Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENERAPAN PRINSIP-PRINSIP DASAR GOOD CORPORATE DI INDONESIA (STUDI EMPIRIS PADA PERUSAHAAN PUBLIK DI JAKARTA TAHUN 2015) Salikim Salikim
Primanomics : Jurnal Ekonomi & Bisnis Vol 16 No 3 (2018): Primanomic : Jurnal Ekonomi dan Bisnis
Publisher : Fakultas Bisnis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.459 KB)

Abstract

Terkait dengan prinsip kewajaran (fairness), suatu informasi akuntansi disebut wajar apabila disajikan sesuai dengan Prinsip Akuntansi Berterima Umum di Indonesia. Tingkat kewajaran tersebut berasal dari opini yang diberikan oleh akuntan publik, dalam hal ini auditor, berdasarkan petimbangan profesional mereka. Prinsip ke dua, yaitu akuntabilitas (accountability) melibatkan peran akuntan yang ada di posisi komite audit. Prinsip ini menekankan pada kualitas informasi yang disajikan perusahaan. Untuk itu informasi yang ada dalam perusahaan harus diukur, dicatat, dan dilaporkan oleh akuntan sesuai dengan prinsip dan standar akuntansi yang berlaku. Prinsip GCG yang ke empat yaitu responsibility, prinsip ini berhubungan dengan tanggungjawab perusahaan sebagai anggota masyarakat yaitu dengan cara mengakomodasi kepentingan pihak-pihak yang berkaitan dengan perusahaan. Prinsip yang terakhir adalah independensi (independency), masalah independensi merupakan fokus utama bagi para akuntan publik atau auditor eksternal
Pelatihan “Remaja Cerdas Kelola Uang, Tanpa Drama” Bagi Remaja Vihara Dhamma Bhakti Tangerang Sutandi, Sutandi; Hidayat, Adrian; Donny yana; Irwan Irwan; Salikim Salikim; Octavianti Purnama; Erizka Trinurfa Yuliadi; Marselia Purnama
Jurnal Pelayanan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2026): Juni: JPM :Jurnal Pelayanan Masyarakat
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/jpm.v3i2.3133

Abstract

This community service aims to improve financial literacy among youth at Vihara Dhamma Bhakti Tangerang. The main problem faced is the lack of understanding among teenagers in distinguishing between needs and wants, as well as the risk of being trapped in a consumptive lifestyle in the digital era. The implementation method was carried out through a one-day interactive training including material presentation, discussion, and budget preparation simulation. The results showed a significant increase in participants' understanding, where 100% of respondents stated they understood how to manage finances to avoid fraud. In addition, participants were able to prepare independent financial plans based on their pocket money.