Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Transformasi Sosial dalam Proses Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 Rifma Ghulam Dzaljad
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan. Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan dampak secara klinis kepada masyarakat dunia, namun juga menimbulkan konsekuensi sosial dan ekonomi yang tidak sepenuhnya sanggup ditopang oleh negara. Selain itu transformasi sosial yang terjadi akibat pandemi menyebabkan ketimpangan peran dan kekerasan di tingkat mikro keluarga, sekaligus kompleksitas masalah dalam penyelenggaraan pendidikan. Tulisan ini berusaha menganalisa kaitan antara pandemi Covid-19, perubahan sosial yang terjadi dan pentingnya pendidikan di masa pandemi dilaksanakan dalam bentuk belajar di rumah (homeschooling, home education, home based learning), pembelajaran berada dalam lokus keluarga dan komunitas dengan kesadaran mental sebagai ‘abid-khalif, berbasis kearifan nilai-nilai keadaban dan kemajuan sesuai semangat dan kebutuhan zamannya sebagaimana diajarkan Kiai Dahlan.
Transformasi Sosial dalam Proses Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 Rifma Ghulam Dzaljad
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v15i2.117

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan. Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan dampak secara klinis kepada masyarakat dunia, namun juga menimbulkan konsekuensi sosial dan ekonomi yang tidak sepenuhnya sanggup ditopang oleh negara. Selain itu transformasi sosial yang terjadi akibat pandemi menyebabkan ketimpangan peran dan kekerasan di tingkat mikro keluarga, sekaligus kompleksitas masalah dalam penyelenggaraan pendidikan. Tulisan ini berusaha menganalisa kaitan antara pandemi Covid-19, perubahan sosial yang terjadi dan pentingnya pendidikan di masa pandemi dilaksanakan dalam bentuk belajar di rumah (homeschooling, home education, home based learning), pembelajaran berada dalam lokus keluarga dan komunitas dengan kesadaran mental sebagai ‘abid-khalif, berbasis kearifan nilai-nilai keadaban dan kemajuan sesuai semangat dan kebutuhan zamannya sebagaimana diajarkan Kiai Dahlan.
BODY CHECKING PRACTICES AS A MECHANISM OF BODY DISCIPLINE IN THE SOUTH JAKARTA BLINK COMMUNITY A MICHEL FOUCAULT PERSPECTIVE Adna Fika Ardelia; Andhika Ramadhan Kusuma; Rifma Ghulam Dzaljad
JOURNAL OF HUMANITIES AND SOCIAL STUDIES Vol. 4 No. 02 (2026): MAY 2026
Publisher : Media Inovasi Pendidikan dan Publikasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The digital era and the globalization of popular culture through the Korean Wave (Hallyu) phenomenon have not only altered entertainment consumption patterns but have also constructed how individuals perceive identity and body image through the aesthetic standardization of the K-Pop industry. This study aims to analyze body checking practices as a body discipline mechanism within the South Jakarta BLINK community from the perspective of Michel Foucault's power theory. Utilizing a qualitative approach with a descriptive case study method, this research involved six informants aged 20–24 years selected through purposive sampling based on their active involvement in the BLACKPINK fandom and high intensity of K-Pop content consumption. Data were gathered through in-depth interviews and documentation, and subsequently analyzed using the Miles and Huberman interactive