Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

JOINT TRAINING MODEL FOR ENHANCING COMPETENCY OF APPARATUS IN PROVINCE GOVERNMENT OF MITRA PRAJA UTAMA Hari Soesanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37950/jkpd.v2i2.47

Abstract

ABSTRAK Penelitian atau kajian mengenai pelatihan bagi para aparatur sipil negara sudah banyak dilakukan, namun penelitian yang fokus pada pelatihan bagi aparatur yang bertugas pada pemerintah daerah Mitra Praja Utama masih sangat langka. Kajian ini menyajikan skema atau model alternatif peningkatan kompetensi aparatur sipil negara untuk meningkatkan kerjasama antar daerah melalui pelatihan bersama. Ruang lingkup pemerintah daerah yang menjadi kajian adalah pemerintah daerah yang tergabung dalam forum Mitra Praja Utama (MPU). MPU merupakan forum kerjasama dan koordinasi antar pemerintah daerah di Indonesia yang terdiri dari 10 Provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Lampung, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Banten dan Provinsi Nusa Tengggara Timur. Model pelatihan bersama yang disajikan pada kajian ini merupakan suatu alternatif metode yang dapat dipertimbangkan oleh lembaga diklat pemerintah, khususnya pada lembaga diklat pemerintah yang tergabung dalam Mitra Praja Utama dalam rangka peningkatan kerjasama antar daerah untuk berbagai urusan pemerintahan daerah terutama dari aspek kompetensi aparatur. Kata kunci: pelatihan, mitra praja utama, kompetensi, aparatur sipil negara ABSTRACT Research or studies on training for the state civil apparatus have been carried out a lot, but research that focuses on training for officers serving in the Mitra Praja Utama regional government is still very rare. This study presents an alternative model for enhancing the competence of civil state apparatus to increase cooperation among regions through joint training. The scope of local government to be studied is the local government who are members of the forum Mitra Praja Utama (MPU). MPU is a forum of cooperation and coordination among local governments in Indonesia consisting of 10 Provinces of West Java Province, DKI Jakarta Province, Central Java Province, Special Province of Yogyakarta, East Java Province, Bali Province, Lampung Province, West Nusa Tenggara Province, Banten Province and East Nusa Tenggara Province. The joint training model presented in this study is an alternative method that can be ascertained by special government training institutions in government training institutions incorporated in Mitra Praja Utama in order to increase inter-regional cooperation for various local government affairs. Keywords: training, mitra praja utama, competence, civil state apparatus
Training evaluation based on the Kirkpatrick Model and Kemp Model using SEM-PLS: A case study of training for expenditure treasures in DKI Jakarta Province Radite Handalani; Hari Soesanto
Monas: Jurnal Inovasi Aparatur Vol. 4 No. 2 (2022): November
Publisher : Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi DKI Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54849/monas.v4i2.120

Abstract

This study aims to analyze the training evaluation of the Kirkpatrick model and the Kemp model for Expenditure Treasurer Training at the Provincial Government of DKI Jakarta. This study found a comprehensive analysis of all aspects of training management resources suggested to be determinants of training quality, participant scores, participant utilization, and competency testing. All elements are involved in the four levels of Kirkpatrick's Training Evaluation, starting from Reaction, Learning, Behavior, and Outcomes. The method used in this study uses Structural Equation Modeling Partial Least Square (SEM-PLS) using the SmartPLS Version 3.0 application, which can produce a reliable and robust model. Analysis of the 780 respondents in this study used the census method involving sub-variables and aspects of training quality, increasing participant scores, participant utilization, and competency tests described in 14 research findings. This research produced the best model using Re-sampling and Bootstrapping methods and various in-depth analyses.
JOINT TRAINING MODEL FOR ENHANCING COMPETENCY OF APPARATUS IN PROVINCE GOVERNMENT OF MITRA PRAJA UTAMA Hari Soesanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 2 No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v2i2.47

