Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Zakat Sebagai Upaya Penghapusan Feminisasi Kemiskinan dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan AD Kusumaningtyas
MAARIF Vol 16 No 2 (2021): Islam, Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i2.146

Abstract

Kemiskinan acapkali berwajah perempuan. Situasi ini kita jumpai pada, maupun hadir dalam bentuk nyata dalam kehidupan di sekitar kita. Namun, acapkali perempuan diabaikan dan seringkali luput saat ada berbagai bantuan kemanusiaan. Salah satu solusi Islam terhadap pengentasan kemiskinan adalah melalui konsep Zakat, untuk diberikan pada mereka para mustahiq yang terbagi ke dalam 8 golongan (ashnaf). Perempuan korban kekerasan, baik KDRT maupun kekerasan seksual bisa dikategorikan setidaknya ke dalam 4 dari ashnaf tersebut. Yaitu: fakir, miskin, riqab, dan ibnu sabil. Zakat untuk mereka akan memperkuat posisi mereka sehingga bisa menjadi penyintas dan move on dengan melanjutkan hidup dengan berbagai kegiatan dan usaha ekonomi produktif lainnya.
Zakat Sebagai Upaya Penghapusan Feminisasi Kemiskinan dan Pemberdayaan Ekonomi Perempuan AD Kusumaningtyas
MAARIF Vol 16 No 2 (2021): Islam, Kesetaraan Gender, dan Pemberdayaan Kaum Perempuan
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i2.146

Abstract

Kemiskinan acapkali berwajah perempuan. Situasi ini kita jumpai pada, maupun hadir dalam bentuk nyata dalam kehidupan di sekitar kita. Namun, acapkali perempuan diabaikan dan seringkali luput saat ada berbagai bantuan kemanusiaan. Salah satu solusi Islam terhadap pengentasan kemiskinan adalah melalui konsep Zakat, untuk diberikan pada mereka para mustahiq yang terbagi ke dalam 8 golongan (ashnaf). Perempuan korban kekerasan, baik KDRT maupun kekerasan seksual bisa dikategorikan setidaknya ke dalam 4 dari ashnaf tersebut. Yaitu: fakir, miskin, riqab, dan ibnu sabil. Zakat untuk mereka akan memperkuat posisi mereka sehingga bisa menjadi penyintas dan move on dengan melanjutkan hidup dengan berbagai kegiatan dan usaha ekonomi produktif lainnya.
Perspektif Gender tentang Isu Poligami dalam Lima Film Bergenre Religi AD. Kusumaningtyas
Muttaqien Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/mtq.01.1.02

Abstract

Artikel ini ditulis berdasarkan analisis dengan menggunakan perspektif gender dalam 5 (lima) film Indonesia yang bergenre religi Islami. Film-film itu adalah Perempuan Berkalung Sorban, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Ummi Aminah, dan Surga Yang Tak Dirindukan; dimana semua film ini diproduksi oleh sutradara Indonesia yang menyajikan topik yang menarik tetapi kontroversial: Poligami – melalui berbagai cara proses pembuatan film dan dialognya. Penelitian ini menggunakan pendekatan atau metode analisis naratif dan perspektif feminis sebagai salah satu cara produktif untuk membaca teks budaya popular seperti film.  Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak berarti para sineas Indonesia menerima praktik poligami yang dilakukan oleh sebagian kalangan muslim; namun tetapi mereka lebih cenderung hendak menggambarkan fenomena sosial keagamaan ini dengan cara yang kritis, dan mengundang diskusi publik seputar topik tersebut. Berbagai film ini juga menunjukkan beragamnya upaya dalam memperkenalkan nilai-nilai universal Islam seperti kesetaraan gender, hak-hak perempuan, perdamaian, toleransi dan penghormatan terhadap keragaman. Dan juga, itu mendorong semua pihak: para pembuat film, dosen, mahasiswa, artis, pekerja seni dan semua orang untuk lebih terbuka dalam menyediakan pengajaran dengan cara yang lebih kreatif.
Komunikasi Publik Ormas Keagamaan Islam terkait Social Distancing pada Masa Pandemi COVID-19 (Studi atas Sikap Resmi NU, Muhammadiyah, dan MUI) AD. Kusumaningtyas
Muttaqien Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/mtq.02.1.02

Abstract

Pandemi COVID-19 sangat berpengaruh terhadap kehidupan keseharian masyarakat. Sejak awal pemerintah menyatakan pandemi ini sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) bencana non alam sejak Maret 2020 yang lalu, berbagai kebiasaan masyarakat berubah. Seruan stay at home dalam bentuk bekerja dari rumah, belajar dari rumah, dan beribadah di rumah yang disampaikan oleh Presiden Joko Widodo maupun upaya social distancing (jaga jarak) yang diperkenalkan oleh WHO membawa dampak pada kehidupan keseharian masyarakat. Tak terkecuali kehidupan sosial keagamaan, termasuk tatacara pelaksanaan ibadah bagi muslim. Menyikapi hal ini, berbagai ormas keagamaan Islam dalam hal ini NU, Muhammadiyah, dan Majelis Ulama Indonesia mengeluarkan sikap resmi organisasi untuk menjawab pertanyaan umat tentang hal ini. Sejumlah surat edaran,  instruksi, hasil bahtsul masa’il, maklumat, maupun fatwa terkait atas respon terhadap situasi pandemi COVID-19 diterbitkan. Hal ini merupakan salah satu bentuk komunikasi publik yang dilakukan oleh ormas-ormas tersebut, di samping seruan dan himbauan yang disampaikan oleh para tokoh agama. Studi ini hendak menelah sikap resmi keagamaan yang dilakukan oleh ketiga organisasi keagaman Islam tersebut maupun komunikasi publik yang dilakukan oleh para tokoh agama dari ketiga lembaga ini dalam menyampaikan pesan pencegahan  penularan  virus  COVID-19 kepada umatnya.
Analisis Pesan Dakwah dalam Novel Religi Rina Rina; Erfian Syah; AD Kusumaningtyas
Muttaqien Indonesian Journal of Multidiciplinary Islamic Studies
Publisher : Muttaqien Publishing, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Mayarakat (P3M) STAI DR. KH.EZ. Muttaqien Purwakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52593/mtq.03.1.02

Abstract

Da'wah currently can no longer be done in a simple way, the da'wah actors must be able to create their da'wah messages so that the da'wah messages presented can be of interest to the object of their da'wah. Online media are da'wah media that have strong penetration capabilities and high actuality advantages in attracting the object of their da'wah. The purpose of this study was to find out how the objective reality, symbolic reality, and subjective reality of the Al Bahjah Assembly Da'wah Team in Bandung. The type of research used is qualitative research with case study methods. Data obtained through observation, interviews and documentation. The data analysis was carried out by categorizing and reducing data, the data was grouped in the form of narratives, data interpretation, conclusion drawing and verification of the results of data analysis. The conclusions of this study are 1) The objective reality of Al Bahjah's da'wah team is based on the construction of objective reality in accordance with the facts and da'wah messages presented using online media and is based on breakthroughs by cadre of da'i who have multi-skill abilities in both technology and economics. 2) The symbolic reality of Al Bahjah's da'wah team is based on indicators of the creation of da'wah messages. 3) The subjective reality of Al Bahjah's da'wah team lies in the da'wah method through the formulation of the development of online media. The preparation of da'wah planning is carried out systematically, starting from mapping the situation, mapping the object of da'wah and classifying the message of da'wah.