Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KESESUAIAN MATERI PADA BUKU TEKS CERDAS BERBAHASA INDONESIA UNTUK SMA/MA KELAS X DENGAN KURIKULUM 2013 Irwan Baadilla
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 2 (2019)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v1i2.5063

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesesuaian materi buku teks dengan Kompetensi Dasar dari Kompetensi Inti, Kelayakan Isi, dan Teknik Penyajian dalam Kurikulum 2013 (Revisi 2016). Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menggunakan instrumen penilaian berdasarkan BSNP yang dijelaskan kembali oleh Masnur Muslich. Sumber data pada penelitian ini adalah buku teks Cerdas Berbahasa Indonesia untuk Kelas X SMA Kelompok Wajib terbitan Erlangga. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: Pertama, terdapat 10 materi yang tidak sesuai dengan KI dan KD dalam Kurikulum 2013 (Revisi 2016). Kedua, pada aspek kelayakan isi masih ditemukan kekurangan dalam penyajian materi. Ketiga, buku teks sangat sesuai dengan teknik penyajian dalam Kurikulum 2013 (Revisi 2016). Berdasarkan penelitian, buku teks Cerdas Berbahasa Indonesia untuk SMA kelas X Kelompok Wajib cukup layak digunakan sebagai sumber pembelajaran utama di sekolah/lembaga pendidikan lainnya. Kata Kunci: analisis kesesuaian materi, kurikulum 2013 revisi 2016
Nilai-nilai Pendidikan Karakter Dalam Buku Teks Bahasa Indonesia Kelas X Terbitan Erlangga Irwan Baadilla; Rafida Rachma
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 4 No. 1 (2021)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v4i1.7652

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai-nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X terbitan Erlangga yang disesuaikan dengan nilai-nilai Pendidikan karakter menurut peraturan presiden no 87 tahun 2017 yang terdiri atas religius, jujur, toleran, disiplin, bekerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, komunikatif, cintai damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, dan bertanggung jawab. Metode yang digunakan adalah metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil analisis deskripsi kualitatif mengungkapkan bahwa, hasil analisis dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X terbitan Erlangga yang telah dipaparkan, maka yang dapat peneliti uraikan di dalam penelitian ini yaitu terdapat 138 nilai karakter yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia kelas X terbitan Erlangga. Dengan rincian sebagai berikut karakter religius sebanyak 11 poin, karakter jujur sebanyak 1 poin, karakter toleran sebanyak 7 poin, karakter disiplin sebanyak 3 poin, karakter bekerja keras sebanyak 11 poin, karakter kreatif sebanyak 7 poin, karakter mandiri sebanyak 3 poin, karakter demokratis sebanyak 7 poin, karakter rasa ingin tahu sebanyak 14 poin, karakter semangat kebangsaan 3 poin , karakter cinta tanah air 10 poin, karakter menghargai prestasi sebanyak 15 poin, karakter komunikatif sebanyak 13 poin, karakter cinta damai sebanyak 1 poin, karakter gemar membaca sebanyak 7 poin, karakter peduli lingkungan sebanyak 2 poin, karakter peduli sosial sebanyak 22 poin, dan karakter bertanggung jawab sebanyak 1 poin. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa nilai Pendidikan karakter yang terdapat dalam buku teks Bahasa Indonesia terbitan Erlangga yang sering muncul adalah nilai karakter peduli sosial, menghargai prestasi, dan rasa ingin tahu.
PESAN DAKWAH DALAM WEB SERIES ASSALAMUALAIKUM DI APLIKASI VIDIO Farah Annisa Hardasari; Irwan Baadilla
SASTRANESIA: Jurnal Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 10, No 2 (2022): JUNI 2022
Publisher : STKIP PGRI Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32682/sastranesia.v10i2.2486