Abstract

ABSTRAK Penelitian atau kajian mengenai pelatihan bagi para aparatur sipil negara sudah banyak dilakukan, namun penelitian yang fokus pada pelatihan bagi aparatur yang bertugas pada pemerintah daerah Mitra Praja Utama masih sangat langka. Kajian ini menyajikan skema atau model alternatif peningkatan kompetensi aparatur sipil negara untuk meningkatkan kerjasama antar daerah melalui pelatihan bersama. Ruang lingkup pemerintah daerah yang menjadi kajian adalah pemerintah daerah yang tergabung dalam forum Mitra Praja Utama (MPU). MPU merupakan forum kerjasama dan koordinasi antar pemerintah daerah di Indonesia yang terdiri dari 10 Provinsi yaitu Provinsi Jawa Barat, Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Bali, Provinsi Lampung, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Banten dan Provinsi Nusa Tengggara Timur. Model pelatihan bersama yang disajikan pada kajian ini merupakan suatu alternatif metode yang dapat dipertimbangkan oleh lembaga diklat pemerintah, khususnya pada lembaga diklat pemerintah yang tergabung dalam Mitra Praja Utama dalam rangka peningkatan kerjasama antar daerah untuk berbagai urusan pemerintahan daerah terutama dari aspek kompetensi aparatur. Kata kunci: pelatihan, mitra praja utama, kompetensi, aparatur sipil negara ABSTRACT Research or studies on training for the state civil apparatus have been carried out a lot, but research that focuses on training for officers serving in the Mitra Praja Utama regional government is still very rare. This study presents an alternative model for enhancing the competence of civil state apparatus to increase cooperation among regions through joint training. The scope of local government to be studied is the local government who are members of the forum Mitra Praja Utama (MPU). MPU is a forum of cooperation and coordination among local governments in Indonesia consisting of 10 Provinces of West Java Province, DKI Jakarta Province, Central Java Province, Special Province of Yogyakarta, East Java Province, Bali Province, Lampung Province, West Nusa Tenggara Province, Banten Province and East Nusa Tenggara Province. The joint training model presented in this study is an alternative method that can be ascertained by special government training institutions in government training institutions incorporated in Mitra Praja Utama in order to increase inter-regional cooperation for various local government affairs. Keywords: training, mitra praja utama, competence, civil state apparatus
PEMETAAN VARIABEL-VARIABEL PEMBENTUK INDEKS DAYA SAING DAERAH MENGGUNAKAN METODE MICMAC Hari Soesanto
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 5 No 1 (2021): Juni 2021
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v5i1.112

Abstract

Indeks daya saing daerah sebagai pembentuk indeks daya saing nasional sangat penting untuk diketahui oleh banyak pihak. Hal ini karena melalui indeks daya saing daerah dapat diketahui dimensi dan varibel yang memerlukan perhatian lebih. Saat ini, pemetaan indeks daya saing daerah sudah dilakukan oleh Kementerian Riset dan Teknologi pada tahun 2019 dengan 4 kategori dan 12 varibel. Dari pemetaan tersebut menghasilkan kesimpulan dimensi yang paling berpengaruh yaitu ekosistem inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan pemetaan varibel-varibel yang mempengaruhi daya saing daerah dengan metode analisis MICMAC sebagai komparasi awal dari laporan yang sudah diterbitkan oleh Kementerian Riset dan Teknologi. Hasil penelitian mengindikasikan bahwa variabel kunci atau variabel penggerak yang menjadi pemicu daya saing daerah berkelanjutan yaitu terdiri dari dua variabel pada kategori faktor penguat, yaitu variabel kelembagaan dan infrastruktur; serta dua variabel pada kategori pasar yaitu variabel efisiensi pasar dan akses keuangan. ABSTRACT The regional competitiveness index, which forms the national competitiveness index, is significant to be recognized by many parties because the regional competitiveness index can identify dimensions and variables that require more attention. At present, the mapping of the regional competitiveness index was carried out by the Ministry of Research and Technology in 2019, resulting in 4 categories and 12 variables. This mapping concludes that the most influential dimension is the innovation ecosystem. This study aims to map the variables that affect regional competitiveness using the MICMAC analysis method as an initial comparison of the Ministry of Research and Technology reports. The results indicated that the key variables or driving variables that trigger sustainable regional competitiveness consist of two variables: the reinforcing factor category (institutional and infrastructure variables) and two variables in the market category (market efficiency and financial access variables).