model, which comprises data reduction, data display, and conclusion drawing. The findings demonstrate that the representation of the ideal body exhibited by BLACKPINK members has undergone a process of naturalization and has been internalized by fans as a taken-for-granted social norm. Furthermore, body checking practices, manifested in repetitive actions such as constant mirror-gazing, weighing body mass, and comparing physical attributes with the idols, do not stem from direct coercion but rather manifest as a form of voluntary self-regulation. Within a Foucauldian perspective, this phenomenon illustrates the operation of disciplinary power and self-surveillance, wherein social media functions as a digital panoptic space. The novelty of this research lies in its deconstruction of body checking behavior, shifting it from a mere individual psychological symptom to a product of power relations and body discipline working subtly within an urban fan community ecosystem.
Ruang Publik Deliberatif Dalam Komunikasi Pembangunan Perkotaan: Studi Taman Kota Di Jakarta Selatan Dalam Perspektif Jürgen Habermas Albi Mushaffa; Muhammad Alviansyah Prasetyo; Rifma Ghulam Dzaljad
Nusantara Journal of Multidisciplinary Science Vol. 3 No. 12 (2026): NJMS - Juli 2026
Publisher : PT. Inovasi Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini mengkaji kesenjangan antara konsep ruang publik ideal Jürgen Habermas dengan realitas Taman Bendera Pusaka di Jakarta Selatan sebagai arena deliberasi publik melalui analisis wacana media sosial dan wawancara dengan pengelola serta pengunjung taman. Berbasis analisis terhadap sumber utama Raymond Geuss, The Idea of a Critical Theory: Habermas and the Frankfurt School, dan J. Robert Cox serta Phaedra C. Pezzullo, Environmental Communication and the Public Sphere, artikel ini menelaah bagaimana kerangka teoritis Habermas dapat menjadi landasan konseptual bagi evaluasi kritis ruang publik perkotaan. Taman Bendera Pusaka merupakan hasil revitalisasi yang menggabungkan tiga taman ikonik di Kebayoran Baru, yaitu Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser, menjadi satu kawasan ruang terbuka hijau terpadu seluas 5,5 hektare yang diresmikan pada Maret 2026. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui analisis konten media sosial, observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, penelitian ini menganalisis empat dimensi kritis ruang publik Habermas. Temuan menunjukkan bahwa Taman Bendera Pusaka telah mengalami kemajuan signifikan dalam aspek inklusivitas dan ketersediaan fasilitas publik. Namun, masih ditemukan kesenjangan dalam kualitas interaksi komunikatif yang cenderung bersifat rekreatif daripada deliberatif, partisipasi publik yang terbatas pada tahap konsultasi bukan deliberasi substantif, serta adanya indikasi kolonisasi ruang publik oleh kepentingan politik dan ekonomi. Artikel ini menyimpulkan bahwa revitalisasi taman kota perlu diiringi dengan penguatan fungsi public sphere melalui program program diskursif dan mekanisme partisipasi publik yang lebih substantif.
PRO-KONTRA WACANA PEMINDAHAN GERBONG PEREMPUAN DI KRL PASCA INSIDEN BEKASI TIMUR: ANALISIS WACANA KRITIS DALAM PERSPEKTIF FEMINISME BELL HOOKS Rifdha Maristha; Ristya Eka Auliya; Rifma Ghulam Dzaljad
JURNAL ILMIAH NUSANTARA Vol. 3 No. 6 (2026): Jurnal Ilmiah Nusantara November 2026
Publisher : CV. KAMPUS AKADEMIK PUBLISING

