga, sekaligus kompleksitas masalah dalam penyelenggaraan pendidikan. Tulisan ini berusaha menganalisa kaitan antara pandemi Covid-19, perubahan sosial yang terjadi dan pentingnya pendidikan di masa pandemi dilaksanakan dalam bentuk belajar di rumah (homeschooling, home education, home based learning), pembelajaran berada dalam lokus keluarga dan komunitas dengan kesadaran mental sebagai ‘abid-khalif, berbasis kearifan nilai-nilai keadaban dan kemajuan sesuai semangat dan kebutuhan zamannya sebagaimana diajarkan Kiai Dahlan.
Transformasi Sosial dalam Proses Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 Rifma Ghulam Dzaljad
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v15i2.117

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan. Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan dampak secara klinis kepada masyarakat dunia, namun juga menimbulkan konsekuensi sosial dan ekonomi yang tidak sepenuhnya sanggup ditopang oleh negara. Selain itu transformasi sosial yang terjadi akibat pandemi menyebabkan ketimpangan peran dan kekerasan di tingkat mikro keluarga, sekaligus kompleksitas masalah dalam penyelenggaraan pendidikan. Tulisan ini berusaha menganalisa kaitan antara pandemi Covid-19, perubahan sosial yang terjadi dan pentingnya pendidikan di masa pandemi dilaksanakan dalam bentuk belajar di rumah (homeschooling, home education, home based learning), pembelajaran berada dalam lokus keluarga dan komunitas dengan kesadaran mental sebagai ‘abid-khalif, berbasis kearifan nilai-nilai keadaban dan kemajuan sesuai semangat dan kebutuhan zamannya sebagaimana diajarkan Kiai Dahlan.
Pesan Ritual dalam Pemindahan Ibu Kota Negara (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tayangan Live Youtube Sekretariat Presiden) Ayu Yustian; Rifma Ghulam Dzaljad; Arya Athallah; Ghina Sabilla Lesmana
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v1i4.1085

Abstract

The transfer of the National Capital City (IKN) in the IKN Zero Point Area, in Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan carries the concept of a modern city, a sustainable city and an international class city. President Joko Widodo inaugurated Law Number 3 of 2022 concerning the National Capital as proof of the government's seriousness towards the new National Capital. As a marker of the beginning of the construction of the IKN in East Kalimantan, on March 14, 2022, President Joko Widodo performed a Kendi Nusantara ritual. This ritual unites the land and water of 34 provinces in Indonesia into an Nusantara Jug. This ritual is thought to bring to life a long-abandoned mystical tradition. For this reason, researchers are interested in revealing the meaning of connotations, denotations, and myths in the Kendi Nusantara ritual based on the Youtube live streaming of the Presidential Secretariat. The results showed that from the 5 scenes analyzed, there was a meaning of denotation, namely describing the form of local wisdom of the unification of land and water. The meaning of connotation is a ritual that contains the hope that the development of IKN runs smoothly. The meaning of the myth signifies the support of the Indonesian people in the development of IKN in order to avoid danger and be protected by God Almighty. An important message in the Kendi Nusantara ritual describes the unity, unity and diversity of Indonesian society, although it is inversely proportional to the concept of IKN as a sophisticated and modern city but still practices irrational mystical rituals.