V. Clark Kenneth P P.
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

MUSEUM FESYEN DI SURABAYA P., V. Clark Kenneth P
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (78.005 KB)

Abstract

Musem Fesyen di Surabaya ini merupakan proyek milik swasta yang ingin memberikan pencerahan bagi masyarakat modern tentang sejarah fesyen dan apresiasi fesyen didalamnya, serta sebagai sarana edu-tainment yang menarik bagi semua kalangan di kota Surabaya. Fasilitas yang disediakan menggunakan pendekatan desain,yang dipakai adalah pendekatan history perjalanan fesyen yang di kategorikan dalam 4 kelompok besar. Konsep perancangan : “History of The Outer Beauty” dipakai sebagai dasar perancangan, bentukan, massa, dan jenismaterial. Sedangkan Konfigurasi massa ditentukan dengan memperhatikan lingkungan disekitarnya, sirkulasi antar massa ditonjolkan sebagai penghubung antar era satu dengan era yang lainnya. Pendalaman karakter Ruang dipilih untuk menunjukkan perbedaan suasana museum di zona medieval dan zona classical Europian.
MUSEUM FESYEN DI SURABAYA V. Clark Kenneth P P.
eDimensi Arsitektur Petra Vol 2, No 1 (2014): Februari 2014
Publisher : eDimensi Arsitektur Petra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Musem Fesyen di Surabaya ini merupakan proyek milik swasta yang ingin memberikan pencerahan bagi masyarakat modern tentang sejarah fesyen dan apresiasi fesyen didalamnya, serta sebagai sarana edu-tainment yang menarik bagi semua kalangan di kota Surabaya. Fasilitas yang disediakan menggunakan pendekatan desain,yang dipakai adalah pendekatan history perjalanan fesyen yang di kategorikan dalam 4 kelompok besar. Konsep perancangan : “History of The Outer Beauty” dipakai sebagai dasar perancangan, bentukan, massa, dan jenismaterial. Sedangkan Konfigurasi massa ditentukan dengan memperhatikan lingkungan disekitarnya, sirkulasi antar massa ditonjolkan sebagai penghubung antar era satu dengan era yang lainnya. Pendalaman karakter Ruang dipilih untuk menunjukkan perbedaan suasana museum di zona medieval dan zona classical Europian.