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61722/jinu.v3i6.11833

Abstract

Insiden kecelakaan Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur memunculkan perdebatan mengenai usulan pemindahan gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian kereta. Perdebatan tersebut memperlihatkan perbedaan pandangan antara pemerintah yang mendukung usulan tersebut dan PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) yang menolak dengan alasan seluruh gerbong memiliki standar keselamatan yang sama. Penelitian ini bertujuan menganalisis representasi perempuan dalam wacana kedua pihak melalui perspektif feminis Bell Hooks. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan paradigma kritis. Data diperoleh dari pemberitaan Liputan6 dan Metro TV, kemudian dianalisis menggunakan Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough serta diinterpretasikan melalui teori Bell Hooks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah merepresentasikan perempuan sebagai kelompok yang memerlukan perlindungan khusus, sedangkan PT KAI menekankan prinsip kesetaraan pelayanan bagi seluruh penumpang. Perspektif Bell Hooks memperlihatkan bahwa kedua wacana tersebut sama-sama berpusat pada pengelolaan tubuh dan posisi perempuan, bukan pada penindakan terhadap pelaku kekerasan gender, serta mendepolitisasi isu kekerasan seksual menjadi sekadar persoalan teknis tata letak gerbong, sementara suara perempuan pengguna KRL sendiri absen dari kedua pemberitaan. Temuan ini menegaskan perlunya kebijakan transportasi yang lebih inklusif, berkeadilan gender, dan melibatkan perempuan secara langsung sebagai subjek perumus kebijakan.
DOMINASI BUDAYA K-POP MELALUI KONTEN DANCE CHALLENGE TIKTOK: ANALISIS KRITIS MEDIASCAPE ARJUN APPADURAI Nandhita Intan Dwi Iskandar; Nisya Maharani; Rifma Ghulam Dzaljad
Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah Vol. 2 No. 7 (2026): Ar-Rasyid: Jurnal Publikasi Penelitian Ilmiah (Juli 2026)
Publisher : PT. Saha Kreasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64788/ar-rasyid.v2i7.429

Abstract

Globalization is a phenomenon that influences various aspects of modern society, including social, economic, political, and cultural dimensions. This study aims to analyze the concept of globalization through the theoretical perspectives of Anthony Giddens, Zygmunt Bauman, and Ulrich Beck. The research method employs a qualitative approach using literature studies from various scientific sources. The results show that Anthony Giddens views globalization as the intensification of worldwide social relations, Zygmunt Bauman emphasizes the concept of liquid modernity that creates social uncertainty, while Ulrich Beck interprets globalization through the concept of risk society emerging from modernity development. These three theories indicate that globalization not only brings progress but also creates complex social challenges for contemporary society.
Pelatihan Public Speaking Dasar Pada Pelajar SD Muhammadiyah 12 Yulia Rahmawati; Magvira Yuliani; Rifma Ghulam Dzaljad; Euis Heryati
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2026): Januari
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Politeknik Negeri Media Kreatif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46961/jpk.v5i2.1983

Abstract

Abstrak: Kemampuan berbicara di depan umum (public speaking) merupakan kompetensi krusial abad ke-21 yang belum terakomodasi dengan baik dalam kurikulum formal sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri dan keterampilan dasar public speaking siswa di SD Muhammadiyah 12 Pamulang yang teridentifikasi memiliki kendala dalam keberanian tampil dan penyusunan struktur bicara. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan berbasis experiential learning yang mencakup teknik vokal, bahasa tubuh, dan struktur pidato, serta diakhiri dengan praktik langsung (mini showcase). Mitra kegiatan adalah sejumlah 31 siswa sekolah yang dibagi menjadi 10 kelompok praktik. Evaluasi dilakukan melalui pengamatan performa saat showcase. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada keberanian siswa, di mana seluruh kelompok mampu tampil di depan kelas. Manfaat yang dirasakan meliputi peningkatan rasa percaya diri (self-confidence), kerjasama tim yang solid, dan kemampuan menyusun ide sederhana menjadi cerita yang runut. Antusiasme siswa sangat tinggi baik sebagai pembicara maupun audiens. Kata Kunci: Public speaking; Kepercayaan diri; Pelajar SD; Komunikasi verbal; Pelatihan Abstract:  Public speaking skills are crucial 21st-century competencies that have not been well-accommodated in the formal school curriculum. This community service activity aims to increase self-confidence and basic public speaking skills of students at SD Muhammadiyah 12 Pamulang, who were identified as having constraints in the courage to appear and speech structure arrangement. The implementation method includes experiential learning-based training covering vocal techniques, body language, and speech structure, ending with direct practice (mini showcase). The activity partners were as much as 31 students divided into 10 practice groups. Evaluation was carried out through performance observation during the showcase. The results showed a significant increase in student courage, where all groups were able to perform in front of the class. The benefits felt included increased self-confidence, solid teamwork, and the ability to compile simple ideas into coherent stories. Student enthusiasm was very high both as speakers and audiences. Keywords: Public speaking; Self-confidence; Elementary school students; Verbal communication; Training.
Pesan Ritual dalam Pemindahan Ibu Kota Negara (Analisis Semiotika Roland Barthes pada Tayangan Live Youtube Sekretariat Presiden) Ayu Yustian; Rifma Ghulam Dzaljad; Arya Athallah; Ghina Sabilla Lesmana
MUKASI: Jurnal Ilmu Komunikasi Vol. 1 No. 4 (2022): November 2022
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/mukasi.v1i4.1085

