This Author published in this journals
All Journal Maarif
Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarata

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Dilema dan Peluang Pendidikan Islam di Masa Pandemi Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dalam Islam memiliki ciri khas tersendiri yang memiliki kultur yang kuat akan tetapi tetap mengikuti perkembangan zamannya, sehingga Umat Islam tidak ketinggalan zaman, begitu juga dengan organisasi dan lembaga pendidikan Islam. Tantangan pada pandemi Covid-19 ini telah memberikan dorongan bagi perkembangan pendidikan Islam agar semakin unggul, tidak hanya melakukan penyesuaian akan teteapi juga harus mengembangkan diri. Dunia maya dan media sosial saat ini tidak hanya menjadi gaya hidup akan tetapi juga menjadi pondasi untuk kebutuhan hidup, penguasaan keduanya menjadi penentu dalam pendidikan kader umat dan bangsa, karena ketidak-mampuan dalam menguasai keduanya, dapat menjerumuskan kalangan remaja dan pemuda kepada nir-etika yang mengakibatkan chaos di tengah masyarakat serta merusak stabilitas keamanan nasional baik itu akibat dari paham-paham yang nir-kemanusiaan ber-cover agama atau pun narkotika.
Perkembangan Nasib Perempuan di Dunia Islam; Perbandingan Arab Saudi dan Afghanistan Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 16 No 2 (2021): Islam, Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i2.149

Abstract

Kaum perempuan selalu menjadi korban dari terorisme, juga radikalisme. Tidak sedikit kaum perempuan yang terlibat dengan aktifitas terorisme karena terpengaruh oleh suami dan keluarganya. Arab Saudi merupakan sebuah kerajaan dengan sistem monarki absolut yang serba paradoks. Pada satu sisi, Arab Saudi bersahabat dengan Amerika Serikat dan Negara Eropa untuk memusuhi Iran. Tetapi, dalam waktu yang bersamaan, Arab Saudi membiarkan pemahaman akidah dan ideologi salafi radikal menyebar di berbagai negara dengan ditopang oleh pendanaan yang melimpah dari hasil penjualan migas. Sementara nasib perempuan Afghanistan berubah drastis setelah Taliban menguasai Afghanistan. Secara resmi, Taliban menguasai Afghanistan setelah memasuki istana kepresidenan pada pertengahan Agustus 2021 dan di awal September 2021, seluruh pasukan Amerika Serikat dan NATO telah meninggalkan Afghanistan. Tidak lama setelah Taliban menguasai Afghanistan, ASN perempuan menggelar demonstrasi di depan istana kepresidenan, akan tetapi dibubarkan secara represif oleh Taliban. Perempuan Afghanistan kembali tidak diperkenankan menerima hak untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Dengan alasan keamanan, Taliban kemudian menekan kaum perempuan agar tetap di rumah.
Dilema dan Peluang Pendidikan Islam di Masa Pandemi Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v15i2.121

Abstract

Pendidikan dalam Islam memiliki ciri khas tersendiri yang memiliki kultur yang kuat akan tetapi tetap mengikuti perkembangan zamannya, sehingga Umat Islam tidak ketinggalan zaman, begitu juga dengan organisasi dan lembaga pendidikan Islam. Tantangan pada pandemi Covid-19 ini telah memberikan dorongan bagi perkembangan pendidikan Islam agar semakin unggul, tidak hanya melakukan penyesuaian akan teteapi juga harus mengembangkan diri. Dunia maya dan media sosial saat ini tidak hanya menjadi gaya hidup akan tetapi juga menjadi pondasi untuk kebutuhan hidup, penguasaan keduanya menjadi penentu dalam pendidikan kader umat dan bangsa, karena ketidak-mampuan dalam menguasai keduanya, dapat menjerumuskan kalangan remaja dan pemuda kepada nir-etika yang mengakibatkan chaos di tengah masyarakat serta merusak stabilitas keamanan nasional baik itu akibat dari paham-paham yang nir-kemanusiaan ber-cover agama atau pun narkotika.
Perkembangan Nasib Perempuan di Dunia Islam; Perbandingan Arab Saudi dan Afghanistan Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 16 No 2 (2021): Islam, Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i2.149

Abstract

Kaum perempuan selalu menjadi korban dari terorisme, juga radikalisme. Tidak sedikit kaum perempuan yang terlibat dengan aktifitas terorisme karena terpengaruh oleh suami dan keluarganya. Arab Saudi merupakan sebuah kerajaan dengan sistem monarki absolut yang serba paradoks. Pada satu sisi, Arab Saudi bersahabat dengan Amerika Serikat dan Negara Eropa untuk memusuhi Iran. Tetapi, dalam waktu yang bersamaan, Arab Saudi membiarkan pemahaman akidah dan ideologi salafi radikal menyebar di berbagai negara dengan ditopang oleh pendanaan yang melimpah dari hasil penjualan migas. Sementara nasib perempuan Afghanistan berubah drastis setelah Taliban menguasai Afghanistan. Secara resmi, Taliban menguasai Afghanistan setelah memasuki istana kepresidenan pada pertengahan Agustus 2021 dan di awal September 2021, seluruh pasukan Amerika Serikat dan NATO telah meninggalkan Afghanistan. Tidak lama setelah Taliban menguasai Afghanistan, ASN perempuan menggelar demonstrasi di depan istana kepresidenan, akan tetapi dibubarkan secara represif oleh Taliban. Perempuan Afghanistan kembali tidak diperkenankan menerima hak untuk memperoleh pendidikan dan pekerjaan. Dengan alasan keamanan, Taliban kemudian menekan kaum perempuan agar tetap di rumah.
Mengoreksi Salah-Paham Makna Hijrah; Kajian Tafsir dan Sirah Nabawiyah Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 17 No 2 (2022): Fenomena Hijrah Generasi Milenial (Kontestasi Narasi-Narasi Agama di Ruang Publi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v17i2.195

Abstract

Hijrah di masa saat ini banyak disalah-pahami sebagai bentuk perubahan perilaku menuju gaya hidup yang islami demi popularitas, bahkan dimaknai bergabung dengan kelompok-kelompok radikal. Makna hijrah sendiri yang berarti berpindah secara fisik dan bertaubat menuju kebaikan secara konsisten dan ikhlas tanpa pamrih. Sebagai upaya menanamkan pemahaman yang benar, Al Azhar sebagai otoritas keagamaan di Mesir menyusun mata pelajaran baru untuk tingkat menengah atas mengoreksi makna hijrah yang disalah-pahami, agar generasi muda Umat Islam tidak terjebak kepada pemahaman hijrah yang menyesatkan dan merupakan propaganda kelompok-kelompok radikal. Buya Ahmad Syafii Maarif telah menekankan bahwa tanda keimanan bukan hanya kedisiplinan beribadah akan tetapi turut memberi solusi permasalahan sosial, bukan merusak stabilitas masyarakat.