Diana Andriani
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDEKATAN BLUE OCEAN STRATEGY UNTUK MENINGKATKAN STRATEGI PELAYANAN OBAT DI APOTEK K-24 (STUDI KASUS APOTEK K-24 ANTAPANI) Diana Andriani
Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA) Vol 3 No 1 (2013): Jurnal Manajemen Informatika (JAMIKA)
Publisher : Program Studi Manajemen Informatika, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.098 KB) | DOI: 10.34010/jamika.v3i1.663

Abstract

Apotek K-24 merupakan salah satu apotek yang memberikan pelayanan pembelian obat selama 24 jam dengan harga tetap. Persaingan pada ruang pasar khususnya pada ruang pasar dimana Apotek K-24 berkompetisi menjadi tidak sehat. Strategi persaingan yang terjadi diantara apotek adalah strategi diferensiasi, dimana masing-masing apotek saling menunjukkan keunggulannya. Faktor-faktor yang menjadi kompetisi diantara ke empat apotek tersebut yaitu : harga, kelengkapan obat, jumlah staf, staff scheduling, waktu pelayanan, kerjasama praktek dokter, keberadaan apoteker, pelayanan delivery service, kemudahaan pembayaran, kebersihaan toko, kenyamanan ruang tunggu dan fasilitas parkir Akibatnya strategi ini, semakin banyak perusahaan ke jalur persaingan yang saling menghancurkan, saling membunuh dan berdarah-darah yang diistilahkan sebagai red ocean. Tujuan penelitian ini adalah merancang strategi pelayanan yang berfokus untuk menciptakan ruang pasar yang tidak diperebutkan melalui proses inovasi nilai. Proses inovasi nilai dilakukan melalui metode pendekatan blue ocean strategy dengan menggunakan dua alat analisis yaitu kanvas strategi dan ERRC grid. Kanvas strategi berfungsi sebagai alat visualisasi terhadap penawaran yang dilakukan pada faktor kompetisi yang ada, sedangkan ERRC Grid berfungsi sebagai langkah strategis perusahaan untuk menciptakan segmen pasar yang baru. Hasil proses inovasi nilai menunjukkan bahwa pada rancangan strategi yang baru, perusahaan mengeliminasi dan mengurangi beberapa faktor yang dianggap tidak penting dalam kompetisi. Nilai manfaat ditingkatkan dengan cara menambahkan fasilitas kerjasama dengan program pemerintah didalam pelayanan kesehatan dan memberikan kartu member yang berfungsi sebagai kartu diskon, dan konsultasi kesehatan gratis. Akhirnya, hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa rancangan strategi perusahaan yang baru telah memenuhi ke dalam tiga ciri blue ocean strategy dalam menciptakan ruang pasar yang tidak diperebutkan yaitu fokus, divergensi, dan moto yang memikat.
Mengajarkan Critical Thinking untuk Mahasiswa Jenjang S1 dalam Memecahkan Masalah Diana Andriani
Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI) Vol 4 No 1 (2014): Jurnal Teknologi dan Informasi (JATI)
Publisher : Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Universitas Komputer Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34010/jati.v4i1.800

Abstract

Penelitian bertujuan ini untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis dengan metode critical thinking pada lima topik yang diberikan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode quasi eksperimen dengan analisis data menggunakan uji beda rata-rata atau uji-t. Populasi terjangkau pada penelitian ini adalah seluruh mahasiswa kelas SI-5 dan kelas SI-6 jurusan Sistem Informasi, Universitas Komputer Indonesia. Sampel penelitian diperoleh melalui teknik random sampling, yaitu teknik pengumpulan sampel secara acak. Pengujian persyaratan analisis data terdiri dari uji normalitas dengan metode uji Liliefors dan uji homogenitas dengan metode uji Barltlet. Berdasarkan hasil pengujian persyaratan analisis data disimpulkan bahwa kedua kelompok data berdistribusi normal dan homogen. Instrumen variabel kemampuan berpikir kritis adalah kasus-kasus dari topik yang dipilih dan dilihat juga parameter lain seperti pengetahuan, critical spirit, dan reason assesment. Berdasarkan hasil pengujian hipotesis dan analisis data maka dapat disimpulkan bahwa kemampuan berpikir kritis mahasiswa yang diajar dengan metode critical thinking lebih tinggi dari pada dengan metode konvensional. Berdasarkan hasil penelitian ini, maka dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa  sebaiknya dosen menggunakan metode critical thinking.