p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Gema Wiralodra
Pipit Marfiana
Akamigas Balongan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Ergonomi di Divisi Workshop Mechanic dan Field Service Assurance PT “KS” Pipit Marfiana
Gema Wiralodra Vol. 12 No. 2 (2021): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v12i2.175

Abstract

Tujuan penelitian ini yakni mengetahui program, mengetahui prosedur, dan mengetahui implementasi dari ergonomi yang telah diterapkan di PT “KS”. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data primer dengan wawancara pekerja dan petugas lain yang berwenang, secara spontan. Sedangkan sumber data sekunder dari data yang sudah ada di PT “KS” berupa Data Check list Program 5R Ergonomi dan literatur terkait ergonomi internal PT “KS”. Penelitian ini menggunakan analisis kualitatif yang dinyatakan dalam kata-kata atau kalimat terkait Implementasi Ergonomi di Divisi Workshop Mechanic dan Field Service Assurance PT “KS”. Kesimpulan yang dapat diambil adalah program kerja 5R yang ada di Dinas Workshop Mechanic PT “KS” sudah terlaksana dan terealisasikan sesuai dengan Permenakertrans RI No. 8 tahun 2020 ialah Keselamatan dan Kesehatan Kerja, pelaksanaan Program Kerja 5R di PT “KS”. Prosedur 5R terhadap pekerjaan handling benda berat menggunakan Standar Operasional Prosedur (SOP) berat hal ini sudah berjalan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2012 tentang penerapan Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja, dalam bentuk upaya pencegahan adanya administratif. Implementasi 5R terhadap tata letak equipment yang dilakukan Dinas Workshop Mechanic PT “KS” sesuai Peraturan Mentri Kesehatan RI No. 48 Tahun 2016 bahwa dalam penerapan ergonomi perlunya teknik tata letak peralatan yang simetris dan memperhatikan kondisi kesehatan pekerja dan adanya evaluasi kegiatan pekerjaan dan pemeriksaan kesehatan. Dengan demikian maka implementasi ergonomi sudah dilaksanakan sehingga dapat menciptakan tempat kerja yang aman, nyaman, tertib dan teratur. Rekomendasi perlu adanya evaluasi serta peningkatan dalam implementasi ergonomi di Divisi Workshop Mechanic dan Field Service Assurance PT “KS”.
Pembangunan Green Building dalam Upaya Mitigasi Global Warming Pada Kualitas Kesehatan Lingkungan Kerja Madoeretno Amiroel Pribadi; Pipit Marfiana
Gema Wiralodra Vol. 13 No. 2 (2022): Gema Wiralodra
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/gemawiralodra.v13i2.264

Abstract

Fenomena global warming berpengaruh terhadap hewan dan satwa di bumi yang punah. Berdasarkan data World Green Building Council, di seluruh dunia bangunan gedung setidaknya menyumbang 33% emisi CO2, mengkonsumsi 17% air bersih, 25% produk kayu, 30-40% penggunaan bahan mentah, dan 40-50% penggunaan energi untuk pembangunan operasionalnya. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak global warming terhadap kesehatan lingkungan kerja, upaya mitigasi global warming, dan tantangan pembangunan green building. Jenis Penelitian ini menggunakan pendekatan Deskriptif. Teknik pengumpulan data menggunakan sumber data sekunder dengan studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi serta dilakukan dengan pencarian sumber pustaka seperti buku, arsip koran dan majalah, artikel ilmiah, menjadi sumber referensi atau gagasan yang diolah menjadi data-data terkait penelitian. Penelitian ini menggunakan analisa data kualitatif dengan menggambarkan data yang dinyatakan dalam kalimat tentang pembangunan green building dalam upaya mitigasi global warming terhadap kualitas kesehatan lingkungan kerja.  Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa  global warming pada tingkat mikro perusahaan berdampak peningkatan suhu dan sirkulasi udara. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa upaya mitigasi global warming harus menjadi agenda nasional dan sekaligus agenda perusahaan dengan lebih memperhatikan aspek kesehatan lingkungan kerja. Gerakan green building ini perlu suatu pendekatan yang komprehensif dengan menekankan pada tiga aspek pendekatan yakni aspek kelembagaan, aspek sosial ekonomi dan aspek teknologi.