Dadan Yogaswara
STIkes Respati

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

JAMINAN KESEHATAN DAN PENDAPATAN KELUARGA BALITA STUNTING Sinta Fitriani; Dadan Yogaswara; Sri Wahyuni; Yuni Nur Maulida; Sopi Maulida
Afiasi : Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2021): Afiasi
Publisher : Universitas Wiralodra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31943/afiasi.v6i3.170

Abstract

Balita stunting berkontribusi terhadap 1,5 juta (15%) kematian anak balita di dunia dan menyebabkan 55 juta Disability-Adjusted Life Years (DALYs) yaitu hilangnya masa hidup sehat setiap tahun. Jaminan kesehatan dan pendapatan keluarga merupakan salah satu faktor yang berhubungan tidak langsung dengan kejadian stunting. Akan tetapi dapat mempengaruhi ketersediaan sumber gizi serta perlindungan diri saat menanganai permasalahan infeksi pada balita yang bermuara pada resiko kejadian stunting. Tujuan penelitian : Untuk mengetahui gambaran kepemilikan jaminan kesehatan serta pendapatan keluarga balita stunting. Metodologi penelitian : Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan metode deskriptif. Populasi dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita stunting Di Desa Sukamulya Kecamatan Singaparna sebanyak 18 orang. Tehnik pengambilan sampling menggunakan total sampling. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis univariat dimana hasil disajikan dalam bentuk presentase dan dibuat secara naratif. Hasil penelitian : Terdapat 38,9% keluarga balita stunting yang tidak memiliki jaminan kesehatan, mayoritas jenis jaminan kesehatan yang dimiliki oleh keluarga stunting adalah Kartu Indonesia Sehat serta mayoritas pendapatan keluarga balita stunting di Desa Sukamulya Kecamatan Singaparna adalah dibawah UMR yaitu 72,2%. Kesimpulan dan saran : Keluarga dapat meningkatkan pencarian informasi tentang pentingnya memiliki jaminan kesehatan seghingga dapat memanfaatkan pelayanan yang disediakan sebagai program penyelesaian permasalahan stunting. Selain itu program perbaikan gizi keluarga melalui pemanfaatan lahan masyarakat dapat membantu dalam pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat. Kata kunci: Stunting, Kepemilikan jaminan kesehatan, pendapatan keluarga, balita
PELAKSANAAN KEGIATAN ADVOKASI ‘PATWAL’ PBI BPJS KESEHATAN DAN ADVOKASI DTD (DOOR TO DOOR) KE MASYARAKAT TERKAIT KEPESERTAAN BPJS KESEHATAN DI DESA CIKUNIR KECAMATAN SINGAPARNA KABUPATEN TASIKMALAYA Dadan Yogaswara; Milaty Hanifah
JURNAL ABDIMAS KESEHATAN TASIKMALAYA Vol. 2 No. 1 (2020): April 2020
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/abdimas.v1i02.292

Abstract

Pelaksanaaan JKN (Jaminan Kesehatan Nasional) dilandasi oleh UU No. 40 Tahun 2004 tentang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) dan UU No. 24 Tahun 2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang diamanatkan untuk menyelenggarakan jaminan kesehatan bagi seluruh masyarakat Indonesia. Partisipasi peserta dilaksanakan secara bertahap dan diharapkan masyarakat wajib tercakup sebagai peserta tanpa adanya pengecualian (Kementrian Kesehatan, 2014).Program jaminan sosial ini diselenggarakan oleh BPJS yang terbagi menjadi BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Program JKN merupakan mekanisme asuransi kesehatan sosial yang bersifat nasional, wajib, nirlaba, gotong royong, dan ekuitas, untuk memenuhi kebutuhan dasar bagi kesehatan masyarakat yang telah membayar iuran atau iurannya dibayarkan oleh pemerintah (Kementrian Kesehatan, 2014). BPJS kesehatan merupakan salah satu program penjaminan pemeliharaan kesehatan yang diwajibkan oleh pemerintah. Sesuai pasal 14 UU BPJS setiap warga negara Indonesia dan warga asing yang sudah berdiam di Indonesia selama minimal enam bulan wajib menjadi anggota BPJS. Setiap orang atau keluarga yang tidak bekerja pada perusahaan wajib mendaftarkan diri dan anggota keluarganya pada BPJS. Setiap peserta BPJS akan ditarik iuran yang besarnya ditentukankemudian. Sedangkan bagi warga miskin, iuran BPJS ditanggung pemerintah melalui program Bantuan Iuran.Partisipasi masyarakat juga dipengaruhi oleh pengetahuan dan pemahaman tentang asuransi kesehatan. Pengukuran tingkat kesadaran, pengetahuan dan pemahaman dilakukan dengan melihat perbedaan gender, usia, dan tingkat pendidikan. Status sosial, pendidikan, pendapatan, dan pengeluaran dapat digunakan untuk menguji hubungan antara karakteristik individu dengan kesadaran dan pengetahuan mengenai asuransi kesehatan (Siswoyo, dkk., 2015: 119).Berdasarkan kegiatan PBL III menunjukkan bahwa masyarakat Desa Cikunir responden yang tidak memiliki JKN mempunyai proposi tertinggi sebanyak 44 responden (51,2%) dan yang memiliki JKN sebanyak 42 responden (48,8%).Berdasarkah hal diatas dibutuhkan upaya untuk meningkatan upaya meningkatan partisipasi mayarakat melalui kebijakan yang dikeluarkan oleh Pemerintahaan desa.