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mendeskripsikan pesan akidah, akhlak, dan ibadah dalam web series Assalamualaikum yang tayang di aplikasi Vidio. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika dari Roland Barthes. Sumber data penelitian ini yaitu web series yang berjudul Assalamualaikum dan data yang dikumpulkan dalam penelitian ini berkaitan dengan pesan dakwah yaitu akidah, akhlak, dan ibadah dalam web series Assalamualaikum. Berdasarkan pada analisis yang dilakukan, maka peneliti menyimpulkan bahwa web series ini terdapat pesan dakwah yang tersampaikan melalui peran empat tokoh utama, yaitu Zidan, Mandy, Anisa, dan Rasya.; (1) pesan akidah yang ditemukan dalam web series semuanya membahas tentang beriman kepada Allah SWT dan iman kepada qada dan qadar, (2) pesan akhlak, tentang akhlak kepada Allah, menghormati orang tua, menghormati guru, sopan santun saat bertamu, bersikap rendah hati, menjaga pandangan, saling membatu, dan berperilaku baik terhadap sesama, (3) pesan ibadah yang didapati tentang berwudu, melaksanakan salat, dzikir, bersedekah, berdoa, membaca al-quran, bersyukur, dan tahmid. Kata kunci: Pesan Dakwah, Web Series, Semiotika
Nilai Pendidikan Akhlak pada Novvel Wedding Agreement Karya Eria Chuzaimiah Sherina Oktavia Salsabila; Irwan Baadilla
Jubindo: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 7 No 1 (2022): JUBINDO: Jurnal Ilmu Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Timor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe and examine the value of moral education in the novel Wedding Agreement. The method used in this research is descriptive qualitative. This novel has the theme of marriage through an arranged marriage. The subject in this research is Moral Education Value, while the object is the Wedding Agreement novel. the results of the analysis found the value of moral education towards God, namely (1) obeying God (belief in God, praying, praying, thanking), (2) being content with His provisions (ikhas), (3) putting your trust in Him (surrendering). . Furthermore, the value of moral education to creatures. The first is the value of moral education to parents, namely (1) saying politely, (2) respecting parents. The two values of moral education to friends are (1) affection, (2) asking how they are. Finally, the value of moral education on the association of the opposite sex, namely (1) avoiding adultery, (2) maintaining aurat. Keywords: Moral Education, Sastra, Novel Wedding Agreement
Bentuk Pranikah Dalam Novel 172 Days (Kajian Sastra Islam) Kamal, Nuri; Irwan Baadilla
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 10 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/onoma.v10i3.4133

Abstract

Berdasarkan fenomena yang terjadi saat ini, kalangan masyarakat banyak yang melakukan hubungan pacaran yang tidak sesuai dengan syariat islam Tujuan penelitian ini yakni untuk mengetahui proses pranikah dalam novel 172 Days melalui proses ta’aruf dapat membantu memahami sebuah konsep pernikahan dalam islam untuk memberikan perspektif baru tentang hubungan manusia serta pentingnya mempersiapkan diri secara spiritual sebelum menikah, sesuai dengan prinsip-prinsip ajaran islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hasil dideskripsikan. Hasil dari penelitian ini yakni pertama melibatkan orang ketiga, peneliti menemukan keterlibatan orang tua, paman, dan saudara kandung dalan proses taaruf. Kedua pertemuan terbatas, terdapat silaturahmi dari kedua keluarga calon pasangan. Ketiga komunikasi terbatas, terdapat komunikasi antara calon pasangan yang dilakukan lewat media sosial. Keempat diskusi masa depan, terdapat diskusi mengenai nama panggilan antara calon pasangan jika sudah melangsungkan pernikahan. Kelima transparansi dan kejujuran, terlihat dari keterbukaan dan kejujuran untuk menyampaikan niat baiknya dalam melakukan proses taaruf. Terakhir doa dan istikharah yang terdapat dalam novel 172 Days karya Nadzira Shafa menggambarkan kegiatan berdoa dan salat istikharah yang dilakukan oleh tokoh.