Abstract

The transfer of the National Capital City (IKN) in the IKN Zero Point Area, in Penajam Paser Utara Regency, East Kalimantan carries the concept of a modern city, a sustainable city and an international class city. President Joko Widodo inaugurated Law Number 3 of 2022 concerning the National Capital as proof of the government's seriousness towards the new National Capital. As a marker of the beginning of the construction of the IKN in East Kalimantan, on March 14, 2022, President Joko Widodo performed a Kendi Nusantara ritual. This ritual unites the land and water of 34 provinces in Indonesia into an Nusantara Jug. This ritual is thought to bring to life a long-abandoned mystical tradition. For this reason, researchers are interested in revealing the meaning of connotations, denotations, and myths in the Kendi Nusantara ritual based on the Youtube live streaming of the Presidential Secretariat. The results showed that from the 5 scenes analyzed, there was a meaning of denotation, namely describing the form of local wisdom of the unification of land and water. The meaning of connotation is a ritual that contains the hope that the development of IKN runs smoothly. The meaning of the myth signifies the support of the Indonesian people in the development of IKN in order to avoid danger and be protected by God Almighty. An important message in the Kendi Nusantara ritual describes the unity, unity and diversity of Indonesian society, although it is inversely proportional to the concept of IKN as a sophisticated and modern city but still practices irrational mystical rituals.
Teater kekejaman kebijakan Makan Bergizi Gratis (MBG) pada pemberitaan penangkapan kepala BGN Dadan Hindayana di media Kompas.com pada bulan Juni 2026 terkait korupsi BGN: Perspektif Jacques Derrida Farhan Ramadhan Maulana; Fathan Hazami; Nabil Athaillah Saifani; Rifma Ghulam Dzaljad
AL-MUNAWWIR: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah Vol. 2 No. 2 (2026): Al-Munawwir: Jurnal Komunikasi, Pendidikan, & Syari'ah
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/jkps.v2i2.2302

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan salah satu kebijakan strategis pemerintah yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat melalui Badan Gizi Nasional (BGN). Namun, munculnya kasus dugaan korupsi yang melibatkan Kepala BGN pada Juni 2026 memunculkan berbagai interpretasi kritis terhadap implementasi kebijakan tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis konstruksi makna dalam pemberitaan Kompas.com mengenai penangkapan Kepala BGN terkait dugaan korupsi MBG melalui perspektif dekonstruksi Jacques Derrida. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis teks dekonstruksi. Data penelitian berupa berita-berita Kompas.com yang membahas kasus dugaan korupsi BGN selama Juni 2026. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi oposisi biner, kontradiksi makna, jejak (trace), différance, dan logosentrisme yang muncul dalam teks pemberitaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberitaan Kompas.com tidak hanya merepresentasikan kasus korupsi sebagai peristiwa hukum, tetapi juga membuka ruang pembacaan kritis terhadap narasi resmi negara mengenai kesejahteraan dan kepedulian sosial. Melalui proses dekonstruksi ditemukan adanya ketegangan makna antara idealitas program MBG sebagai instrumen pemenuhan gizi masyarakat dengan realitas praktik birokrasi yang diwarnai dugaan penyimpangan. Penelitian ini menunjukkan bahwa makna kebijakan publik tidak pernah bersifat tunggal dan final, melainkan selalu terbuka terhadap berbagai kemungkinan interpretasi yang diproduksi melalui praktik media.